RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
KEMATIAN JIN LEE


__ADS_3

Sungguh pemandangan yang membuat hati Leo ingin menangis, satu wanita yang dia cintai harus di perlakukan seperti itu, di ikat ke dua tangan dan kakinya di atas tempat tidur, dan kini harus diberikan obat penenang untuk membuat perjalanan ini bisa tiba dengan baik di Negara C.


"Bagaimana Leo apakah kau akan berangkat saat ini juga?"


Gerald yang tjba - tiba datang langsung menepuk pundak Leo dan membuat Leo berpaling ke arah nya.


"Ya Gerald lebih cepat lebih baik."


Leo mengatakan hal tersebut sambil melihat para dokter sedang melakukan pemindaham untuk Cassandra.


"Kau pasti kuat Leo, aku yakin itu."


Gerald yang melihat keadaan Cassandra mencoba untuk memberikan penguatan kepada Leo Huang, sungguh sebenarnya hati mengatakan tidak tega tapi itu tidak akan pernah Gerald ucapkan kepada Leo Huang.


"Terima kasih Gerald, aku tidak akan pernah melupakan semua jasa - jasa mu dengan Wen Li selama aku berada di Negara ini."


"Tak perlu kau berkata seperti itu, aku sudah menganggap mu sebagai saudara kandung ku sendiri, jadi sudah sepantasnya kita saling membantu."


"Tuan Leo semuanya sudah siap."


"Baiklah, terima kasih."

__ADS_1


"Sampai jumpa Gerald."


Leo mengatakan hal tersebut sambil memeluk erat Gerald dan setelah melakukan hal tersebut dengan perlahan Leo langsung menghilang dari pandangan mata Gerald.


"Halo, baik tuan James aku akan segera meluncur ke sana."


Ada satu panggilan Darurat yang diberikan untuk Gerald Dari tuan James Huang, dengan cepar Gerald menuju ke parkiran mobil dan langsung melajukan mobil tersebut ke arah jalan raya.


Sesampainya di mansion Gerald langsung masuk ke dalam ruang kerjanya dan ketika Gerald masuk semua orang sudah berkumpul.


"Ah maaf seperti nya aku terlambat."


"Duduklah Gerald."


"Apakah ada yang Penting sampai kalian berkumpul Dan memanggil ku seperti ini?"


"Ya Gerald, pagi ini tuan James mendapatkan kabar yang sangat penting dari Salah satu detektif Chandradinata yang berada di Cambodia."


"Kabar apa itu Wen Li?"


Wen Li langsung memberikan satu foto mayat yang sudah berada di rumah sakit, Gerald langsung membelalakan matanya ketika melihat siapa mayat yang berada di dalam foto tersebut.

__ADS_1


"Jin Lee, Jin Lee mati terbunuh? bagaimana itu bisa mungkin terjadi?"


Gerald langsung menggelengkan kepalanya ketika melihat semua kebenaran yang saat ini sedang terjadi.


"Tidak ada pilihan lain selain kita harus menyelidiki hal ini sampai tuntas Gerald."


"Ya kita harus melakukan nya, sungguh ini tidak adil untuk Jin Lee, dia adalah korban Dari banyak hal."


Tuan James yang mendapatkan foto mayat putra kandung nya sendiri saat ini sangat terguncang untuk itulah tuan James hari ini lebih banyak untuk terdiam.


"Baiklah tuan James, anda tidak perlu khawatir, aku akan bekerja dengan keras agar hasil nya bisa segera diketahui.


"Terima kasih Gerald."


"Sama - sama tuan James Huang."


"Satu hal lagi, kita harus bisa menyembunyikan hal ini dari Leo, saat ini beban Leo sudah sangat banyak."


"Kau tak perlu khawatir James sayang, kami akan menutup rahasia ini dengan rapat sampai pada akhirnya akan kami buka jika keadaan Leo sudah tenang."


"Terima kasih Chen."

__ADS_1


Nona Chen yang hari ini memberikan kekuatan untuk suaminya mengatakan hal tersebut dengan tenang kepada tuan James.


__ADS_2