
"Mm,nona maaf David ada urusan keluar jadi tidak bisa mengantar mu pulang,jadi biar kan aku yang mengantar mu kembali ke rumah sakit",ucap Pitter tidak enak pada Atalia.
Atalia menatap Pitter kemudian tersenyum lugu,dan melambaikan tangan nya seolah mengatakan tidak apa-apa.
"dia memang benar seperti wanita lugu dan polos,namun aku tidak pernah memandang nya sesederhana itu",gumam pitter mendorong kursi Atalia.
...
Saat sudah berada di rumah sakit,Pitter di kejut kan dengan Zahra putri kerajaan inggris yang sudah ada di ruangan Atalia,"asataga bukan kah dia Zahrana putri,putri kerajaan inggris yang sangat mandiri itu",gumam Pitter terdiam karna kagum,untuk pertama kali iya melihat putri itu secara langsung.
"Akh kalian sudah datang,aku sudah menunggu kalian"ucap wanita itu dengan ramah dan lembut membuat hati siapa saja akan meleleh apa lagi dengan suara khas nya.
"Apa putri Zahra mengenal nona ini?"tanya Pitter tetap terdiam sembari memperhatikan Zahra.
"saya adalah teman kak David jadi kakak cantik ini juga adalah teman ku,karna itu aku menjenguk nya"ucap Zahra dengan tersenyum manis pada Atalia yang duduk di kursi roda.
Namun wajah Atalia hanya datar tanpa ekspresi seolah tak mendengar apapun,"wanita ini!!"geram nya dalam hati.
"Oh begitu,maaf sudah membuat putri menunggu lama"ujar Pitter mendorong kursi Roda Atalia ke arah tempat tidur kemudian mengangkat nya ke atas tempat tidur.
"Boleh kami bicara berdua saja sebentar"ucap Zahra saat Pitter sudah menyimpan kursi roda.
"Tentu saja"ucap Pitter setelah mengerut kan kening nya,kemudian tanpa berfikir lama iya keluar meninggal kan kedua wanita itu.
Zahra memutar kepala nya saat Pitter sudah benar-benar keluar,iya dengan elegan nya duduk di kursi samping tempat tidur Atalia.
"Halo kak Atalia,ku rasa kamu masih meningat ku bukan?"ucap nya dengan tersenyum,namun Atalia sama sekali tak menatap ke arah nya,iya hanya menatap ke jendela yang sudah di tutup,membuat Zahra tidak tahan.
__ADS_1
"Hanya wanita bisu dan miskin,sangat sombong!"decih nya dalam hati berusaha sabar.
"Kau tahu,aku dan kak David adalah sahabat sejak kecil bahkan kami sangat akrab,dan kami juga sudah di jodoh-jodoh kan sejak kecil,tapi..."ucap Zahra berbohong.
Namun tak ada respon dari Atalia,wajah nya masih tetap datar seperti tak menganggap siapa di samping dan berbicara dengan nya saat ini.
Zahra tak bisa menahan emosi nya lagi,"apa kau tidak bisa merespon ku sedikit saja,aku tahu kau bisu setidak nya kau menoleh ke arah ku!!dasar tidak tahu malu!!"ucap nya dengan suara tinggi dengan nafas yang memburu karna kesal.
Atalia memutar bola mata nya ke wajah Zahra,kemudian iya tersenyum sinis.
"Kenapa kau tersenyum begitu?kau fikir aku adalah orang Rendahan!!"bentak nya langsung berdiri dan ingin mencekik Atalia karna sudah sangat emosi.
Namun tiba-tiba pintu terbuka,membuat nya terkejut dan langsung memperbaiki posisi nya,iya sangat panik saat melihat siapa yang masuk."Da...Da...David"ucap nya berusaha mengatur ritme jantung nya dengan tertawa kecil dan kaku.
"Apa yang kau lakukan di sini?"tanya David dengan memicing kan mata nya.
"Akh...itu...aku...aku ingin menjenguk kak Atalia,ya itu benar"ucap nya dengan jantung yang berdetak cepat,kemudian tatapan nya yang panik berhenti pada pria yang berdiri di samping David saat ini,bola mata nya semakin melebar dan sangat terkejut."dia?"gumam nya langsung menatap ke arah lain.
"Sudah lah,sebaiknya kau pergi ini sudah sangat larut"ucap nya,membuat Zahra semakin tak tenang iya kemudian menundukkan kepala nya dan melewati dua pria tampan dan dominan itu.
Pria eropa itu menatap ke arah Atalia,sehingga tatapan kedua nya bertemu karna Atalia juga menatap ke arah nya saat ini,kedua nya memiliki sepasang mata berwarna biru yang indah dan hampir sama.
Deg...
Jantung pria berdarah eropa itu berdetak lambat,saat ini dada nya seperti terkena sengan listrik.
Namun Tatapan Atalia begitu tenang kemudian memutar bola mata nya ke arah lain,bahkan wajah nya juga tak menunjukkan ekspresi apapun.
__ADS_1
David melangkah kan kaki nya ke arah tempat tidur Atalia,"apa dia mengatakan sesuatu pada mu?"tanya nya entah kenapa iya khawatir.
Atalia menggeleng kan kepala nya di hiasi dengan senyum khas nya yang begitu lugu.
"Bagus lah!"ucap nya dengan dingin kemudian menatap ke arah pria eropa yang masih setia berdiri tatapan nya masih pada Wajah Atalia.
"Kana,dia adalah istri ku"ucap David sedikit tidak senang mendapati tatapan mendalam teman nya itu pada Atalia.
Pria eropa bernama Kana itu tersadar,"akh iya,wajah nya sangat khas sekali"ucap nya berjalan mendekati David yang berdiri di samping tempat tidur Atalia.
"halo nona namu ku Kana,aku adalah Teman David''ucap nya menyapa Atalia.
Atalia menyambut nya dengan senyum ramah,namun lesung pipi nya kembali membuat Pria eropa bernama Kana itu terkejut,''lesung pipi nya?kenap bisa sama persis?"gumam nya sangat tidak percaya bahkan terdiam beberapa detik.
"ada apa dengan mu?"tanya David memegang pundak nya.
"maaf aku ada urusan mendadak,aku harus pergi sekarang"ucap nya begitu saja kemudian langsung pergi begitu saja meninggal kan kedua orang itu.
"ada apa dengan nya?"gumam david memicing kan mata nya.
***
Pria bernama Kana itu menyetir mobil nya,pikiran nya entah kemana-mana,"Jika Talia tidak mengoperasi wajah nya saat umur 13 tahun,apa mungkin wajah nya akan seperti wanita itu juga?terlebih lagi lesung pipi nya sangat persis tata letak nya dengan adik nya yang sudah meninggal"tanya nya pada diri sendiri wajah Atalia dan senyum nya yang menampakkan dua lesung pipi manis terus terngiang di kepala nya.
Talia adalah adik satu-satunya Kana yang berumur 22 tahun,Talia seorang mahasiswa jurusan kedokteran Yang sekarang menjalani S2,iya sangat hobi Operasi platik bahkan sudah beberapa kali melakukan nya mungkin sudah 6 atau 8 kali iya melakukan nya.
"Apa mungkin sebenar nya dulu dia tidak meninggal?tapi berhasil melarikan diri dari orang-orang itu?"gumam nya.
__ADS_1
###
like komen vote ya pliss😓🙏