
"Sekarang aku serahkan keputusan di dalam tangan mu, kau mau berteriak? silahkan, karena jika orang tau kau berteriak karena hendak di bantu oleh suami mu sendiri, maka semua orang yang akan menertawakan mu."
Katarina langsung terdiam dengan semua hal yang saat ini di katakan oleh Leo Huang, memang benar apa yang telah dikatakan oleh nya, jika dia berteriak dan orang - orang mengetahui dia berteriak karena hendak di bantu oleh suaminya sendiri, semua orang akan menertawakan nya.
"Diam dan tenanglah."
Leo kembali maju, membuka kancing baju Katarina bagian depan dan mulai membasuh badan Katarina.
Mata Katarina tertutup, tubuhnya merasa sangat jijik ketika tangan Leo Huang kini kembali menyentuh tubuh nya, menyentuh beberapa kali area sensitive nya, meskipun Leo Huang hanya membantu membasuh Katarina dengan air hangat, namun rasa sakit hati Katarina kembali terasa,sumpah serapah, kutukan demi kutukan mulai Katarina lontarkan di dalam hatinya.
Leo Huang begitu puas melihat reaksi demi reaksi Katarina saat tangan nya mulai menyentuh tubuh mulusnya kembali
"Sudah selesai."
Leo Huang membantu menutup dengan selimut tubuh Katarina bagian atas yang sudah terbuka karena telah di basuh air hangat oleh Leo.
"Aku benci kau Leo Huang!"
Kata - kata itu yang di ucapkan Katarina dengan pelan saat Leo Huang membantu menutup tubuh Katarina.
Leo mendengarkan semua perkataan tersebut, namun Leo berpura - pura tidak mendengarkan, hatinya tertawa, batin nya terasa puas jika saat ini dia bisa mendengarkan sumpah serapah yang telah di keluarkan oleh Katarina untuk nya.
"Apakah kau mau ikut aku?"
Pertanyaan Leo membuat Katarina langsung kembali tersadar dan berhenti mengucapkan sumpah serapah nya di dalam hati untuk Leo.
"Tidak mau!"
__ADS_1
Dengan tegas Katarina mengatakan hal tersebut kepada Leo.
"Baiklah jika kau tidak mau ikut, padahal aku akan pergi ke ruang rawat Lili."
Deg
Katarina langsung ingin menarik kata - katanya saat nama Lili di ucapkan.
"Kau akan kesana?"
"Kenapa kau mau ikut?"
"Iya."
Kata - kata tersebut di ucapkan Katarina dengan sangat perlahan.
"Tunggu."
Namun tanpa butuh persetujuan dari Katarina Leo langsung menggendong Katarina dan mendudukkan nya di atas kursi roda.
"Taruh infus itu di pangkuan mu."
Secara tidak sadar Katarina mengikuti semua hal yang telah diperintahkan oleh Leo.
Dengan tenang dan tersenyum penuh kemenangan Leo mendorong kursi roda Katarina tersebut untuk menuju ke ruang rawat Lili.
"Mama, papa."
__ADS_1
Sesampainya di ruang rawat Lili langsung mengatakan hal tersebut kepada Katarina dan juga Leo.
"Sayang bagaimana keadaan mu."
Tangan kecil Lili Langsung mengenggam tangan Katarina.
Di saat itulah Leo merasakan ikatan batin yang begitu kuat antara putrinya Lili dengan Katarina.
"Lili baik - baik saja mama, mama sakit karena Lili yah? maafkan Lili mama."
Hati Katarina tersentak ketika mendengarkan perkataan polos tersebut.
" Sayang mama baik - baik saja, semuanya pasti akan baik - baik saja."
Katarina yang duduk di atas kursi roda mengatakan hal tersebut kepada Lili.
"Papa."
Deg
Leo Huang yang sejak tadi asyik memperhatikan Lili dan juga Katarina berbicara kini langsung mendekat ke arah Lili ketika Lili memanggil nya.
"Ya sayang."
"Papa harus berjanji satu hal kepada Lili."
"Katakan saja sayang."
__ADS_1
"Papa harus menjaga Mama dengan baik itu yang Lili minta."