RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
TANGISAN WEN LI


__ADS_3

"Lepaskan aku Jin Lee."


Wen Li kembali meminta di lepaskan oleh Jin Lee ketika Jin Lee menggendong nya turun dari mobil ke satu mansion di pinggiran kota.


"Aku tidak akan pernah melepaskan mu sebelum kau mau mengaku siapa Ayah janin yang saat ini kau kandung."


Jin Lee mengatakan hal tersebut sambil terus membawa Wen masuk ke dalam mansion tersebut.


"Apa yang akan kau lakukan jika aku mau mengatakan siapa ayah kandung dari janin ini?"


"Tentu saja melepaskan mu, dan membiarkan mu hidup dengan tenang."


Jin Lee mengatakan hal tersebut sambil meletakan Wen Li di atas kursi di dalam mansion.


"Hanya itu?"


Jin Lee langsung menatap dengan tajam ketika Wen Li kembali memberikan pertanyaan kepadanya.


"Lantas apa yang akan aku lakukan lagi selain hal itu."


Wen Li langsung terdiam ketika Jin Lee menanyakan hal ini.


"Kau ingin tau siapa laki - laki yang harusnya bertanggung jawab atas kehamilan ku ini?"


"Ya."

__ADS_1


"Kau yang harus bertanggung jawab Jin Lee."


"Aku?"


"Ya kau Jin Lee."


"Bagaimana mungkin!"


Wen Li langsung menangis ketika Jin Lee balik mempertanyakan hal itu kepadanya.


"Sudah aku duga kau akan berkata seperti ini, itu sebabnya aku tidak ingin memberitahukan apa - apa kepada mu, karena...."


"Karena apa?"


Jin Lee menatap tajam Wen Li yang saat ini sedang menangis di hadapannya.


"Aku hanya perlu bukti jika itu adalah anak ku."


"Bukti apa lagi Jin Lee, aku hanya melakukan dengan mu untuk yang terakhir, aku tidak pernah melakukan lagi dengan yang lainnya."


"Lalu kenapa saat aku tidur dengan mu, kau sudah dalam keadaan tidak perawan?"


Wen Li tersentak dengan ucapan dari Jin Lee.


"Apa itu penting bagimu Jin Lee? apakah penting bagimu untuk mengetahui masa lalu ku seperti apa jika kau sendiri tidak pernah mencintai ku?"

__ADS_1


Apa yang dikatakan oleh Wen Li semua ada benarnya.


"Jadi kau ingin aku bertanggung jawab atas kehamilan mu ini?"


"Tidak perlu."


Wen Li kembali mengatakan hal tersebut dengan mantap kepada Jin Lee.


"Tidak perlu?"


"Ya aku tidak hanya ingin sebuah tanggung jawab Dari mu."


"Lalu apa yang kau inginkan Wen Li?"


"Aku ingin hati mu, aku ingin perasaan mu, aku ingin hanya aku yang berada di dalam pikiran mu, aku ingin semua hal tentang mu, sekarang aku bertanya apakah kau bisa memberikan apa yang aku inginkan?"


Jin Lee langsung terdiam dengan semua pertanyaan Wen Li.


"Itu, itu..."


Sejenak Jin Lee tidak mampu untuk menjawab pertanyaan Wen Li.


"Sudah aku duga kau tidak akan pernah mampu untuk menjawab nya, karena dari lubuk hati mu yang paling dalam kau sama sekali tidak pernah mencintai ku, semua hal yang telah kita lakukan itu hanya kecelakaan."


"Kau tau pada awalnya aku juga tidak memiliki perasaan apapun kepada mu, namun semua bisa berubah ketika aku melakukan hal itu bersama dengan mu, kau harus tau hatiku ikut serta dengan semua gairah yang malam hari itu aku rasakan, bukan hanya nafsu yang ada pada saat itu, namun hati dan perasaan ku berperan penting di sana."

__ADS_1


__ADS_2