RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
perusahan David


__ADS_3

Pagi hari di negara Swis


Tuan Albert menghela nafas saat mendengar keluhan-keluhan direktur-direktur yang bekerja beberapa hari ini dengan Jayn,mereka mengeluh dengan kinerja Jayn yang sangat tidak kompeten dan terkesan tak peduli.


Namun saat Ucapan seorang direktur seketika membuat suasana menjadi hening,"Saya rasa Tuan muda Jayn belum cocok untuk memimpin perusahan ini"


Direktur-direktur yang ada di sana saling bersitatap takut dan canggung pada Tuan albert yang sekarang tampak diam mendengar nya.


"Baiklah kalian boleh keluar sekarang"ucap Tuan Albert membuat mereka semua langsung keluar dengan rasa canggung.


Sebenarnya Tuan Albert sudah menduganya,karna itu ia membiarkan Jayn beberapa hari untuk memimpin perusahan sebagai uji coba,namun ternyata Jayn mengecewakan nya.


Tuan Albert menghelas nafas berat,melihat berkas-berkas tengang apa saja yang sudah di lakukan Jayn di perusahan itu.


"Mungkin memang belum saat nya"ucap nya.


***


Pagi hari Atalia tidak langsung ke perusahan melain kan menyuruh supir nya untuk pergi ke perusahan David.


Hingga sekarang ia sudah sampai di depan gedung perusahan milik David,beberapa karyawan yang melihat nya keluar dari mobil yang sangat mahal terpukau terlebih kecantikan Atalia yang tak bisa membuat orang berpaling.


Atalia memakai kaca mata hitam yang berharga fantastis dengan pakaian kantor yang elegan,ia berjalan memasuki perusahan.


Saat Atalia memasuki perusahan itu karyawan-karyawan wanita melihat nya dengan sinis dan iri,namun karyawan pria melihat nya dengan kagum dan terpesona.


Atalia tidak peduli dengan tatapan-tatapan mereka,ia berjalan ke meja resepsionis.


"Aku ingin bertemu pemilik perusahan"ucap Atalia membuka kaca mata hitam nya.


Kedua Resepsionis melihat nya dengan tatapan bermusuhan,"maaf CEO kami tidak mempunyai waktu untuk bertemu dengan orang yang tidak penting"ucap salah satu resepsionis itu menatap Atalia dari atas sampai bawah dengan tatapan sinis.


Atalia menaikkan sebelah alis nya melihat kedua resepsionis itu yang tampaknya tak suka pada nya,"aku adalah kekasih nya"ucap Atalia dengan to the point.

__ADS_1


Kedua resepsionis itu memutar bola mata dengan malas,''kalau kau kekasih nya aku adalah istri nya"ucap salah satu resepsionis itu dengan menahan tawa.


"lagi pula tipuan seperti ini sudah sangat sering,setiap hari ada banyak wanita yang datang kemari dan mengaku-mengaku sebagai istri,kekasih,kakak,ibu,dan tunangan Ceo!"ucap mereka lagi menatap Atalia dengan tersenyum sinis.


Atalia tak menunjukkan ekpsresi apapun,ia benar-benar tidak ingin berurusan dengan orang-orang seperti itu.


Karyawati yang melihat Atalia tampak nya kalah telak puas,namun baru saja mereka menatap Atalia sinis Pitter yang kebetulan keluar dari Lift CEO terkejut melihat sosok Atalia yang berdiri di depan meja resepsionis dan melihat orang-orang di sekitar nya tampak tak sopan terlebih dua resepsionis.


"Apa yang mereka lakukan!"gumam Pitter menghela nafas berat,kemudian dengan cepat menghampiri Atalia.


"Atalia!"panggil Pitter membuat Atalia menoleh begitupun orang-orang di sekitar nya.


"Kenapa kau berada di sini"tanya Pitter yang sebenar nya cukup terkejut Atalia mengunjungi perusahan itu.


Semua orang terkejut ternyata Pitter mengenal nya,bahkan memanggil nama nya.


"Aku ingin bertemu David"ucap Atalia.


"Baiklah aku akan mengantar mu,jika kau ingin kemari tidak perlu ijin lagi dengan resepsionis langsung saja gunakan lift ini"ucap Pitter mengajak Atalia untuk masuk ke lift khusus CEO.


"Baiklah kalau begitu aku tidak akan mengantar mu"ucap Pitter dengan sopan.


Atalia masuk ke Lift khusus CEO tanpa peduli dengan situasi orang-orang yang menatap nya.


"Apa yang kalian katakan pada nya?"tanya Pitter pada kedua resepsionis itu dengan tatapan tajam nya.


"Ti...ti...tidak ada apa-apa pak,kami tidak mengatakan apa-apa"ucap mereka gugup.


Pitter menghela nafas,"dia adalah kekasih CEO,kalian berani memperlakukan nya dengan buruk apa kalian ingin di pecat!"ucap Pitter dengan suara datar namun menekan.


Semua orang bahkan tak bisa mengatakan apa-apa,selain menundukkan wajah karna malu terlebih Kedua resepsionis itu,ternyata memang benar tunangan nya.


"Untuk selanjut nya aku tidak ingin melihat kalian memperlakukan nya seperti yang kalian Lakukan tadi,jika tidak jangan salah kan aku untuk tidak segan memecat kalian"ucap Pitter kemudian langsung pergi dari sana,kedua resepsionis itu takut dengan ancaman Pitter sebentar lagi perusahan itu akan sangat berkembang pesat mana mungkin mereka rela pergi

__ADS_1


***


David yang sedang fokus mengecek kembali hasil penelitian nya beberapa hari yang lalu,di kejut kan dengan kedatangan Atalia yang tiba-tiba."kenapa kau tiba-tiba datang?"tanya David langsung berdiri dan menghampiri Atalia.


Sebenarnya Atalia sudah beberapa detik berdiri di sana,ia masuk seperti angin hingga tidak membuat David sadar atau mungkin David terlalu fokus hingga tak menyadari kedatangan nya.


"Apakah tidak bisa?"tanya Atalia dengan wajah serius.


"Kenapa kau tidak mengatakan nya lebih dulu pada ku,setidak nya aku akan menjemput mu"ucap David menarik Atalia duduk di sofa.


"Karna itu aku tidak memberitahu mu"ucap Atalia lagi-lagi dengan ekspresi serius nya.


"Baiklah-baiklah kenapa kau selalu seserius itu"ucap David tidak habis fikir dengan Atalia,kemudian mengulur kan tangan mencubit pipi Atalia yang terasa begitu kenyal.


Atalia menatap David dengan kesal dan ingin menyingkirkan tangan David dari wajah nya,tapi David langsung melepas kan nya.


"Bisa kah kau memberikan ku senyum mu sekali saja ku mohon!"ucap David terpaksa menunjukkan wajah imut untuk meleleh kan kekasih nya itu.


"Wajah mu mengerikan dengan ekspresi anak kecil begitu!"ucap Atalia yang sebenar nya tertegun dengan wajah tampan David yang berubah imut.


"Kau tidak menyukai nya?"tanya David kemudian menghela nafas.


"Sebenar nya aku datang kemari ingin bertanya sesuatu"ucap Atalia membuat David menatapnya.


"Apa?"tanya nya dengan tatapan penuh kasih.


"Itu apa kau mempunyai sebuah kalung giok yang ada sejak kau kecil?"tanya Atalia cepat,hal itu membuat David langsung terdiam dan menatap Atalia serius.


"...Apa maksud mu ini"ucap David setelah diam beberapa detik mengeluar kan kalungnya yang tertutup kerah.


Atalia memicing kan mata nya mengingat kembali foto kalung milik Tuan Albert yang di tunjukkan oleh Zacky sebelum nya,sudut bibir nya sedikit melengkung,"ternyata benar dia mempunyai nya"gumamnya.


♧♧♧♧♧

__ADS_1


jangan lupa like...komen...vote...and rate terima kasih.


__ADS_2