
David hanya menunjukkan wajah tanpa ekspresi,membuat Pitter khawatir.
"Tapi aku yakin,dengan kemampuan berbisnis mu,perusahan itu pasti cepat maju dengan pesat,hanya perlu suntikan dana saja"ucap Pitter dengan yakin,Tapi David sama sekali tak menggubris ucapan Pitter meskipun yang di katakan teman nya itu benar.
"Bagaimana kalau aku meminta Clark untuk investasi memberikan mu suntikan Dana?"tanya Pitter lagi.
"Tidak perlu"ucap David dengan cepat.
"...bagaimana kalau aku yang berinvestasi beberapa juta pada mu?"tanya Pitter dengan hati-hati,yang langsung mendapat tatapan aneh dari David.
"Kau meremeh kan ku?"tanya David memicing kan mata nya pada Pitter.
"Maafkan aku,aku hanya tidak tega melihat mu begini"ucap Pitter dengan sendu.
"terimakasih,tapi aku tidak butuh uang mu hanya butuh kau menemani ku saja"ucap David.
"hhh baiklah"ucap Pitter pasrah.
Tanpa terasa mobil sampai di depan sebuah gedung yang terbilang cukup kecil dari gedung-gedung yang lumayan besar di sekitar nya,bahkan gedung itu adalah salah satu gedung paling kecil di sana.
David dan Pitter masuk ke dalam gedung itu,hanya ada beberapa karyawan bahkan hanya ada belasan.
Di sisi lain
Gedung paling besar dan paling tinggi juga paling megah di antara gedung besar tinggi dan megah lainnya di sana,ribuan karyawan dan ratusan robot pekerja dengan fasilitas yang sangat canggih,Atalia melangkah kan kaki nya memasuki nya dengan wajah datar.
Dunia kedua nya seperti berbeda jauh.
Saat Atalia akan memasuki ruang kerja yang biasa ia pakai,tiba-tiba segerombol wanita menghampiri nya,tapi saat melihat wajah salah seorang wanita di sana membuat nya cukup terkejut.
''hmph..tidak ku sangka wanita bisu dan hina seperti mu ternyata bekerja di perusahan ini"ucap wanita itu dengan wajah sombong dan menatap rendah ke Atalia.
Atalia menatap datar wajah wanita yang baru menghina nya itu,dan dua wanita yang di samping nya.
__ADS_1
Wanita itu kembali berbicara,''kenapa?kenapa kamu diam?apa kau begitu terkejut melihat ku di sini sampai tak bisa berkata-kata lagi!!?"sinis wanita itu dengan menatap Atalia tajam.
Atalia sama sekali tak membalas ucapan maupun tatapan wanita itu,ia hanya memasang wajah datar dan dingin.
"Aku lupa kau adalah si bisu yang licik dan iblis,tapi mulai sekarang aku akan membalas semua perbuatan mu yang menjatuh kan ku sampai ke titik nol,ingat Aku akan membalas nya 2 kali lipat!!"ucap wanita itu membisikan nya di telinga Atalia dan langsung meninggal kan nya dengan langkah elegan dan berkelas.
Atalia memperbaiki kaca mata nya kemudian melangkah kan kaki ke ruangan Di mana Gladin berada.
...
Gladin yang masih sibuk dengan dokumen-dokumen nya tiba-tiba menghentikan tangan nya dan melihat wanita yang baru saja masuk dengan tatapan hormat dan sopan.
''Selamat pagi nona"sapa nya,namun Atalia sama sekali tak peduli wajah nya hanya tanpa ekspresi dan semakin mendekat ke tempat Gladin yang berdiri tegak.
"Kenapa wanita itu bisa bekerja di sini?"tanya nya dengan tatapan tajam bak ingin membunuh Pria gagah itu.
''Maaf nona,saya tidak tahu wanita yang mana maksud Nona"ucap Gladin dengan menundukkan kepala nya.
Gladin cukup terkejut karna ia memang tidak tahu tentang karyawan baru yang masuk,"maaf kan atas kelalaian saya nona,Saya akan memecat nya sekarang!"ucap Gladin.
''Pecat orang yang mempromosikan nya bekerja di sini,tanpa pesangon sedikipun!"ucap Atalia dengan dingin dan menusuk kemudian langsung keluar dari sana.
ia benar-benar tidak punya mood lagi melihat wajah Zahra yang hina dan menijiikan itu.
Saat ia melewati Ruangan seketaris Direktur Akutansi,Suara seseorang berteriak dengan marah terdengar jelas di telinga Atalia dan suara itu sangat familiar di telinga nya,ia membuka pintu dan cukup terkejut melihat Zahra sedang menyiram seorang wanita bahkan tangan wanita itu di injak oleh tumit Zahra yang tinggi.
Bahkan wanita yang tak lain adalah Talia itu menangis kesakitan dan kepanasan,Tapi Zahra sama sekali tidak peduli,seketika amarah Atalia meledak terlebih lagi saat melihat wajah wanita yang menangis itu,tubuh nya ikut bergetar seperti merasakan sakit yang di alami wanita itu.
Tap...tap...
derap langkah Atalia semakin mendekat ke arah Zahra yang berdiri di depan Talia yang bersujud kesakitan.
PLAK!!!PLAK!!
__ADS_1
dua tamparan sekaligus mendarat di kedua pipi Zahra,bahkan sangat keras sehingga Wanita itu terjatuh merangkak.
Atalia langsung membantu wanita itu berdiri, dengan pedih yang tiba-tiba menyayat hati nya.
Zahra mengangkat kepala nya melihat siapa yang menampar nya,tiba-tiba mata nya memerah marah,ia langsung berdiri dan ingin menampar Wajah Atalia yang sekarang melihat ke arah nya.
tapi Atalia dengan gerakan cepat menangkap tangan Zahra dan menekan nya kuat.
"Dasar wanita iblis!!lepas kan aku!!apa kau ingin di pecat dari perusahan ini!!!"teriak Zahra dengan marah menatap Atalia yang juga sekarang menatap nya tajam.
Atalia tidak peduli dengan ucapan Zahra ia tanpa ampun memutar tangan Zahra kemudian kaki jenjang nya melayang dan menendang perut Zahra membuat Wanita itu terlempar sampai terjatuh.
Talia yang melihat itu sangat terkejut bahkan tidak percaya,mata nya langsung menatap ke arah Atalia yang di samping nya ia sangat terkejut melihat wajah Atalia yang dingin dengan tatapan tajam bak elang seperti ingin memangsa makanan nya,bahkan aura Atalia membuat Talia merinding.
Atalia mengambil cangkir kopi panas yang di tuang Zahra ke kepala Talia tadinya,dan tanpa membiarkan sedetik pun terjeda ia menuangkan semua nya ke kepala Zahra,dan sepatu lepes nya menginjak dada Zahra,membuat Wanita itu sangat kesakitan dan juga kepanasan.
Talia menutup mulut nya tak percaya,ia bahkan tidak tau untuk berteriak ataupun berlari dari ruangan itu.
Atalia menundukkan tubuh nya dan menatap Zahra tajam,''Jangan samakan perusahan ku dengan perusahan mu,dimana kau bisa melakukan apapun semau mu!!"ucap Atalia dengan suara seperti berbisik membuat Zahra sangat terkejut,ini adalah kedua kali nya ia melihat dengan jelas wanita itu dapat berbicara.
''haha perusahan mu?apa kau bermimpi!!ini adalah perusahan sahabat ku dan sebentar lagi akan jadi suami ku!!dan aku pastikan hari ini juga kau akan di pecat dan mati haha!!"ucap Zahra memaksakan tawa nya tapi masih berwajah sombong dan menghina.
Atalia tersenyum sinis kemudian memperbaiki posisi berdiri nya dan mengangkat menarik kaki nya dari dada Zahra.''aku menunggu nya!"ucap Atalia dan berbalik.
tapi Saat berbalik ia melihat Talia yang tampak nya ketakutan,dengan cepat ekspresi wajah nya berubah seperti tak terjadi apa-apa bahkan senyum lugu dan tampak lucu muncul di wajah cantik nya.
###
like...
komen...
vote...
__ADS_1