
"apa yang sudah kau lakukan!"decak tuan Albert dengan nada di tahan.
"maafkan saya tuan,dokumen ini bukan yang asli,saya akan menggantinya!!"ucap sang asiten masih bingung.
''apakah tuan muda tidak tahu kalau perusahan Starg adalah milik Nona Atalia?"gumam nya dengan sangat bingung.
"kita bahas di ruangan ku saja!"ucap tuan Albert berjalan meninggal kan ruangan itu yang langsung di ikuti oleh sang asiten.
"apakah nona Atalia sengaja menyembunyikan identitas aslinya pada tuan muda!tapi kenapa?"gumam asisten itu dengan terus mengikuti Tuan Albert dari belakang.
"mana bisa begitu"ucap Atalia.
"lalu bagaimana,mereka selalu seenak nya memerintah mu tanpa melihat waktu!,kau tidak perlu bekerja keras lagi,apakah menurut mu aku tidak bisa di andal kan?"ucap David lagi dengan manik mata nya yang tajam.
"tentu saja kau sangat bisa di andalkan!!bahkan sangat bisa!"jawab Atalia cepat.
"lalu kenapa kau tidak mau berhenti bekeja?"tanya David lagi.
Atalia tidak ingin membahas nya lagi,ia merasa seperti melakukan drama pada David mengatakan yang sama sekali tak di lakukan nya.
"boleh kah kita tidak membahas nya lagi!aku benar-benar lelah!"ucap Atalia yang memang benar adanya,sedikit pergerakan saja membuat nya sangat lelah,jadi dia berjalan melewati David meski ia mencoba untuk memperlihatkan pada David kalau dia baik-baik saja tapi itu terasa sangat sulit karna kepala nya sekarang begitu menyakitkan terus berdenyut-denyut.
ia kembali teringat dengan ucapan Dokter Paul.
"nona anda harus optimis,dokter ahli kanker yang di juluki sebagai tangan dewa pasti bisa menyembuhkan anda!"ucap Paul dengan nada lirih kala mendengar ucapan atasan nya yang sudah menyerah dan pasrah dengan penyakit nya.
"aku tidak yakin"jawab Atalia dengan tatapan kosong,karna itu sangat menyakitkan setiap harinya,membuat nya selalu tersiksa.
"penyakit akan bertambah buruk jika pengidap nya menyerah dan putus asa,sebalik nya jika pengidap optimis masih bisa sembuh dan semangat maka penyakit akan kesusahan untuk berkemban!"jelas dokter Paul.
"saya tahu itu sangat menyakitkan,begini apakah nyona mempunyai seorang yang anda sangat cintai?"tanya Paul membuat Atalia langsung mengangguk pelan.
"biskah anda bertahan deminya,melawan sakit deminya?!"ucap Paul lagi,seketika membuat Atalia tertegun dan berfikir.
flasback on...
"bisakah aku bertahan!"gumam Atalia dengan hati yang bergetar.
__ADS_1
"baiklah,aku akan mengantar mu"ucap David langsung menggendong Atalia.
"kenapa kau menggendong ku,ada banyak pelayan yang melihat!"ucap Atalia yang mengalung kan tangan nya di leher David.
"kau lelah jadi aku harus meggendong mu,tidak perlu pedulikan mereka!"ucap David.
Atalia menunduk menyembunyikan senyum masam nya,"aku akan bertahan demi mu!"ucap nya dalam hati menguatkan hati nya dan berusaha optimis.
***
David menurun kan Atalia saat sudah sampai di kamar.
David melirik arlojinya,"aku harus pergi dulu,aku tidak bisa menemani mu sekarang,jangan melakukan apapun!"ucap David mengecup kening Atalia,saat ia akan pergi ia kembali berbalik.
"mungkin besok kita akan kembali!"ucapnya lagi membuat Atalia menganggukkan kepalanya meski ia tertegun mendengar nya.
setelah mengatakan nya David langsung keluar sembari menelfon Pitter untuk segera menemuinya.
saat David sudah benar-benar keluar,darah langsung mengalir dari hidung Atalia, tersadar dengan hal itu ia menyentuh nya dan melihat darah di jarinya.
persis saat kejadian pagi-pagi buta tadi saat ia bangun ia tiba-tiba mimisan dan ada banyak darah yang keluar bahkan saat melihat ke bantal nya ada banyak rambut nya yang rontok,karna itulah ia langsung pergi menemui dokter Paul.
ia menyumbat hidung nya dengan tisu dan berbaring agar darah berhenti,pada saat ia memasukkan tangan nya kedalam rambut untuk memijat kepala nya yang sakit karna terus berdenyut-denyut,pada saat ia menarik kembali tangan nya ada begitu banyak rambut yang ikut,membuat nya kembali duduk mencoba menarik pelan rambut nya,dan betapa terkejut nya saat semua yang di tarik nya benar-benar lepas.
ia langsung menutup mulut saking terkejut nya dan langsung berlari ke depan kaca melihat kepala nya melalui kaca,bekas rambut yang ia tarik barusan sangat berbekas hanya meninggal kan rambut-rambut kecil lagi.
tangan nya yang tak bisa diam kembali menarik rambut nya sepelan mungkin,dan lagi-lagi itu ikut tertarik semua,membuat kaki nya langsung lemas.
tatapan nya tiba-tiba kabur dan kepala nya semakin sakit,"aakh!!akh!!"ia menekan kepala nya berfikir itu dapat mengurangi rasa sakit tapi tetap saja itu sangat sakit.
"kenapa kepala ku semakin sakit!"gumam nya menangis karna begitu sakit,ia tak ada niat untuk meminum pil lagi karna itu tak bermanfaat lagi akhir-akhir ini.
"aaaakh!!"teriak nya memegangi kepala nya dan langsung jatuh ke lantai,ia berteriak menangis karna sangat kesakitan karna ruangan itu kedap suara jadi tak ada siapapun orang-orang di luar mendengar nya sekeras apapun ia berteriak.
"ma!!pa!!ini sangat sakit!"ucap nya dengan menangis.
pada saat itu juga Italia tiba-tiba masuk dan sangat terkejut melihat Atalia yang duduk di lantai berteriak menangis sambil memegang kepala nya.
__ADS_1
"Atali!!"Ia berlari ke arah Atalia yang terduduk di lantai.
"Atalia apa yang terjadi dengan mu?"tanya Italia sangat khawatir ia berjongkok dan memeluk Atalia dari samping.
"kepala ku sangat sakit!!"ucapnya dengan suara bergetar dan menangis.
Italia sangat terkejut saat memegang tubuh Atalia yang sangat dingin.
"bawa aku ke tempat tidur!"ujar Atalia memegang bahu Italia untuk membantu nya berdiri,dengan sigap Atalia membantu Atalia dan mempobong nya ke tempat tidur.
"aku akan memanggil dokter!"ucap Italia mengambil ponsel nya,tapi Atalia langsung menahan tangan nya dan menggeleng kan kepala nya.
"tidak usah,aku tidak apa-apa!"ujar nya dengan suara lemah.
"apa nya yang tidak usah,lihat tubuh mu sangat dingin dan apa kau tahu kau sangat pucat seperti tak mempunyai darah lagi!!"ucap Italia setengah berteriak karna begitu khawatir dengan kondisi Atalia sekarang,ia melepas kan tangan Atalia yang menahan tangan nya untuk menelfon dokter.
"kalau begitu telfon saja dokter pribadi ku!"Atalia mengambil ponsel nya dari saku.
Itali tertegun,"kau mempunyai dokter pribadi?"tanyanya sembari mengambil ponsel dari tangan Atalia.
"ya!dokter paul"jawab Atalia.
Italia langsung membuka ponsel itu dan mencari kontak dokter Paul.
setelah menemukan kontak nya ia langsung menelfon dokter paul,yang langsung di angkat.
"halo apakah benar dengan dokter Paul?"tanya Italia.
📞"apakah terjadi sesuatu lagi degan Nona Atali?"tanya Paul dari balik telfon.
"...akh ia benar!bisa kah anda kemari"tanya Italia namun sangat terkejut saat telfon lansung di putuskan.
"dia mematikan nya!"ucap Italia memberikan kembali ponsel kepada Atalia.
"tidak apa-apa dia akan datang!"ucap Atalia.
bersambung....
__ADS_1