RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
DALAM DEKAPAN TUAN GERALD


__ADS_3

"Pergi kau dari hadapan ku!"


Jin Lee berteriak kepada Wen Li ketika kini terbebas dari penjara..


"Jin Lee apa yang ada di dalam pikiran mu, kenapa kau kasar sekali terhadap ku!"


"Untuk apa kau datang kemari? kenapa kau sampai datang kemari? aku tak butuh kau Wen Li."


Setelah mengatakan hal tersebut Jin Lee berlalu begitu saja dari hadapan Wen Li yang kini terdiam seperti patung menatap kepergian nya.


"Rasanya sakit, sungguh rasanya sakit sekali."


Dengan berderai air mata Wen Li terduduk di lantai dan mengatakan hal tersebut sambil menangis, Wen Li seakan - akan tidak peduli lagi jika itu adalah tempat umum.


Wen Li tidak peduli lagi jika saat ini dirinya masih berada di kantor kepolisian setempat untuk menunggu kebebasan Jin Lee, ya Wen Li yang berlutut kepada Leo Huang untuk kebebasan Jin Lee, namun Wen Li lah yang di campak kan oleh Jin Lee.


"Tak perlu kau menangis hanya karena laki - laki seperti itu."


Satu tangan memberikan sapu tangan kepada Wen Li sambil mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Tuan Gerald, bukankah anda berada di Negara C mengikuti Leo Huang?"

__ADS_1


Saat Wen Li melihat ke atas, nampak wajah tuan tampan tuan Gerald sedang tersenyum manis kepadanya.


"Ya aku memang mengikuti tuan Leo sampai ke Negara C, namun aku harus kembali lagi ke Kuba karena ada beberapa berkas yang aku ambil."


"Nona berdiri lah, ini tempat umum, tak perlu sampai kau menangis seperti ini."


Wen Li kini melihat sekeliling dan baru sadar jika dirinya memang sedang di lihat oleh banyak orang.


"Kaki ku sakit untuk berdiri tuan Gerald."


Dengan sisa air mata yang masih berada di ke dua mata, Wen Li mengatakan hal tersebut kepada tuan Gerald.


Lututnya gemetar, kakinya begitu lemah untuk Wen Li bisa kembali berdiri lagi.


Tatapan tajam tuan Gerald kepada Wen Li membuat Wen Li tanpa sadar menganggukan kepalanya..


"Baiklah."


Tanpa kekuatan yang berarti tuan Gerald langsung menggendong Wen Li dan membawa nya pergi.


"Jika kau malu karena aku saat ini sedang menggendong mu, maka kau hanya perlu membenamkan wajah mu saja tanpa melihat ke arah mereka."

__ADS_1


Bisikan tuan Gerald di telingga Wen Li membuat Wen Li langsung memeluk erat tuan Gerald dan membenamkan wajahnya lebih dalam lagi.


Air mata Wen Li kembali tumpah ketika saat ini dirinya berada di dalam gendongan tuan Gerald.


"Apakah aku gadis yang buruk rupa?"


"Kenapa kau memiliki pikiran seperti itu?"


"Karena tidak ada satupun laki - laki yang mencintai ku."


"Apakah kau sudah bertanya kepada semua laki - laki di seluruh dunia?"


Dengan cepat Wen Li menggelengkan kepalanya.


"Jika kau belum bertanya berarti semua hanya asumsi mu saja, tidak baik jika kita berpikir berdasarkan asumsu kita saja."


"Tidak ada yang mencintai ku, semuanya jahat, aku tidak kuat lagi."


Di dalam gendongan tuan Gerald Wen Li terus menangis dan terus mengatakan hal tersebut, sedangkan tuan Gerald yang sangat mengerti apa yang dialami Wen Li saat ini memilih untuk diam dan terus menggendong Wen Li sampai ke parkiran mobil.


"Kau mau bawa aku kemana tuan Gerald?"

__ADS_1


"Pulang ke mansion, kondisi mu sangat berbahaya jika aku lepaskan."


__ADS_2