
"aku sudah mengerti sekarang!"ucap David berdiri.
Tuan Albert ikut berdiri,pada saat David akan melangkah kan kaki,ia langsung menghentikannya.
"bolehkah papa memeluk mu nak?"tanya Tuan Albert.
David yang sudah membelakangi Tuan Albert terkejut mendengarnya ia masih berdiri tanpa bergerak sedikitpun.
"Papa tidak mempunyai kesempatan memeluk mu saat kecil dulu dan papa benar-benar menyesal dengan hal itu,tidak tahu apakah kau bersedia memeluk orang tua ini!"ucap Tuan Albert memberanikan diri mengatakan nya.
David sedikit tersentuh mendengarnya,ia berbalik dan melihat Tuan Albert yang sekarang tampak dengan wajah memelas.
melihat David berbalik Tuan Albert membuka tangan nya menunggu putranya itu memeluknya.
David dengan sedikit enggan bercampur kesal memeluk Tuan Albert,Tuan Albert merasa seperti memeluk putra kecil yang berusia 7 tahun,air matanya menetes karna begitu terharu.
"aku melakukan nya hanya karna kasihan padamu!"ucap David dengan gengsinya melepaskan pelukan yang terasa sangat hangat itu.
"aku tahu!"ucap Tuan Albert tertawa kecil,meski David mengatakan itu ia tetap sangat bahagia bahkan lebih bahagia dari sebelumnya.
"aku akan kembali ke kamarku,karna besok aku harus kembali ke amerika!",ucap David entah kenapa ia seperti anak yang berusia 17 tahun dihadapan pria itu,dan ia sedikit kesal.
"satu lagi,aku tidak masalah jika orang lain berfikir buruk tentang ku jadi tidak perlu membersihkan nama baikk ku!"setelah mengatakannya David langsung pergi dari sana meninggal kan orang tua itu.
***
David merasa sangat bahagia dan merasakan kehangatan yang tidak pernah di dapatkan nya dari justin.
Saat ia akan masuk ke kamarnya dengan perasaan bahagia, tiba-tiba ia merasa di tarik ke kamar Atalia,pada akhirnya ia berjalan ke kamar Atalia.
pada saat ia sudah berdiri di depan kamar Atalia,pada saat ia memutar gagang pintu dan mendorong nya ia melihat Atalia sekarang tertidur di ranjang dengan menutupi seluruh tubuhnya.
"apakah dia memang tidur seperti ini saat sendiri?"tanya nya pada diri sendiri dan berjalan ke arah kasur.
tangannya terangkat untuk membuka selimut Atalia yang menutupi sampai kepalanya,ia perlahan membuka nya dan begitu terkejutnya ia saat melihat Atalia berkeringat banyak,dan tampak pucat.
Ia meletakkan tangan nya di dahi Atalia tapi tidak panas atau dingin itu benar-benar netral dan panas tubuh yang normal.
tapi Atalia tiba-tiba membuka matanya dengan perlahan dan kantuk yang menguasainya,dan terkejut melihat David ada di kamarnya,"apa yang kau lakukan disini?"tanyanya dengan nada datar karna kantuk.
"aku melihat kau berkeringat dan pucat,apa kau baik-baik saja?"tanya nya dengan khawatir.
"kau hanya mengganggu tidur ku,aku baik-baik saja aku berkeringat karna menutupi seluruh kepalaku,dan bibirku memang berwarna seperti ini!"ucap Atalia dengan nada khas bangun tidur.
"masuk akal juga,baiklah tidur dengan baik maaf sudah menggangu tidurmu!"ucap David kemudian mengecup kening Atalia sekilas.
Atalia kembali memejam kan matanya,dan menutupi tubuhnya dengan selimut,namun pada saat ia akan menutup sampai kepalanya tiba-tiba David menghentikan tangannya.
__ADS_1
"jangan menutup sampai kepala,kau bisa sesak nafas nanti!"larang David dan memperbaiki selimut Atalia sampai dada.
"ck baiklah,kau boleh keluar sekarang biarkan aku istirahat!"ucap Atalia menyruh David.
"hm,baiklah!"David melangkahkan kaki keluar dari kamar itu tapi sebelum keluar ia mematikan lampu kamar dan menutup pintu.
Saat mendengar suara pintu yang di tutup Atalia langsung membuka selimut nya dan turun dari kasur,mengambil air putih yang ada di atas nakas dan meneguk nya dengan tergesa-gesa.
"sial,hanya dua hari tidak meminum benda sialan itu sudah sakit begini!"kesalnya dalam hati meletakkan gelas yang di tangan nya itu kembali ke nakas.
ia mengusap dahinya yang sekarang sudah berkeringat banyak,ia mengigit bibirnya karna kepalanya begitu sakit,"hanya tinggal beberapa jam lagi,aku pasti bisa menahan nya!"ucapnya kemudian kembali membaringkan tubuhnya yang lemah dan menyelimuti sampai kepala.
***
Zacky tidak bisa tidur karna terus memikirkan nonanya yang lupa membawa benda yang paling dibencinya tapi juga obat penenenang dan pereda rasa sakit yang luar biasa.
"apakah nona baik-baik saja sekarang!"gumam Zacky berdiri di depan jendela melihat kelangit biru yang sekarang gelap di taburi bintang-bintang.
***
"kalian tenanglah malam ini,besok baru kalian harus bersiap-siap!"ucap seorang pria yang tadinya membawa Jayn juda Ricom,sebelum pergi ia menepuk-nepuk wajah Jayn yang sekarang menatapnya dengan tajam tampak benci.
"tatapan mu itu,dia adalah kakak kami di sini,apa kau ingin mata mu itu di congkel!!"gertak seorang pria yang menjaga di sana dan melihat tatapan tajam Jayn.
"tenang saja,jika matanya di congkel sekarang itu akan lebih menyenangkan baginya!"ucap pria yang dikatakan kakak itu,kemudian berbalik dan pergi meninggalkan ruangan itu yang sama seperti gudang mayat hewan karna begitu bau busuk.
Jayn menyikut wajah Ricom agar menjauh darinya,"aku lebih menyesal telah mempunyai teman sepertimu yang membawa ku kejalan seperti sekarang ini!!jika kau tidak memberi ide seperti itu apa kau pikir aku akan bernasib sial seperti ini!!semua harapan ku sudah pupus dan habis sekarang itu karna kau!!ide tidak jelas mu itu!!"teriak Jayn melampiaskan seluruh emosinya pada Ricom.
Ricom yang mendengarnya sangat terkejut dan tidak terima Jayn menyalah-nyalahkan nya begitu dan melimpahkan seluruh kesalahan padanya.
"bukan kah sebelum nya kau juga setuju dan senang dengan ide itu!!kau tidak bisa melimpahkan seluruhnya pada ku setelah begini!!"teriak Ricom tak kalah marah dan emosi.
"diam kau!!!jika tangan dan kakiku tidak di rantai sekarang,mungkin kau sudah habis sekarang!"decak Jayn tak bisa menenangkan emosinya.
"hah...aku lebih senang jika mati hari ini dari pada besok entah apa yang akan terjadi!!"ucap Ricom menangis sekarang ia berubah frustasi,ia ingin mengigit lidahnya agar bisa mati malam ini juga tapi ia juga takut melakukan nya.
"jangan berfikir untuk bunuh diri!!hanya orang bodoh yang akan bunuh diri di saat seperti ini!!cih...dasar manusia pecundang!"decih Jayn begitu emosi dan kesal terlebih menyesal telah mempunyai teman seperti itu.
***
"Kalian baik-baiklah disana!jaga diri baik-baik jangan sampai sakit!"ucap Tuan Albert memperingatkan David dan Atalia.
"ia ayah kami akan menjaga diri baik-baik!"ucap Atalia yang juga di ikuti David.
Atalia tersenyum kecut saat David tidak ingin memeluk papa nya sendiri,ia menyikut David dan menggerakkan kepalanya seperti memberi isyarat pada David.
David mengerti maksud Atalia,dengan mendegus ia memeluk Tuan Albert dengan perasaan enggan,Tuan Albert tersenyum bahagia dan menepuk-nepuk punggung David.
__ADS_1
"jaga dirimu baik-baik dan juga jaga Atalia baik-baik dia adalah gadis yang tepat untuk mu!"ucap Tuan Albert,setelah David melepaskan pelukannya ia menepuk bahunya.
"iya...pa!"ucap David.
Atalia tersenyum melihat perkembangan hubungan ayah anak itu,ia menyalim tangan Tuan Albert dan berpamitan,"kami pergi dulu ayah,cepat atau lambat kita juga akan bertemu lagi,ayah akan membuat pesta untuk David bukan jadi jangan terlalu sedih begitu!,ayah juga jangan lupa menjaga kesehatan!"ucap Atalia setelah selesai menyalim tangan Tuan Albert.
"ya,kalian hanya membuat ku semakin sedih saja pergilah sekarang!"ucap Tuan Albert tiba-tiba menitikan air mata,tak sanggup melihat putra dan putrinta yang pulang begitu cepat.
Atalia tertawa kecil melihatnya pada saat ia ingin memeluk Tuan Albert,David tiba-tiba menarik kerah bajunya.
"kami pergi dulu pa!jaga dirimu baik-baik!"ucap David enggan untuk mengatakan itu tapi ia juga ingin mengingatkan itu.
Tuan Albert mengangguk dengan tersenyum lebar,"ya!"ucapnya menahan air matanya,sampai kedua orang itu berbalik air mata yang sudah di bendung akhirnya mengalir.
"andai kau masih hidup kau pasti sangat bahagia dan bangga melihat putra kita sekarang!"gumam nya menatap punggung David yang terus berjalan menjauh.
David tiba-tiba merasa sedih dan sesak,baru saja ia bertemu papa kandung nya sekarang harus berpisah,ia memutar kepala melihat kebelakang melihat Tuan Albert yang tampak menyeka air mata sembari melambaikan tangannya.
"dia adalah papa ku!"gumam nya tiba-tiba merasakan matanya perih.
***
"kalian berdua akan di wawancarai nanti!jangan sampai aku mendengar kau mengatakan kebohongan jika tidak aku akan membiarkan mu gelandangan setelah keluar dari sini!"ucap Zacky memperingati kakek Jhon dan Justin.
"Bolehkah aku bertemu dengan David sekali lagi saja hiks"tangis Qania yang duduk di kursi roda.
"tentu saja bisa, setelah ini bahkan kalian juga akan bebas!dan kalian tenang saja rumah dan usaha kecil sudah disiapkan"ucap Zacky berkata dengan serius.
"apa maksudmu rumah dan usaha kecil!!"ucap kakek Jhon.
"tentu saja rumah dan usaha kecil,atau kau tidak menginginkan rumah setelah keluar dari sini?"tanya Zacky dengan tersenyun sinis,kemudian berdiri.
"jangan lupa dengan apa yang ku katakan,nona ku tidak pernah berbelas kasihan terlebih memberi kesempatan kedua!jadi lakukan dengan baik Apa yang ku katakan!"ucap Zacky kemudian langsung berbalik dan meninggal kan tempat itu.
bersambung....
jangan lupa
like...
komen...
vote...
rate...
share...
__ADS_1
terimakasih banyak semua