
"Tapi meskipun kalian sibuk dengan urusan masing-masing,apa tidak bisa tinggal bersama?"tanya Italiana yang sudah merasa hubungan saudara nya itu dengan suami nya tidak biasa lagi dan merasa curiga.
Atalia menghentikan gerakan tangan nya yang akan memegang sendok,"sudah lah lagi pula untuk apa aku menyembunyikan nya!"gumam Atalia beberapa saat berfikir,lagi pula jika tidak setiap saat saudara nya itu akan terus bertanya.
"...kami sudah bercerai!"jawab nya membuat Italia syok dan hampir tak percaya.
"kau serius!!ka..sejak kapan kalian bercerai!!kenapa kalian bisa bercerai?"tanya Italiana memukul meja karna syok.
"Mungkin beberapa minggu yang lalu"jawab Atalia kembali santai menyuap kan makanan ke dalam mulut nya.
"Lalu kenapa kau tidak memberi tahu ku dan kakak lebih awal,bahkan kau berbohong mengatakan hubungan kalian baik-baik saja"ucap Italiana dengan menggeleng kan kepala nya.
"Karna aku merasa itu tidak terlalu penting,lagi pula kau sudah mengetahui nya sekarang"ucap Atalia dengan nada datar,kemudian melihat jam tangan nya.
"ini sudah jam sembilan,sebaik nya kau cepat lah ke kantor kalau tidak kau mungkin akan di di keluarkan dari sana"ucap Atalia membuat Italia terkejut dan dengan cepat meneguk teh dan membawa tas nya kemudian langsung berlalu pergi dari hadapan saudara nya itu.
***
malam hari Pintu kamar di ketuk oleh pelayan,membuat David yang baru saja selesai mandi dan masih menggunakan handuk kimono nya,terpaksa membuka pintu karna Pitter masih terlelap.
saat pintu terbuka, pelayan itu sangat terkejut bahkan langsung menelan salvina nya mata nya tak bisa lepas dari dada David yang sedikit terbuka begitu bersih dan putih mulus tanpa di tumbuhi rambut,di tambah rambut nya yang basah dan wajah putih nya yang super tampan membuat kesan seski di mata pelayan itu.
David menatap pelayan itu datar,membuat pelayan itu langsung tersadar,"itu tuan,Tuan besar menyruh anda turun untuk makan malam"ucap pelayan itu dengan menunduk dengan wajah nya yang sudah sangat merah.
"Baiklah aku akan turun terima kasih"ucap David,membuat pelayan itu langsung berbalik dan pergi begitu saja.
***
David yang sudah memakai pakaian biasa dengan kaos putih,dan celana panjang kasual berwarna milo,ia menghampiri dua orang yang sudah duduk di meja makan.
Jayn dan Albert yang sedari tadi berbincang,langsung berhenti saat David datang,tapi Jayn sangat terkejut saat melihat wajah David,"siapa dia,kenapa dia sangat mirip dengan papa"gumam nya dengan menatap wajah sang papa dan David bergantian.
__ADS_1
Albert tersenyum saat melihat David,"David silah kan duduk,kita makan bersama"ucap nya.
"Terima kasih Tuan Albert"ucap nya kemudian menarik kursi tepat di depan kedua ayah anak itu.
melihat ekspresi bingung putra nya,Albert memperkenal kan Kedua nya,"Jayn dia adalah David,mm...mungkin akan jadi rekan kerja papa,dan David dia adalah Putra ku satu-satu nya"ucap Albert.
"halo Tuan muda jayn senang bertemu dengan mu"ucap David mengulurkan tangan nya untuk berjabat tangan dengan Jayn,Jayn juga menjabat tangan David.
"ya saya juga senang bertemu dengan Tuan David"ucap Jayn menatap David sarkas.
"kalau begitu ayo makan,aku cukup lapar hari ini"ucap Albert,kemudian 4 pelayan melayani mereka.
Pemandangan di depan nya membuat David sedikit merasa iri,Albert tampak begitu peduli dengan Jayn bahkan Albert menyendoki makanan untuk Jayn.
"ini sangat bagus untuk membuat luka cepat hilang,makan lah yang banyak agar kau cepat sembuh"ucap Albert,membuat Jayn hanya bisa menuruti permintaan ayah nya itu meski ia tak suka dengan sayur yang di berikan Albert.
David kembali mengingat ayah nya,Justin tak sekalipun pernah memeprlakukan nya dengan baik,bahkan saat usia nya 9 tahun karna merasa diri nya merepot kan ia di kirim ke istana kerajaan inggris selama satu setengah tahun,kemudian saat ia di jemput, ia kembali di kirim untuk belajar ke sekolah bahkan selama 5 tahun ia hanya pulang 1 kali ke rumah,bisa di sebut selama 28 tahun ia hidup sangat jarang menginjak ke rumah itu,saat umur nya 27 tahun barulah ia menginjak mansion utama keluarga Jhon dengan bebas.
"akh..maaf saya hanya memikirkan sesuatu"ucap David langsung tersadar dan merasa tidak enak di depan kedua orang itu.
"tidak apa-apa,ayo makan lah,dan di mana teman yang datang bersama mu tadi?"tanya Albert sembari mengunyah makanan nya.
"Dia masih beristirahat"ucap David mulai memakan makanan nya.
Albert diam-diam melihat ke arah David yang melahap makanan nya,David memberi nya nya perasaan akrab dan nyaman."dia hanya orang asing tapi memberi ku perasaan yang begitu akrab sama seperti dulu saat ia magang"gumam nya kemudian kembali fokus dengan makanan nya.
Jayn memperhatikan bagaimana ayah nya itu melihat David,entah kenapa ada perasaan tidak nyaman dan gusar di hati nya,"sebenar nya ada apa ini,ayah melihat nya dengan penuh kasih sayang sama seperti pertama kali ia melihat ku"gumam nya menatap David tidak senang.
"Aku akan kembali ke kamar ku,aku sudah selesai"ucap Jayn dan langsung pergi begitu saja.
"Kau bahkan belum menyentuh makanan mu"ucap Albert tapi Jayn sama sekali tak peduli.
__ADS_1
"dia sama sekali tidak mirip sedikit pun dengan Tuan Albert,yang begitu dermawan"Gumam David namun wajah nya tak menunjukkan ekspresi apa pun.
"saya juga sudah selesai Tuan Albert,boleh kah saya mengutarakan kedatangan saya kemari?"tanya David dengan sopan.
Albert tersenyum,"kau tidak perlu seformal itu dengan ku,tentu saja bisa, tapi kita bicarakan di ruangan ku saja"ucap Albert.
***
saat mereka sudah berada di ruang kerja Tuan Alebrt,David duduk di depan Tuan Albert.
''coba ceritakan masalah nya lebih dulu''ucap Tuan Albert dengan berbicara serius dan berwibawa.
David mulai menceritakan semua nya tentang perusahan Jhon,juga mengatakan masalah itu ada hubungan nya dengan masalah keluarga nya.
"hmm...Jadi perusahan STARG mencoba menghancurkan perusahan Jhon karna sebuah masalah pribadi?"tanya Albert setelah mendengar cerita David,ia sama sekali tidak terkejut karna ia sudah tahu hal itu sejak awal.
"benar,bahkan mereka juga tak segan meretas jaringan utama perusahan Jhon,menyebarkan rahasia perusahan"jawab nya David dengan berbicara serius.
''seharus nya jika sudah meretas jaringan utama perusahan,dia sudah mendapat semua rahasia perusahan,tapi dia hanya menyebar kan satu rahasia,ia pasti berniat mempermain kan perusahan mu dulu''ucap Albert dengan serius.
"Apakah anak ini tidak tahu kalau perusahan itu milik mantan istri nya sendiri"gumam Albert menghela nafas panjang,tapi ia merasa itu sedikit lucu.
***
jangan lupa
like...
komen...
vote...
__ADS_1