RAHASIA GADIS BISU

RAHASIA GADIS BISU
Surat cerai


__ADS_3

Pitter melihat Bagaimana David mengelus rambut Atalia dengan sangat lembut,''dia benar-benar jatuh cinta sekarang,siapa yang dulu pernah bersumpah akan menjadi anjing'',sinis Pitter meledek David dalam hati.


Atalia membuka mata nya,memperhatikan sekeliling nya yang seperti nya sebuah kamar,dan seperti nya pesawat itu pribadi,iya kemudian menoleh ke arah pria tinggi dengan posisi membelakanginya yang seperti nya sedang menelfon seseorang.


"hm,urus semuanya"ucap David mengakhiri telfon kemudian berbalik dan berjalan keluar dari kamar itu dan menutup pintu dengan pelan.


iya mengetuk pintu sebuah kamar yang masih ada satu di pesawat itu dimana Pitter sedang beristirahat,tapi iya langsung membuka nya,"ada apa?"tanya nya.


namun David langsung masuk begitu saja ke dalam dan langsung duduk di sofa dengan melipat kaki dengan gaya arogan nya.


"Bagaimana dengan perkembangan perusahan itu?"tanya nya saat pitter sudah duduk di depan nya.


"selama 2 minggu ini perkembangan nya cukup bagus dan cepat, sudah bertambah beberapa orang yang berinvestasi,dan saham sudah naik dan mencapai angka bersih 50 miliar,meskipun memang sprempat saham nya belum mendekati saham perusahan Jhon"jawab Pitter.


"50 miliar juga tidak masalah"ucap David menghela nafas,kemudian berdiri dan langsung keluar dari kamar itu,tapi sebelum itu Pitter menghentikan nya.


"apa kau akan tidur di kamar yang sama dengan Atalia?"tanya nya membuat David berbalik menoleh k arah nya.


"kenapa?apa ada masalah?"tanya David dengan wajah datar dan dingin.


Pitter dengan cepat menggeleng kan kepala nya,tadi nya iya ingin menggoda teman nya itu tapi siapa sangka David tetap bersikap dingin seolah tak peduli dengan godaan nya.


David kembali ke kamar dimana Atalia masih terjaga,dan melihat ke ponsel nya.


"kenapa kau belum tidur?"tanya David setelah menutup pintu dan menatap Atalia dengan tajam bak elang.


Atalia memaksakan senyum nya,tidak ingin berdebat dengan pria itu,dan memilih menutup tubuh nya dengan selimut dan memaksakan diri untuk tidur.


Karna tempat tidur hanya ada satu di ruangan itu,Pada akhir nya David hanya bisa tidur di sofa tanpa menggunakan selimut dan bantal.


...


di sisi lain

__ADS_1


"dia memang benar tertembak,tapi dia menggunakan pistol canggih",ucap pria tiongkok itu pada ke empat orang bawahan nya yang tadinya mengintai apertemen di mana Atalia tinggal,mereka mengagguk mengerti dan takjub dalam diam.


"Lalu apa kalian menemukan pergerakan yang akan di lakukan?"tanya nya kembali.


"tidak ada sama sekali tuan,dia hanya berdiam di rumah tanpa melakukan sesuatupun,tapi yang aneh nya dia seperti nya bisu,dia berbicara melalui gerakan tubuh"ungkap salah seorang bawahan itu dengan menunduk.


pria tiongkok itu memutar kepala nya melihat keluar jendela,"apa dia bisu?"gumam nya menatap tajam.


"keluar"ucap nya pada ke empat bawahan nya itu,membuat mereka terbirit-birit keluar takut tuan nya akan tiba-tiba marah.


setelah ke empat orang itu keluar iya membuka,"lihat bagaimana aku akan memperlakukan mu anak kecil"Ucap nya dengan senyum sumringai.


...


Pukul 12 malam pesawat mendarat di bandara pribadi milik keluarga Jhon,di sana sudah ada Keluarga David yang menunggu dengan wajah-wajah sangar,dan emosi saat melihat David turun dan menggendong wanita bisu yang mereka tidak sukai.


Namun David sama sekali tidak peduli dengan tatapan tak suka dari Keluarga nya,iya dengan langkah tegas masuk ke mobil yang sudah di siap kan sebelum nya oleh Pitter sebelum turun dari pesawat.


David tidak menoleh sama sekali,dan membaring kan Atalia di dalam mobil setelah itu iya baru menoleh dan berjalan ke arah keluarga nya,saat sudah berdiri di depan keluarga nya.


"maaf kakek sebaik nya kita bicara di rumah saja"ucap David dengan sopan pada sang kakek dan membantu nya untuk masuk ke dalam mobil pribadi pria tua itu.


"jangan coba-coba mengalih kan kemarahan ku!"ucap sang kakek begitu menurut dan masuk ke dalam mobil dengan bantuan David.


Setelah menutup pintu mobil,Iya menatap sang ayah yang sedari tadi menatap nya dengan tajam.


"Justin nanti di bahas di rumah saja"ucap nenek tua yang di gandeng oleh seorang wanita yang tak lain ibu David yang memang tak suka akan sikap putra nya.


Justin mengehela nafas panjang kemudian berjalan melewati David masuk ke mobil nya di ikuti oleh dua wanita,setelah kedua mobil itu berlalu meninggal kan nya,Senyum sinis pada diri sendiri terlintas di wajah Tampan David.


Pitter berjalan mendekati David yang masih terdiam menatap kepergian kedua mobil keluarga nya itu,iya menepuk bahu David,"jika kau masih ragu,tidak perlu lakukan dulu kau bisa membujuk atau meyakin kan mereka dulu"ucap Pitter dengan suara pelan.


"hm,tapi mereka semua adalah orang-orang keras kepala yang tidak akan mendengar apapun yang sudah membuat mereka malu,dan keputusan mereka tak akan bisa di ganggu gugat lagi"sinis David membuang muka,dan berjalan ke mobil di mana Atalia sekarang.

__ADS_1


Namun tanpa mereka ketahui Atalia sudah melihat semua nya,namun saat melihat David berjalan menuju mobil iya kembali berpura-pura tidur seolah-seolah tidak melihat apa-apa.


Pitter menghela nafas panjang dan mengikuti David masuk ke dalam mobil.


...


Mereka akhir nya sampai di kediaman keluarga Jhon bak istana.


David turun tanpa membawa Atalia,membiar kan nya tidur di dalam mobil,sebelum keluar dari mobil iya menatap Wajah Atalia cukup lama meyakin kan diri sendiri.


kedua pria tampan itu masuk bersamaan ke dalam kediaman itu,dan di ruang tamu lima orang sudah menunggu mereka dengan wajah dingin.


''duduk''ucap Justin dengan menatap tajam putra nya itu,David menurut dan duduk di samping sang ayah,sedang kan pitter berdiri di samping David.


Ruangan itu tiba-tiba berubah tegang,pada akhir nya suara kakek terdengar dan menggema tegas di ruangan itu,''baca surat ini dan tandatangani''ucap sang kakek menyerahkan sebuah kertas.


David menerima nya kemudian membaca nya,meski sejak awal iya sudah tahu isi surat itu adalah perjanjian peceraian dengan Atalia,iya kembali meletakkan nya di meja dan diam beberapa detik,tatapan semua orang mengarah pada nya.


''aku tidak setuju''ucap nya membuat mereka terkejut dan langsung naik darah.


bak....


sang kakek menghentakkan tongkat nya dengan kuat,dan langsung berdiri karna marah.


''aku tidak menerima persetujuan mu,kau hanya perlu menyetujui nya saja!!!"teriak sang kakek dengan sangat marah menunjuk-nunjuk wajah David.


...


like...


komen...


vote....

__ADS_1


__ADS_2