RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
KEJUJURAN LILI


__ADS_3

Tapi tidak untuk malam ini."


Dan seketika itu juga Gerald langsung menggendong Wen Li untuk masuk ke dalam kamar pengantin.


Malam hari ini Gerald dan Wen Li memadu cinta kasih di atas tempat tidur dengan penuh romansa.


Gerald melakukan tugasnya sebagai seorang laki - laki dengan mencumbu istri yang di kasih nya dengan penuh kasih sayang.


Ciuman demi ciuman, sentuhan demi sentuhan membangkitkan hasrat yang luar biasa bagi kedua nya.


Meskipun ini bukan hal yang pertama bagi Wen Li, namun tetap hatinya bergetar hebat saat Gerald dengan perlahan melepaskan semua gaun nya hingga tidak ada satupun benang lagi di tubuh Wen Li.


Masa lalu yang telah di tutup, masa lalu yang telah pulih membuat malam pertama pada hari ini tetap berjalan dengan sempurna.


Sepasang suami istri yang telah di persatukan di dalam pernikahan yang sah, memadu cinta dengan luar biasa.


"Aku mencintai mu sayang."


Di akhir dari setiap permainan mereka Gerald memeluk Wen Li dan memberikan ciuman kasih sebagai tanda bahwa, rasa cintanya tulus, rasa cintanya sanggup menerima dan memperlengkapi apapun kekurangan Wen Li.


Malam hari ini mereka tertidur lelah, namun dengan hati yang sangat Bahagia.


Sementara itu di dalam mansion yang lainnya.


"Dadaku sakit, sakit sekali rasanya, kepala ku juga sakit."


Malam hari ini Cassandra masuk ke dalam mansion dengan keadaan yang membutuhkan pertolongan.


"Nona Cassandra apakah anda baik - baik saja?"

__ADS_1


"Xie, aku baik - baik saja."


Xie Xie kepala pelayan tetap tidak percaya dengan nona mudanya tersebut.


"Nona Xie tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh nona, ayo Xie bantu nona untuk masuk ke dalam kamar."


Dengan sabar Xie memapah Cassandra masuk ke dalam kamar.


"Terima kasih Xie kau boleh pergi."


Xie Xie tetap berdiri di hadapan Cassandra meskipun mendengarkan hal tersebut.


"Nona yakin?"


Dengan tenang Cassandra menganggukan kepalanya.


"Pasti Xie - Xie."


Setelah mengatakan hal tersebut Xie Xie segera keluar dari kamar Cassandra.


"Tuhan, apakah yang sebenarnya terjadi dengan ku? kenapa jantung ini terkadang sakit, kenapa jantung ini terkadang bergetar begitu hebat."


Cassandra mengatakan hal tersebut kepada dirinya sendiri.


"Mungkin aku harus beristirahat."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Cassandra mencoba untuk memejamkan matanya.


Sementara itu di hotel hari ini Lili memutuskan untuk tidur satu tempat tidur dengan Leo.

__ADS_1


Lili tidak tega membiarkan sang Ayah yang sendiri.


"Papa, coba Lili tebak, papa seperti nya terpesona dengan ballerina yang ada di dalam pernikahan paman Gerald."


Lili yang melihat sang duduk di kursi sambil memegang sepucuk kertas pemberian Wen Li mulai menyimpulkan apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Leo.


"Pa boleh Lili berbicara?"


Leo yang mendengarkan permintaan putri kesayangan langsung menghadapkan wajahnya kepada Lili.


"Katakan sayang."


"Pa, jangan pernah menutup hati papa untuk wanita lain."


Deg


Perkataan Lili membuat Leo langsung terdiam.


"Hei kenapa tiba - tiba anak papa berbicara seperti itu?"


"Maafkan Lili yang harus berkata jujur kepada papa."


Setelah mengatakan hal tersebut Lili mengambil satu tas kecil dan mengambil buku di dalam tas tersebut.


"Ini pa, ini adalah buku harian mama Katarina."


Deg


Jantung Leo Huang seakan - akan ingin berhenti berdetak ketika Lili mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2