
"bukan kah dia putra mu?",tanya Atalia mengalihkan pandangan nya dari layar ke arah Dian yang sekarang masih begitu tercengang.
"tidak!!apa yang sudah kau lakukan pada putra ku!!",teriak Dian dengan tidak terima langsung bangkit dan ingin berlari ke arah Atalia tapi David dengan cepat menahan nya.
"dia tidak mungkin seorang ******* kau pasti sudah menjebaknya!!putra ku bukan seorang ******* ini semua kebohongan!!!",teriaknya masih berusaha menggapai Atalia yang tidak jauh lagi dengan nya tapi David terus menahannya.
"apa yang kalian lakukan!!!jangan sentuh aku biarkan aku membunuh nya dia adalah orang berbahaya!!dia tidak bisa di Biarkan hidup!!!",teriaknya semakin marah dan tidak terima saat David meyerahkan nya pada dua pengawal kerajaan.
"cih besar sekali nyalinya datang-datang ke kerajaan dan menuduh tuan putri Atalia!"
"tidak tahu malu sekali,sudah tua tapi hatinya sangat jahat!"
"Putranya adalah seorang terorisme pastinya tidak jauh dari orang tuanya",
"menurut ku ini sudah begitu keterlaluan,menuduh tuan putri dengan begitu kejam dan masih ingin membunuh tuan putri,dia pantas mendapatkan hukuman berat!!"
"benar sekali,masih membuat keributan di hari pernikahan raja pantas mendapatkan hukum mati!"
"kurasa dia itu sudah gila!"
semua orang menatap nya dengan tatapan bermusuhan dan tidak suka.
"aku pernah dengar ******* yang meresah kan beberapa negara! akhirnya dia tertangkap juga!",
"sangat beruntung akhirnya ******* itu tertangkap juga,setidaknya tidak akan mengacaukan negara kami lagi!",
"tapi siapa pahlawan itu!dia sangat berani sekali ya menghadapi terorisme yang pastinya sangat menyeramkan belum lagi dia seorang wanita!",
"yang pastinya dia adalah wanita yang sangat hebat!",
"tapi apa kalian tidak curiga kalau dia adalah tuan putri Atalia, inisialnya adalah A dan sangat kebetulan video itu ada padanya!"
__ADS_1
"iya sebenarnya aku juga langsung berfikir seperti itu tadi"
"kalau aku sih sangat yakin,kalau tuan putri Ataliana adalah orang yang berinisial A itu!"
"wah kalau itu benar-benar dia, putri Ataliana adalah putri yang sangat hebat dan juga sangat cantik yang sangat mengagumkan!"
bisik-bisik para tamu itu menerka-nerka yang di pikirkan mereka.
"Aku akan membunuh mu lihat saja nanti!!!", teriak Dian menangis keras penuh emosi dengan tubuhnya yang terus di tarik oleh dua tentara itu.
"Kau tidak akan pernah punya kesempatan itu!! pengawal cepat bawa dia dan jangan lepaskan!",ucap Arkana dengan suara keras penuh penekanan.
Dian di bawa pergi dari aula itu dengan sangat tidak terhormat,sekeras apapun ia mencoba tentu saja tenaga nya sangat tidak bisa di bandingkan dengan kedua pengawal itu,bahkan tangannya dan bahu nya sangat sakit karna kedua pengawal itu.
"kami minta maaf atas ketidak nyamanan ini,semuanya sudah di bereskan kalian bisa kembali menikmati pestanya tidak ada yang perlu di khawatirkan lagi!",ucap Arkana membuat para tamu itu kembali menikmati pestanya duduk di meja masing-masing yang dengan berbagai hidangan di atas meja mereka.
video itu mati bersamaan dengan proyektor yang kembali k tertutup,dan Susana kembali tenang pengiring musik kembali memainkan biola dan alat musik mereka lain nya.
Italia dan Pitter juga ikut menghampiri Atalia,sehingga mereka berkumpul menunggu jawaban Atalia.
David tidak senang karna Atalia seperti di interogasi oleh orang-orang itu,ia menggenggam tangan Atalia,"jika Atalia tidak ingin memberitahu nya jangan memaksa nya!", Ucap nya kemudian menarik tangan Atalia menjauh dari mereka.
Atalia tidak menolak,lagi pula ia juga tidak ingin memberitahu mereka baginya itu bukan hal yang penting dan membanggakan untuk di beritahukan.
"sudahlah kak,mungkin memang bukan Atalia dan lagi pula meskipun dia yang melakukan nya mungkin dia tidak ingin memberitahu kita!",ucap Italia.
"benar,yang paling utama Atalia baik-baik saja!",ucap Arkana menarik nafas panjang dan tersenyum melihat Atalia yang berjalan bersama David,ia hanya ingin melihat adik-adiknya bahagia, terlebih Atalia yang akan bahagia bersama orang yang di cintainya setelah begitu banyak penderitaan yang di alami nya.
"Ma,ayo kita tidak perlu menganggu mereka!",ajak Tuan Albert membuat Yoria tersenyum.
"iya pa,hah... melihat mereka seperti itu mama benar-benar tidak sabar lagi pa mereka cepat-cepat menikah dan memberikan cucu untuk kita!",ucap Yoria dengan antusias.
__ADS_1
"bagaimana pun juga mereka akan secepatnya menikah, bersabarlah sebentar lagi ma!",ucap Tuan Albert memeluk bahu istrinya itu kemudian duduk di meja mereka.
Italia dan Pitter kembali ke meja mereka juga, Sedang kan Arkana kembali menghampiri Cherly yang duduk di temani oleh ibunya.
"Apa ada yang terluka?dan bagaimana dengan Atalia dia baik-baik sajakan",tanya Cherly setelah Arkana kembali duduk di samping nya.
"tidak ada yang terluka,dan Atalia juga baik-baik saja!",jawab Arkana.
"syukurlah!",ucap Cherly dan ibunya bersamaan.
"oh iya sampai kapan ini akan selesai,aku sudah sangat lelah!",keluh Cherly yang memang sudah sangat lelah,belum lagi dia tidak ada makan apa-apa sejak tadi pagi sehingga membuat perut nya cukup perih.
"Cherly bersabarlah, pernikahan ini harus selesai dulu baru beristirahat!",ucap sang mama.
"sabar sebentar lagi ya, sebentar lagi sel selesai kok!",Arkana bisa melihat ekspresi Cherly yang memang tampak kelelahan,tapi pernikahan itu memang harus selesai mereka tidak bisa meninggalkan begitu saja karna itu adalah peraturan kerajaan di manapun karna itu adalah bentuk penghargaan dan kesopanan pada para tamu yang sudah datang.
"Apa kau lapar?",tanya nya membuat Cherly terkejut itu adalah pertanyaan yang ia tunggu, tentu saja ia langsung mengangguk kan kepala nya dengan sangat bersemangat karna ia benar-benar sangat kelaparan.
Arkana merasa gemas melihat tingkah Cherly yang menjadi bersemangat,"baiklah!", ucapnya kemudian memanggil pelayan dan meminta nya untuk membawakan makanan untuk mereka bertiga tapi mama Cherly menolak dengan cepat.
"tidak,kalian makan lah berdua di sini mama memang ingin bergabung dengan papa!",tolak sang mama kemudian langsung pergi dari sana meninggal Cherly dan Arkana.
"baiklah ma hati-hati!",ucap Cherly,yang di pikiran nya sekarang hanyamengisi perut nya yang keroncongan.
tak berapa lama pelayan datang mendorong sebuah meja yang sudah di sajikan makanan mewah khusus untuk pengantin.
"bukan kah kau sangat lapar,ayo makan lah!", Ucap Arkana melihat Cherly yang masih diam saja memperhatikan makanan itu.
"siapa yang sangat lapar,aku tidak begitu lapar hanya sedikit saja!",bantah Cherly meskipun yang di katakan Arkana memang benar.
bersambung....
__ADS_1