
"Baiklah aku mengerti."
Setelah mendapatkan laporan melalui ponsel, tuan James segera menutup percakapan tersebut.
"James ada apa?"
Nona Chen yang melihat raut wajah suaminya mulai berubah berusaha untuk bertanya langsung kepadanya.
"Chen, Jin Lee menembak Leo, saat ini Leo sedang kritis dan di bawa ke Rumah Sakit, sungguh Chen aku sama sekali tidak menginginkan hal seperti ini terjadi dalam keluarga ku"
Dengan perasaan yang sangat sedih, tuan James mengusap kepalanya yang tidak gatal.
"James, sabarlah, semua sudah terjadi, sebaiknya sekarang kita berdoa untuk keselamatan mereka semua."
Nona Chen mengatakan hal tersebut sambil membelai punggung laki - laki paruh baya yang sangat dia cintai tersebut.
"Apakah kita akan memindahkan mereka Chen?"
"Ya itu lebih baik James, rumah sakit di Negara ini tak kalah maju dengan rumah sakit di Negara yang lain."
"Ya kau benar, baiklah aku akan meminta Gerald untuk memindahkan mereka semuanya."
"Gerald?"
__ADS_1
"Ya Gerald, dia adalah detektif muda yang diberikan keluarga Chandradinata untuk membantu Leo selama berada di Kuba, ada apa Chen?"
"Tidak ada apa - apa James, baiklah aku akan membantu mempersiapkan kedatangan mereka semua."
"Terima kasih, kau memang istri terbaik ku"
Tuan James mengatakan hal tersebut sambil memeluk tubuh nona Chen.
"Sama - sama James, baiklah aku akan kembali ke ruangan ku."
Nona Chen mengatakan hal tersebut sambil mencium kening tuan James dan keluar dari ruangan tuan James.
"Gerald, ini tidak mungkin dia, tidak mungkin."
Dengan menggelengkan kepalanya nona Chen terus mengatakan hal tersebut sambil berjalan ke dalam ruangannya.
"Dokter bagaimana keadaan nya?"
Katarina yang sejak tadi menunggu di depan ruang unit gawat darurat dengan tuan Gerald langsung mendekat ke arah Dokter.
Dengan menggunakan kursi roda dan di dorong oleh tuan Gerald Katarina segera menghampiri dokter tersebut.
"Saat ini tuan Leo masih dalam masa kritis, mari kita tunggu hingga esok hari nona, tuan."
__ADS_1
"Baiklah dokter terima kasih atas pertolongan nya."
Tim dokter menganggukan kepalanya dan segera meninggalkan tuan Gerald dan juga Katarina di depan ruangan unit Gawat Darurat.
"Tuan Gerald."
"Ya nona."
"Bolehkah aku masuk ke dalam?"
Tuan Gerald sejenak menimbang permintaan dari Katarina, namun pada akhirnya tuan Gerald memberikan keputusan.
"Baiklah nona, aku akan menunggu nona di luar."
"Terima kasih tuan Gerald."
Tuan Gerald segera mendorong kursi roda Katarina masuk ke dalam unit Gawat Darurat untuk bisa bertemu dengan Leo Huang.
Begitu Katarina masuk ke dalam, Katarina melihat keadaan Leo Huang yang saat ini sedang tidak sadarkan diri, dengan selang infus dan juga monitor detak jantung yang berisik.
"Sayang, ini adalah papa kandung mu."
Air mata Katarina seketika kembali mengalir ketika Katarina mengatakan hal tersebut kepada janin yang berada di dalam kandungan nya.
__ADS_1
"Maafkan mama yang sejenak ingin tidak memperkenalkan mu terhadap papa, maafkan mama yang pernah memiliki keinginan untuk membuang mu, maafkan mama yang tidak pernah mengucapkan syukur ketika Tuhan menghadirkan mu di dalam rahim mama, maafkan mama sayang."
Di dalam ruangan yang sepi, di temani monitor detak jantung yang berisik Katarina mengatakan semua hal tersebut secara perlahan, dengan perlahan, dan dengan berani Katarina mencoba untuk menatap wajah Leo Huang yang saat ini sedang tidak sadarkan diri.