RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
AIR MATA KATARINA


__ADS_3

"Apakah aku perlu membantu mu untuk mencari Jin Lee?"


Nona Chen segera menawarkan bantuan kepada tuan James ketika melihat kesedihan di hati tuan James.


"Tidak perlu Chen, apa yang dikatakan Leo benar bahwa Jin Lee sudah dewasa, dia pasti bisa menentukan mana terbaik untuk nya."


"Baiklah, jika memang itu sudah menjadi keputusan mu James, lalu aku masih melihat wajah mu yang sendu, ada apa lagi James?"


"Ini tentang Louisa,."


Deg


Nona Chen langsung mengernyitkan dahi ketika tuan James menyebutkan nama Louisia.


"Ada apa dengan Louisa?"


"Kau tau saat ini dia sudah kembali, kembali di saat Leo sudah menentukan pilihan kepada siapa pada akhirnya cintanya berlabuh."


"Lalu apa yang kau pusing kan lagi jika pada akhirnya Leo sudah memilih untuk menetap kan hatinya?"


"Entahlah Chen aku merasa ini semua masih menjadi misteri, tapi aku tidak mengetahui bagian mana yang menjadi misteri tersebut."


Nona Chen langsung terdiam melihat kegundahan hati suami nya tersebut.


"Kau tidak boleh memiliki asumsi apapun jika semuanya tidak ada bukti nya James, itu akan membuat mu berpikir hal yang macam - macam yang justru tidak perlu kau pikirkan.


"Ya kau benar Chen mungkin ini semua hanya firasatku saja."


"Sekarang fokuslah kepada pekerjaan mu sayang, aku tidak akan pernah rela jika laki - laki yang aku cintai sampai sakit."

__ADS_1


"Pasti Chen."


"Baiklah aku harus kembali ke ruangan ku"


"Terima kasih sayang."


Tuan James mengatakan hal tersebut sambil mencium kening nona Chen dan nona Chen langsung keluar dari dalam ruangan tuan James.


"Louisa, ini tidak mungkin."


Nona Chen langsung menggelengkan kepalanya sambil mengatakan hal tersebut.


Sementara itu di Rumah Sakit Negara C.


"Dokter Louisa ini adalah catatan kesehatan nona Lili seperti yang dokter minta pada saat rapat tadi."


Louisia langsung mengambil satu berkas yang kini berada di depan matanya, dengan teliti Louisa membaca catatan kesehatan tersebut m


"Jadi Lili anak ku pernah terkena kangker leukemia?"


"Betul dokter Louisa."


"Dan wanita yang bernama Katarina yang pada akhirnya menolong Lili?"


"Betul dokter Louisa."


Louisa langsung terdiam dan menggelengkan kepalanya.


"Pantas saja Leo begitu mencintai wanita itu, ternyata keselamatan putri ku pernah berada di tangan nya."

__ADS_1


"Perawat Lin kau boleh pergi."


"Baik dokter Louisa."


Setelah perawat Lin pergi, Louisa berdiri dari tempat duduknya dan berjalan mondar mandir di dalam ruangannya.


"Ini tidak boleh terjadi, anak ku tidak boleh jatuh cinta kepada wanita itu, bagaimana pun juga aku adalah Ibu kandung Lili, tidak aku tidak akan membiarkan hal ini terjadi."


Louisa pada akhirnya terus berjalan mondar mandir di ruangan kerjanya.


Louisa mencari cara untuk bisa kembali dekat dengan putri kecil yang pernah di tinggalkan nya begitu saja.


Sementara itu di Mansion Leo Huang.


"Mama, apakah mama baik - baik saja?"


Satu gadis kecil membuka pintu kamar Katarina dan melihat Katarina sedang membereskan barang di kamar utama.


"Lili sayang."


Dengan terburu - buru Katarina langsung menghapus air mata yang untuk kesekian kalinya harus mengalir dengan deras tanpa bisa di hentikan oleh dirinya.


"Mama kenapa?"


Mata yang teduh seorang gadis kecil kini bertanya kepada Katarina.


"Mama habis menangis lagi? papa Leo jahat kepada mama lagi?"


"Apakah aku perlu untuk marah kepada papa Leo?"

__ADS_1


__ADS_2