RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
NONA LILI HUANG


__ADS_3

Katarina mulai mempelajari letak kursi dan semua barang yang berada di dalam rumah kecil tersebut.


"Nona, apa yang sedang nona lakukan?"


"Aku sedang mempelajari letak rumah ini bi, aku hanya tidak ingin merepotkan bibi saja jika bibi terus menemani aku, kita tidak akan pernah bisa bekerja untuk memenuhi kebutuhan kita."


"Tapi bibi tidak keberatan jika harus menemani nona Katarina."


"Tapi aku yang keberatan bi, kita pergi dari kediaman keluarga Chou tidak membawa harta apapun, jadi kini saatnya kita harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup kita, Katarina akan belajar untuk tidak menggandalkan orang lain bi."


Katarina mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme dengan tersenyum dan hari ini Katarina berusaha untuk lebih lagi bisa menerima keadaan nya, Katarina mulai sadar jika dia larut di dalam kesedihan hal itu tidak akan dapat mengubah apapun yang sudah terjadi, hidup harus tetap berjalan dan belajar untuk tidak melihat ke belakang.


"Maafkan bibi nona."


"Tidak perlu meminta maaf bi."


"Esok hari bibi akan kembali bekerja mengurus ladang, bibi memiliki sedikit lahan untuk bisa di urus dan hasilnya bisa di jual."


Katarina terdiam mendengarkan perkataan bibi Meme.


"Bi, maafkan Katarina jika mengurus ladang mungkin Katarina tidak bisa membantu banyak."


Katarina mengatakan hal tersebut sambil menundukkan kepalanya, Katarina yang buta tidak bisa berbuat banyak untuk membantu bibi Meme dalam mencari uang untuk kehidupan mereka berdua.


"Tidak masalah nona, bibi sudah biasa melakukan hal itu, nona cukup tinggal di rumah saja, dan mungkin nona bisa membuatkan masakan untuk bibi, nanti bibi ajarkan nona untuk memasak bagaimana?"


Bibi mengatakan hal tersebut kepada Katarina agar Katarina merasa terhibur dan tidak rendah diri.


"Aku setuju bi."


"Baiklah nona, kita sudah lelah di dalam perjalanan, dan hari juga mulai malam, alangkah baiknya kita beristirahat."


"Ya bi, aku juga sudah lelah."


Katarina mengatakan hal tersebut karena dirinya baru sadar jika seharian ini telah banyak sekali melakukan aktivitas.


Dengan sabar bibi Meme menuntun Katarina untuk masuk ke dalam kamar baru yang tentunya tidak akan se mewah kamar di kediaman keluarga Chou, satu kamar sempit, dan panas kini akan menjadi tempat Katarina tidur sehari - harinya.

__ADS_1


"Selamat tidur Katarina, kau pasti bisa melalui semua ini, aku percaya bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan ku, segala sesuatu yang sudah terjadi akan menjadikan aku lebih dewasa di dalam segala hal."


Di atas tempat tidur yang keras, malam hari ini Katarina mengatakan semua hal itu, Katarina mencoba untuk menguatkan dirinya sendiri agar Katarina tetap bisa menjalani setiap kehidupan nya tersebut.


Sementara itu satu mobil mewah memasuki gerbang utama satu salah satu mansion terbesar di Negara C.


Satu orang laki - laki tampan, bertubuh kekar, dan memakai kacamata hitam keluar dari dalam mobil mewah tersebut.


Saat laki - laki tampan tersebut keluar, semua pelayan membungkukkan badan memberikan hormat kepadanya.


"Selamat datang tuan muda Leo Huang."


Semua pelayan mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang dengan membungkukkan badan mereka.


"Selamat datang kembali tuan Leo."


Satu orang wanita paruh baya membungkukkan badan kepada Leo Huang.


"Selamat malam bibi Ai."


Leo Huang menyapa wanita paruh baya tersebut dengan sebutan bibi Ai, bibi Ai adalah pelayan paling senior di kediaman Leo Huang, selama ini Leo Huang selalu mempercayakan urusan mansion kepada bibi Ai jika dirinya sedang tidak berada di mansion.


"Nona muda hari ini terus menanyakan kapan tuan muda akan kembali."


"Dimana nona muda sekarang?"


"Nona muda berada di dalam kamarnya tuan Leo."


"Baiklah, malam hari ini aku akan tidur di kamarnya."


"Baiklah tuan Leo Huang"


Bibi Ai kembali membungkukkan badannya dan menerima jas yang telah dilepaskan oleh Leo Huang, setelah itu bibi Ai segera bergegas pergi dan Leo Huang berjalan menuju ke salah satu kamar yang selalu dia rindukan ketika dia kembali ke Negara C.


"Selamat malam nona muda ku tercinta."


Leo Huang membuka kamar dan mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


"Papa sudah pulang?"


Satu gadis kecil berusia enam tahun begitu gembira ketika mengetahui orang yang telah lama dia rindukan kini telah kembali.


Dengan cepat gadis kecil tersebut turun dari atas tempat tidur, berlari menghampiri Leo Huang yang saat ini masih berdiri depan pintu kamar.


"Papa, Lili rindu papa."


Lili Huang mengatakan hal tersebut sambil memeluk Leo Huang dengan sangat erat.


"Papa juga merindukan mu sayang, bagaimana hal apa saja yang telah kau lakukan hari ini?"


Leo Huang berusaha untuk mengalihkan rasa bersalah nya karena selama ini jarang kembali ke Negara C dan tidak berada di samping putri kecilnya tersebut.


"Papa, aku tidak melakukan apa - apa, aku hanya ingin bersama dengan papa."


Lili Huang kembali mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang sambil memeluknya lebih dalam.


"Baiklah malam hari ini papa akan menemani mu tidur sayang, nona muda kesayangan papa, harta paling berharga yang papa miliki."


Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat Lili Huang.


"Ayo papa kita tidur."


Dengan polosnya Lili Huang mengatakan hal tersebut sang Ayah dan mengajak Leo Huang untuk masuk ke dalam dan tidur di sampingnya.


Pelukan Leo Huang dengan cepat bisa membuat putri kecilnya tersebut tertidur, rasa rindu akan pelukan seorang Ayah membuat Lili Huang gadis kecil berusia enam tahun tersebut sangat merasa nyaman di dalam pelukan dan langsung memejamkan matanya.


"Kau tau Louisa sudah enam tahun kau menghilang dari kehidupan ku, dari kehidupan Lili, apakah kau pernah merindukan Lili? kau wanita yang sampai saat ini masih aku cari, karena aku akan menuntut tanggung jawab mu sebagai seorang Ibu yang meninggalkan anaknya begitu saja setelah melahirkan, aku bersumpah akan terus mencari keberadaan mu dan membawa mu kembali pulang, lalu melakukan perhitungan terhadap mu."


Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil membelai pipi gadis kecil yang kini tertidur nyenyak di dalam pelukannya.


Rasa dendam yang begitu besar saat ini masih menguasai hati dan pikiran Leo Huang, dendam kepada wanita yang tega meninggalkan putri kecil mereka, kepada wanita yang sampai saat ini tidak diketahui keberadaan nya, dan alasan mengapa dia tega melakukan hal ini.


Di dalam pekatnya malam, Leo Huang tertidur dengan dendam yang masih melekat erat di dalam hati dan pikirannya serta sumpah yang selalu dia ucapkan untuk memberikan perhitungan terhadap wanita yang tega meninggalkan dirinya dan juga putri kecilnya tersebut.


"Selamat pagi nona Katarina."

__ADS_1


Pagi ini bibi Meme masuk ke dalam Katarina, membuka jendela kamar dan juga membangunkan Katarina yang masih tertidur dengan lelap.


__ADS_2