RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Cukur rambut


__ADS_3

"Tuan David,maafkan atas kelalaian kami,ini adalah tempat tidur yang kami siapkan untuk anda!"ucap dua orang dokter mendorong kasur yang cukup besar perisis seperti tempat tidur Atalia sekarang.


"tidak perlu,aku juga tidak ingin tidur!"tolak David kembali melihat wajah Atalia.


"saya mengerti dengan yang tuan pikirkan,tapi anda tenang saja tidak akan ada yang terjadi pada nona ini jadi tuan bisa tidur dengan tenang"ucap salah seorang dokter itu mengerti dengan pemikiran David.


David masih diam memperhatikan wajah Tenang Atalia yang tertidur.


"jika tuan sakit,juga akan menghambat perawatan nona..akh maksud saya bagaimana anda akan merawat nona ini!"ucap dokter itu lagi.


David berfikir apa yang di katakan mereka itu memang benar,"baiklah,tapi aku ingin tempat tidur kami di samakan apa bisa?"tanya David berdiri dan berbalik melihat kedua dokter itu.


"akh tentu saja bisa tuan,asalkan tidak banyak bergerak dan menyentuh pasien itu bukanlah masalah!"jawab dokter itu,kemudian mereka mendorong kasur itu kesamping tempat tidur Atalia yang kosong di sisi kanannya yang tidak ada alat-alat medis,mereka menyatukan tempat tidur itu.


"terima kasih!"ucap David setelah kedua orang itu selesai.


"akh kami yang minta maaf tuan karna lalai tidak menyiapkan tempat tidur untuk anda!kalau begitu kami permisi tuan"ucap kedua dokter itu kemudian pergi ke kamar mereka yang ada di ruangan itu.


David berbaring di samping Atalia kemudian menarik selimut yang di pakainya,ia mencium kening Atalia kemudian kembali berbaring,"istirahatlah dengan baik!selamat malam!"ucap nya kemudian menutup mata.


***


ini sudah kedua hari Atalia melakukan kemoterapi,semua orang sangat senang karna mereka berhasil memperlambat pertumbuhan tumor di otak Atalia bahkan ukuran tumor nya perlahan-lahan ukurannya sedikit berkurang.


tapi karna kemoterapi rambut Atalia hampir saja habis,dan itu juga akan mengganggu kemoterapi kedepan nya jadi mereka memutuskan untuk mencukur rambut nya,dan itu memang itu adalah hal yang harus dan selalu di lakukan bagi penderita kanker otak.

__ADS_1


"aku akan botak,apakah kau masih akan menyukai ku?"tanya Atalia melihat David.


"bagaimana bisa aku tidak menyukaimu,seperti apapun wujudmu aku akan selalu mencintai mu!"ucap David melihat wajah murung Atalia dari cermin.


Paul sudah menghidupkan mesin pencukur rambut,saat David sudah bergeser dari belakang Atalia ia berdiri di belakang Atalia dan melinat wajah wanita yang sudah menjadi atasannya beberapa tahun yang lalu,orang yang dikenalnya sebagai wanita pschyo,kuat,kejam,dan jenius tidak terlupa kalau dia adalah orang kaya yang tidak biasa,mengingat hal itu kembali Paul tersenyum dulu ia takut sekali pada Atalia saat mengetahui nya kalau atasan nya adalah seorang mafia terkuat di dunia mafia.


ia menarik nafas panjang-panjang-"apakah nona sudah siap?"tanyanya,yang di anggukan oleh Atalia.


Atalia tidak berkedip saat melihat pencukur rambut itu perlahan-lahan mulai menghabisi rambutnya,ekspresinya berubah murung dan sedih saat seluruh kepala nya sudah botak bahkan itu sangat licin.


suasana menjadi sangat hening saat kepala Atalia sudah botak licin,mereka menundukkan kepala tidak tega melihatnya termasuk Paul,tapi mereka terkejut saat mendengar mesin pencukur rambut hidup kembali dan mengangkat kepala bersamaan menjadi sangat tidak percaya melihat David mencukur rambut nya.


Atalia yang duduk di kursi roda menghadap cermin terkejut melihat sosok David dari cermin yang mencukur rambut nya sendiri,ia menutup mulut nya tak percaya air mata nya tiba-tiba.


David tidak berhenti mencukur rambutnya sampai botak sama seperti Atalia,melalui cermin ia melihat Atalia menangis,sudut bibir nya melengkung sempurna membiarkan pencukur rambut mencukur rambutnya.


David mematikan mesin pencukur rambut itu setelah rambut nya sudah habis menyiskan kepala yang botak licin,kemudian berjongkok di depan Atalia,"kita sudah sama,kenapa menangis?"tanya menghapus air mata Atalia.


Atalia tak bisa menahan tangisnya langsung memeluk leher David,ia terus menangis membuat David mengusap-usap punggung nya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan,"jangan menangis lagi!rambut masih bisa tumbuh!"ucap David dengan tertawa kecil namun terdengar sedikit lirih.


Atalia tak bisa menghentikan tangisnya,ia terus memeluk David.


Paul dan rekan dokter nya yang lain menangis melihatnya,Paul menyeka air matanya kemudian mengambil pencukur rambut dan mencukur rambutnya sendiri membuat Atalia dan David juga yang lainnya terkejut melihatnya.


"dokter Paul!"ucap dokter-dokter itu terkejut.

__ADS_1


Atalia menghentikan tangis nya kemudian melepaskan David melihat ke arah Paul,ia ingin menghentikan Paul tapi sudah terlambat, kepala Paul hampir botak semua.


setelah selesai mencukur rambut nya sampai botak ia meletakkan pencukur itu dan tersenyum pada Atalia,"saya sebagai dokter sekaligus bawahan nona juga akan menemani anda melewati masa pemulihan anda!"ucapnya menyeka air matanya lagi yang jatuh.


Atalia cukup terharu,tapi lagi-lagi ia terkejut melihat salah seorang dokter lagi mencukur rambutnya juga,David dan juga Paul melihat ke belakang dokter yang sekarang mencukur rambutnya para dokter lainnya juga berbaris di belakang.


"..."


tiga puluh menit kemudian Atalia langsung menutup mulut terkejut hampir tak percaya,melihat semua orang di ruangan itu sudah botak sama sepertinya ia tidak tahu menangis atau tertawa melihat nya,enam dokter dan juga David benar-benar membuat nya cukup terharu.


Ia tersenyum getir bersamaan dengan tersenyum terharu,"terimakasih!"ucapnya melihat para dokter itu.


"kami adalah dokter anda,kami berjuang bersama anda melawan kanker!"ucap dokter-dokter itu membuat Paul juga tersenyum melihatnya.


David tersenyum pada Atalia,"ada banyak orang bersamamu untuk melawan kanker!"ucapnya.


Atalia menganggukkan kepalanya,"aku pasti akan sembuh!"ucapnya dengan tatapan teguh dan berkaca-kaca.


Arkana dan tuan Albert yang memang ingin menjengkuk Atalia terkejut melihat semua orang sudah tidak mempunyai rambut lagi di ruangan itu,kemudian tatapan mereka turun melihat Atalia yang duduk di kursi roda yang juga sudah botak.


Arkana tanpa fikir panjang juga ingin mencukur rambutnya mengambil pencukur rambut tapi langsung di hentikan oleh Atalia.


"jangan lakukan itu kak!"ucapnya tapi Arkana tidak mendengarnya.


"aku juga akan bersama mereka menemani mu melawani kanker!"ucap Arkana langsung mencukur rambutnya.

__ADS_1


David tidak percaya kalau orang-orang itu juga akan mencukur rambutnya sama seperti Atalia,tapi ia cukup senang dengan itu karna Atalia tidak akan merasa dirinya sendiri melewati pemulihannya,bukan saja Arkana tuan Albert juga sekarang sudah botak.


***


__ADS_2