
Pitter memutar gagang pintu kemudian mendorong nya dengan pelan,saat iya berjalan ke ruangan Atalia,iya cukup tak percaya melihat Teman sekaligus bos nya itu tertidur dengan lelap di samping wanita yang paling di benci nya itu.
David yang sensitif suara,langsung terbangun dan melihat Pitter sudah duduk di tempat tidur sebelah,dan menunjukkan deretan gigi putih nya.
"Kenapa kau datang?"tanya David duduk,dengan menyandarkan punggung nya,mata nya yang terlihat masih mengantuk menatap Pitter.
"aku khawatir kalian berdua di sini,takut nya ada orang jahat yang datang"ucap Pitter,yang mendapat tatapan kesal dan tajam dari David.
"hehe aku bercanda,ada yang ingin ku beritahu pada mu,sangat penting sebaik nya kita bicara di luar saja takut nya mengganggu istirahat Atalia juga"ucap Pitter,membuat David menghela nafas dan turun dari kasur.
sekarang kedua nya berdiri di balkon ruangan itu,tampak nya mereka sedang berbincang.
"pihak Perusahan Bigli resmi mengumum kan telah menjual perusahan mereka,bahkan dengan harga yang sangat murah,tetapi aku sudah berhasil mencari tahu siapa yang membeli nya,"ucap Pitter semangat,kemudian menatap lekat ke arah David.
"..mereka adalah orang dari perusahan Raksasa Dari amerika perusahan STARG"ucap Pitter.
David mengerut kan keningnya,''apa kau yakin?"tanya nya.
''aku sudah memeriksa nya dengan baik dan sangat detail,kalau itu memang perusahan STARG'',jawab pitter dengan sungguh-sungguh.
"heh jangan meremehkan ku,ingat kekuasan papa ku sudah berpindah tangan pada ku,jadi aku bisa mendapat kan informasi itu,ya...dari koneksi luas papa ku onformasi itu mudah ku dapatkan",jelas Pitter membuat david percaya.
"Bahkan perusahan Bigli sama sekali tidak tahu siapa pembeli perusahan mereka,seperti nya Perusahan STARG sengaja membeli nya atau mungkin mereka lah yang bermain di belakang''ucap Pitter lagi.
''mungkin kah CEO perusahan STARG si pembunuh misterius itu?karna CEO perusahan STARG tidak pernah di ketahui siapa,apalagi perusahan nya yang setiap tahun semakin besar saham nya terus melonjak tinggi,bahkan menduduki perusahan tercanggih terbesar dan perusahan paling berkualitas tinggi,tidak mungkin kalau dia bermain di belakang,"ucap Pitter terkejut dengan apa yang iya pikir kan.
''...mungkin saja itu benar,dan mungkin saja tidak'',ucap David kemudian berbalik untuk kembali masuk.
''aku pasti akan mencari tahu siapa CEO itu'',ucap Pitter menatap punggung David.
__ADS_1
''heh,identitas Wanita itu saja sampai sekarang kau tidak dapat,apa lagi identitas Orang misterius seperti CEO STARG'',sinis David,membuat Pitter sedikit kesal tapi memang benar apa yang di katakan David,tetapi Pitter tidak pernah tidak mencoba.
iya kembali berbalik menoleh ke langit malam yang di penubi bintang,''Pa,papa tenang saja aku akan menggunakan kekuasaan papa sebaik mungkin''gumam nya menatap ke langit malam dengan senyum,iya menunduk mengingat dulu saat sang papa masih hidup iya sangat membenci nya karna sifatnya.
"Atalia!!Atalia!!"panggil David yang terdengar di telinga Pitter,pria itu langsung masuk ke dalam menghampiri David.
"David ada apa?"tanya Pitter setelah menghampiri David.
"Atalia hilang!!"ucap David setelah melihat ke segala sudut ruangan,dan ingin berjalan keluar.
"hilang bagaimana!!?"tanya Pitter menoleh ke tempat tidur Atalia,yang sekarang kosong,iya kembali menoleh ke arah David,namun pria itu sudah berlari keluar.
"David tunggu!!!"panggil nya mengejar David.
...
di lorong rumah sakit Dua pria Asia berlari dengan panik,membuat para penghuni Eropa yang berlalu lalang di rumah sakit itu heran.
"maaf Tuan kami tidak tahu,ada banyak pasien yang keluar dengan ciri-cir yang tuan berikan"jelas resepsionis itu,membuat David dan Pitter kesal.
"tidak berguna!!"decih David dan langsung berlari keluar rumah sakit,di ikuti Pitter.
...
David Menelfon seseorang,sedangkan Pitter bertanya pada penjaga rumah sakit yang terus stay di depan rumah sakit itu.
"maaf tuan,saya tidak terlalu memperhatikan penampilan mereka,tapi baru saja ada mobil hitam yang membawa seorang pasien yang sepertinya pasien itu belum sadar yang membuat saya sedikit curiga tadi",ucap penjaga rumah sakit itu bersungguh-sungguh.
David langsung berhenti berbicara pada orang di balik telfon dan menatap ke arah Penjaga rumah sakit itu dan Pitter,dan langsung menghampiri mereka.
__ADS_1
"lalu kemana dia pergi?"tanya nya pada penjaga keamanan itu dengan nada mengintimidasi.
Pitter yang melihat ekspresi takut penjaga keamanan,dan langsung mengalih kan pembicaraan dengan tersenyum,"lalu apa yang membawa nya adalah pria atau wanita?"tanya Pitter.
"Pria tuan-tuan,dan mereka pergi ke arah sana"ucap penjaga itu menatap David dengan segan.
"terimakasih pak,maafkan teman saya orang nya memang seperti itu"ucap Pitter tersenyum canggung dan langsung menarik David pergi dari sana.
...----------------...
Pria berpakaian rapi itu terus menyetir,dan menoleh ke samping nya,''apa ada orang yang curiga tadi?"tanya pria itu pada teman nya di sebalah.
''tenang saja,tidak ada orang yang curiga''jawab nya.
''hei jangan banyak bicara,lihat lah kondisi nya seperti nya semakin tidak baik-baik saja''ucap seorang pria yang duduk di kursi belakang dengan seorang wanita berpakaian rumah sakit dengan tidak sadarkan diri yang tak lain adalah Atalia,pria itu menjadikan kaki nya menjadi bantal untuk Atalia.
''ck,diam lah sampai di sana juga akan mati,untuk apa menjaga kesehatan nya sekarang''sinis pria yang mengemudi.
''Tapi bukan kah Tuan dan teman-teman nya juga akan bersenang-senang dulu dengan nya,jika terjadi sesuatu sebelum sampai ke sana kita juga akan mati''ucap pria yang berada di samping Atalia yang sampai sekarang masih belum sadar kan diri.
''ck akh merepot kan sekali,dia juga tidak akan mati lihat saja,wajah nya tidak pucat bahkan seperti seorang yang tidur''ucap pria pengemudi itu tidak peduli.
''tetap saja dia ini sedang koma''jawab pria di belakang menatap sinis ke arah teman nya itu,kemudian menoleh ke arah Atalia yang terus tak sadar kan diri di kaki nya.
''diam lah,jaga dia saja sebentar lagi juga akan sampai''decak pria yang duduk di samping kemudi.........
akhir nya ketiga pria itu terdiam,namun dalam keadaan hening pria di belakang itu merasakan pergerakan di kaki nya,kemudian menunduk untuk melihat Atalia yang berbantalkan kakinya.
mata pria itu membola seperti melihat seorang hantu.
__ADS_1
###
like...