RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
kemoterapi pertama


__ADS_3

di lorong rumah sakit yang sepi Seorang wanita berjalan dengan perlahan,suara tumit sepatu nya membuat kesan horor terlebih saat ia tersenyum miring,"mengidap kanker otak stadium akhir!"ucap nya dengan menyungging kan senyum devil.


"bagus sekali,aku tidak perlu repot-repot membereskan mu,sebentar lagi juga akan mati!"ucap nya,kemudian mengambil ponsel nya menghubungi seseorang.


📞"bagaimana,katakan apakah adiknya itu masih tidak setuju?"tanya pria misterius di balik telfon.


"bukan itu yang ingin ku katakan,tapi adiknya bernama Atalia itu mengidap kanker stadium akhir"ucap nya membuat pria misterius di balik telfon sangat terkejut mendengar nya.


📞"benarkah?hahahaha....bagus lah itu adalah hal yang bagus!"ucap pria itu terdengar tertawa puas,tapi seketika langsung terdiam.


📞"tapi ingat tetap awasi perkembangan nya,dia adalah orang yang paling berbahaya dari ketiga saudara itu kau jangan menganggap remeh,jangan biarkan dia sampai sembuh!pastikan dia harus mati!"ucap pria misterius itu tiba-tiba dengan suara menyeram kan dan tegas.


"tenang saja,meskipun dia sehat dia tidak akan sebanding dengan ku yang seorang master bela diri berIQ tinggi ini"ucap wanita itu dengan percaya diri.


📞"jangan terlalu percaya diri begitu"sinis pria di balik telfon itu.


"Xia!!"panggil seseorang dari belakang wanita itu,membuat nya terkejut dan langsung memutuskan panggilan dan berbalik melihat ke belakang,terlihat sosok Arkana berdiri tidak jauh dari nya.


"Arkana"ucap wanita itu yang tak lain adalah Xia,ia berusaha menutupi kegugupan nya takut jika Arkana sudah mendengar mereka berbicara.


Arkana memperhatikan Xia yang terlihat gugup dan takut membuat nya bingung,"ada apa?"tanya nya dengan suara datar dan dingin.


"tidak ada apa-apa!"jawabnya tersenyum paksa.


"sedang apa kau disini?"tanya Arkana lagi,membuat Xia kesuahan menelan ludah nya.


"aku...aku tadi ingin menjengkuk adikmu tapi saat melihat ada banyak orang di depan ruangan nya,aku merasa sedikit tidak nyaman,jadi aku mengurung kan niat ku dan ingin pergi tadi"jawab nya mencari alasan.


"Tidak perlu menjenguk nya"pungkas Arkana langsung membuat Xia menjadi canggung karna Arkana berbicara dingin pada nya begitupun dengan sikap nya yang tidak seperti biasanya.


"tap..tapi kenapa?ak...aku hanya ingin menjenguk nya saja!"ucapnya.


"tidak perlu,sekalian saja aku ingin mengatakan kalau pernikahan kita dibatalkan mulai sekarang kita tidak ada hubungan apapun lagi"ucap Arkana dengan tegas dan serius.


"haha apa yang kau katakan,bagaimana bisa batal seperti itu saja,Arkana pernikahan kita hanya menghitung hari lagi"ucap Xia tidak percaya mendengar ucapan Arkana.

__ADS_1


"Maafkan aku,tapi itu adalah keputusan terkahir ku,mulai saat ini kita tidak akan ada hubungan apapun lagi mohon mengertilah"Setelah mengatakan nya Arkana memasukkan tangan nya kedalam saku berbalik dan berjalan meninggal kan Xia yang masih di posisi yang sama.


melihat Arkana yang berjalan menjauh entah kenapa ada sesuatu yang janggal di hatinya,"apa-apaan ini,apa mungkin secara tidak sadar aku mempunyai perasaan padanya!"gumamnya dengan tidak percaya tapi ia berusaha menepis perasaan itu.


"sialan!!ini pasti karna wanita berpenyakitan itu,padahal rencana ku masuk kerajaan dan menguasai kerajaan sudah hampir berhasil!!''gerutu nya dalam hati,merasa tidak terima.


"lihat saja!!aku tidak akan membiar kan mu hidup lebih lama lagi!!"kesal nya kemudian kembali melangkah kan kaki menelusuri lorong untuk keluar dari rumah sakit itu.


***


keesokan harinya


Atalia sudah duduk di kursi roda dengan bantuan David.


"ini adalah hari kemoterapi pertama mu"ucap David berjongkok di depan Atalia untuk menyetarainya,kemudian mencolek hidung Atalia.


"aku tahu kau pasti bisa"ucap David tersenyum,kemudian memakaikan topi rajut ke kepala Atalia yang sudah banyak rontok bahkan di beberapa sisi hampir kehabisan rambut.


"terimakasih"ucapnya bibir pucat nya melengkung sempurna,ia sangat bahagia di saat-saat kondisi nya seperti sekarang ini David ada di sisinya dan menemani nya.


Atalia tersenyum dan mengangguk,"ya aku sudah siap!"ucap nya.


Rasanya hati David remuk melihat kondisi Atalia sekarang terlebih melihat senyum itu,ia kemudian berdiri dan berpindah ke belakang Atalia untuk mendorong kursi rodanya.


sementara David mendorong Atalia Paul dan dokter lainnya mengikuti dari belakang untuk menuju ruangan khusus untuk Atalia kemoterapi.


"sialan mereka,kenapa sampai detik ini belum juga memberi kabar apapun,di telfon saja tidak di angkat!!"ucap Paul dalam hati sembari terus melangkah kan kaki mengikuti David yang mendorong kursi roda Atalia.


***


mereka sampai di ruangan yang lebih luas dan lebar,namun udara yang tidak bebas membuat Atalia sedikit murung namun ia kembali tersenyum ia harus mempunyai semangat untuk sembuh.


Atalia melihat kesegala arah,''ini adalah tempat ku beberapa hari kedepan"ucap Atalia masih memperhatikan sekeliling nya.


David berjongkok di sebelah kursi roda Atalia,"bukan tempat mu saja,ruangan ini juga akan menjadi tempat ku beberapa hari kedepan bersama mu"ucap David kemudian sedikit berdiri untuk mencium kening Atalia.

__ADS_1


''Tuan,kami harus membawa nona ini untuk diberikan suntikan sebagai kemoterapi pertama hari ini"ucap salah seorang dokter yang tadinya datang bersama mereka.


''aku akan menemani nya!"ucap David memegang kursi roda Atali.


''kami khawatir tuan tidak akan tahan melihatnya"dokter itu berkata dengan serius.


''tidak apa-apa!"ucap David kemudian mendorong kursi roda Atalia.


***


David mengangkat Atalia dari kursi roda untuk di baringkan di tempat yang sudah di sediakan,dimana sudah ada empat dokter yang berbaris di sebelah tempat tidur itu.


''ini adalah suntikan cairan ke otak dan tulang belakang''jelas Paul mengambil suntikan yang sudah di sediakan.


"tuan David bolehkah membalikkan tubuh nona Atalia,saya akan melakukan suntikannya di punggung''ujar Paul.


''biar aku saja''ucap Atalia berusaha membalikkan tubuhnya,melihat Atalia kesusahan David membantu nya dengan perlahan.


Saat Paul mengeluarkan suntik yang sangat besar membuat David sangat terkejut,''kenapa suntikan nya begitu besar!?"tanyanya.


''tenang saja Tuan,saya sudah membuah jarum nya kecil,saya menggunakan suntikan besar ini karna cairan yang di suntikan cukup banyak''jelas seorang dokter yang berdiri di samping Paul.


Paul mengambil gunting untuk menggunting sedikit bagian pakaian Atalia tepatnya pakaian di bagian tulang belakang agar bisa melakukan suntikan pada punggung Atalia,jika seluruh punggung Atalia di buka ia yakin David pasti tidak akan setuju.


Ia menggunting pakaian nya sebesar satu telapak tangan,kemudian mulai menusuk kan jarum suntik ke tulang belakang Atalia.


David menguatkan diri melihat jarum suntik itu menembus kulit Atalia tepat nya di tulang belakang dan itu pasti sangat sakit,ia menggenggam tangan Atalia,ia fikir Atalia bergetar karna kesakitan tapi nyata nya tidak.


bahkan setelah 10 menit cairan di dalam suntik itu belum juga habis,darah Atalia cukup banyak yang keluar dari sela jarum itu,David tidak tega melihat nya betapa sakit nya itu.


para dokter lainnya memberikan cairan lain nya lagi untuk di suntikkan,David fikir itu sudah selesai namun nyata nya tidak saat melihat para dokter itu mengisi suntik lagi.


Sebenar nya itu sakit untuk Atalia,tapi ia bahkan sudah pernah merasakan hal yang lebih dari sakit itu dulu,jadi ia bisa tahan bahkan sampai dua puluh menit pun jarum suntik itu belum juga selesai memassukkan cairan ke tulang belakang nya yang juga akan mengalir ke otak nya.


bukan nya tangan Atalia yang bergetar tapi tangan David yang bergetar karna melihat suntikan itu begitu lama,ia takut Atalia begitu kesakitan bahkan ingin sekali rasanya ia berganti posisi dengan Atalia agar ia yang merasakan sakitnya.

__ADS_1


bersambung...


__ADS_2