RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Sakit hati


__ADS_3

"eh..ma..maaf yang mulia,sa..saya tidak bermaksud begitu mohon anda jangan marah dan menghukum saya!"ucap Cherly buru-buru dan langsung pergi dari hadapan kedua orang itu berlari menaiki tangga.


"yang mulia dia sangat lancang!!"ucap asisten itu ingin mengejar Cherly namun langsung dihentikan oleh Arkana.


''tidak perlu di pikirkan biarkan saja!",ucap Arkana dengan suara datar nya kemudian berlalu meninggalkan asistennya itu tanpa sedikit pun menoleh ke arah Cherly yang sekarang masih berlarian di tangga yang memang cukup panjang untuk sampai ke atas.


''wanita itu selalu seenak nya berbicara dengan yang mulia!"gumam asisten itu tidak senang,sebenarnya posisi nya sebelumnya adalah seorang Mentri tapi ia mengundurkan diri dari posisi itu dan memilih untuk menjadi asisten pribadi Arkana karna ia berfikir jika menjadi asisten akan lebih dekat dengan Arkana untuk mengajar-ajarinya secara Arkana masih sangat baru dan mungkin tidak mengerti banyak hal,meski sebelumnya para Mentri menolak hal itu tapi pada akhirnya mereka harus setuju karna Arkana setuju dengan alasan Mentri yang ingin menjadi asisten nya itu.


***


malam hari


"Italia kau baik-baik saja?"tanya Atalia yang sudah ada di rumah dan sekarang duduk di ruang keluar melihat Italia yang masuk dengan wajah basah dan berjalan tertatih-tatih.


tiba-tiba Italia duduk dan langsung memeluknya dengan erat,Atalia bingung dan khawatir ia mengusap-usap pelan punggung Italia.


"ada apa?"tanya nya dengan suara pelan.


Italia tak menjawab sama sekali ia hanya diam dan menangis dengan tersedu-sedu semakin memeluk erat Atali.


flasback off


"tolong jauhi Pitter,dia adalah pria yang akan menjadi suamiku sebentar lagi,karna kami sudah di jodohkan!"ucap Sasha tiba-tiba berbicara dari belakang Italia.


Italia terkejut mendengarnya,tas yang di pegang nya tiba-tiba jatuh entah kenapa mendengar itu hatinya tiba-tiba remuk dan sangat sakit.


''Sebelum ibu kak Pitter meninggal ia sudah menitipkan nya ke keluarga ku untuk di jodohkan dengan ku saat kami sudah dewasa,dan sekarang kami sudah dewasa dan itu akan di laksanakan bulan depan,jadi mohon mengertilah jangan mendekati nya lagi!"jelas Sasha dengan serius tatapan nya lurus pada Italia yang sekarang di depan nya dengan posisi membelakangi tapi ia tahu kalau sekarang Italia sangat terkejut dan kecewa.


"K..kau berbohong,Pitter bilang kau hanyalah teman nya!"ucap Italia dengan perasan yang sangat hancur sekarang,ia benar-benar tidak percaya mendengar nya,ia bahkan tidak sadar kalau suara nya bergetar.

__ADS_1


''Aku tidak berbohong,aku bisa bersumpah!"ucap Sasha.


''Sebagai calon istrinya aku tidak suka wanita lain mendekati calon suamiku,jadi aku harap kau bisa mengerti!",tambah Sasha,dan langsung berbinar saat melihat mobil Pitter sudah datang dengan cepat ia melangkah kan kaki berjalan melewati Italia untuk keluar dari gerbang perusahan.


Sasha dengan sengaja menabrak Italia dengan kuat hingga mereka berdua jatuh,membuat Pitter yang sudah ada di depan gerbang melihat itu sangat terkejut dan langsung berlari ke arah dua wanita itu.


Italia merasa kakinya sakit saat melihat Kakinya ternyata kakinya membengkak dan biru mungkin karna ia jatuh dengan keras,tapi itu tak sebanding dengan rasa sakit di hatinya mendengar ucapan Sasha.


Saat ia mengangkat pandangan nya,ia melihat Pitter berjalan ke arah nya dengan wajah panik tapi tunggu dulu Pitter memang berjalan ke arahnya karna Sasha ada di samping nya yang juga terjatuh bersamanya.


''Kau tidak apa-apa?"tanya Pitter membantu Sasha berdiri,tapi tiba-tiba Sasha jatuh dengan meringis kesakitan.


''kakiku sepertinya terkelip,aku tidak bisa berjalan!",ucapnya dengan wajah kesakitan membuat Pitter khawatir.


"Aku akan menggendong mu!"ucap Pitter tanpa ragu menggendong Sasha di depan Italia yang sekarang juga kesakitan karna kakinya membengkak.


Sumpah demi apapun hati Italia benar-benar sakit melihat nya,dadanya tiba-tiba sesak bahkan tanpa sadar bulir-bulir bening mengalir dari pelupuk matanya,tidak bisakah Pitter melihat nya sedikit saja.


"kau baik-baik saja?"tanya nya terdengar khawatir.


Italia yang menunduk menggelengkan kepalanya nya,ia tidak ingin memperlihatkan kalau ia sedang menangis.


Pitter tertegun melihat kaki Italia yang membengkak,ia tahu kalau Italia berbohong tapi Sasha semakin meringis kesakitan dan mengalungkan tangannya ke lehernya.


"kaki ku sangat sakit!",rengek Sasha tidak ingin Pitter membantu Italia.


"baiklah!"ucapnya dan langsung pergi.


Mendengar langkah kaki Pitter yang meninggalkan nya,Ia menjadi terisak dan tersedu-sedu,"hiks..hiks...kenapa dengan ku!!kenap aku bodoh sekali!!hiks...kenapa aku mencintai pria dengan sembarangan!!",tangis nya dengan berusaha berdiri tapi kakinya benar-benar sakit mungkin karna selama ini ia sangat jarang berolah raga dan terlalu memanjakan kakinya sehingga saat jatuh langsung jadi seperti sekarang.

__ADS_1


saat ia mencoba berdiri lagi dan hampir bisa berdiri dengan sempurna tiba-tiba kakinya kembali lemas dan tubuhnya hampir kembali terjatuh kalau tidak seseorang yang tiba-tiba muncul dan menangkapnya Dari belakang.


"Jangan memaksakan diri,kaki mu benar-benar bengkak biarkan aku mengantar mu!",ucap Pria yang mengangkatnya tak lain adalah Pitter yang memang kembali setelah mengantarkan Sasha ke mobil.


Entah kenapa semakin mendengar suara Pitter dan seperti menghawatirkan nya hatinya semakin sakit dan di remukkan,ia memalingkan wajah nya dan menggeleng.


",tidak perlu,aku bisa pulang sendiri!"ucapnya berusaha menguatkan kakinya dan berdiri menepis tangan Pitter dari pinggang nya.


"tapi bagaimana dengan kakimu?"tanya Pitter dengan sangat khawatir menangkap tangan Italia,tapi dengan cepat Italia menepisnya tapi ia juga langsung jatuh.


Pitter dengan cepat membantunya berdiri,tapi Italia lagi-lagi menepis tangan nya,"lepaskan!!!Jangan peduli dengan ku!aku membencimu!",teriaknya dengan suara terisak.


Pitter baru menyadari kalau ternyata wanita itu menangis setelah mendengar suaranya,tapi ia juga sangat tertegun mendengar ucapan Italia.


"jangan peduli padaku!aku bisa salah paham!"Ucap Italia megangangkat wajah nya yang sekarang basah karna begitu banyak air matanya yang mengalir.


"Aku..."Pitter terkejut mendengarnya.


"Aku bisa salah paham!!tolong... Jangan pedulikan aku pergilah!"Ucap Italia dengan suara terisak-isak dengan menyatukan tangan nya memohon pad Pitter.


Pitter merasakan sesuatu yang sakit di hatinya melihat Italia yang menangis seperti itu.


Italia dengan sekuat tenaga berdiri dan berjalan dengan tertatih-tatih meninggalkan Pitter yang masih berjongkok di tempat yang sama dengan perasaan yang bingung sekaligus sakit.


Kaki Italia bergetar menahan sakit,saat melihat supirnya datang ia sangat lega dan langsung terjatuh.


Pitter terkejut melihatnya dan langsung berlari tapi Supir Italia mendahuluinya dan membantu Italia masuk kedalam mobil.


flasback on

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2