RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
DIA HARUS MATI


__ADS_3

"Bagaimana hasil penyelidikan mu asisten Zoe?"


Pagi ini asisten Zoe kembali menghadap ke Leo Huang untuk melaporkan hasil penyelidikan nya tentang keberadaan Jin Lee.


"Kami telah melakukan penyelidikan, ada penerbangan dengan jet pribadi atas nama tuan Jin Lee ke Kuba."


Leo Huang langsung mengernyitkan dahi begitu mendengarkan nama Kuba.


"Kuba?"


"Ya tuan Leo."


"Bagaimana bisa Jin Lee berpikir akan kesana?"


"Tuan Leo, Kuba adalah tempat yang baik untuk melakukan persembunyian tuan."


"Jadi dengan kata lain kau ingin mengatakan jika Katarina juga berada di sana?"


"Ya tuan karena penyelidikan yang telah kami dapat, tuan Jin Lee melakukan penerbangan bersama dengan satu wanita dalam keadaan pingsan."


"Pingsan?"


"Ya tuan Leo."


"Astaga, kali ini apa yang kau lakukan lagi Jin Lee, tak puas kah jika dulu kau juga pernah menaruh hati pada Louisa."


"Asisten Zoe siapkan penerbangan tercepat hari ini, kita akan segera berangkat ke Kuba, aku tidak ingin Lili putriku menderita lebih lama lagi."


"Baiklah tuan Leo."


"Apakah ada yang akan kau laporkan lagi?"

__ADS_1


"Tuan di luar ada nona Fei Fei ingin bertemu dengan anda."


"Minta dia pergi, aku sedang tidak ingin bertemu dengan siapapun juga."


"Hentikan berani sekali kalian menghalangi aku untuk bertemu dengan CEO kalian!"


Sedetik kemudian pintu ruangan Leo Huang terbuka dan Fei Fei sudah masuk ke dalam.


"Asisten Zoe kau boleh pergi."


Asisten Zoe langsung undur dari hadapan Leo Huang untuk menyiapkan segala macam keberangkatan mereka ke Kuba.


"Sayang, apakah kau tidak merindukan ku?"


Fei Fei yang kini sudah berlari dan duduk di pangkuan Leo Huang segera mengatakan hal tersebut.


"Minggir nona."


Seketika itu juga Fei Fei langsung terdiam.


"Minggir?"


"Ya minggir!"


"Sayang aku tau kau pasti sedang lelah, itu sebabnya aku ingin memberikan semangat untuk mu."


Fei Fei mengatakan hal tersebut sambil mulai membuka satu per satu kancing kemeja Leo Huang.


"Lepaskan tangan mu dari pakaian ku Fei Fei!"


Leo Huang segera menarik tangan Fei Fei dari kemeja nya.

__ADS_1


"Pergi, atau aku yang akan pergi dari sini."


"Sayang, aku merindukan mu."


Fei Fei yang seolah - olah tidak mau melihat raut wajah Leo Huang yang kini sudah mulai kesal tetap mencoba untuk mencium Leo Huang.


"Sudah aku katakan minggir!"


Seketika itu juga Leo Huang langsung mendorong Fei Fei, hingga Fei Fei jatuh ke lantai, hari itu entah mengapa ada perasaan jijik ketika Leo Huang melihat Fei Fei.


"Pengawal usir wanita ini dari hadapan ku!"


Beberapa pengawal langsung datang mendengarkan teriakan Leo dari dalam ruang kerja.


"Kau akan menerima pelajaran dariku Leo Huang karena kau berani mengusir Fei Fei!"


Fei Fei yang tidak terima mendapatkan perlakuan seperti itu, kembali berteriak - teriak, saat beberapa pengawal membawanya keluar dengan paksa dari ruangan Leo Huang.


"Kau membuang waktu ku Fei Fei."


Setelah mengatakan hal tersebut Leo Huang langsung berdiri dari tempat duduknya, mengambil jas dan keluar dari ruangan kerja menuju ke parkiran mobil


Sementara itu di Kuba.


"Jadi seperti itu, baiklah jika memang keadaannya, buka semua senjata dan kita hadapi mereka."


Hari ini Jin Lee mendapatkan berita bahwa Leo Huang akan ke Kuba untuk mengambil Katarina kembali.


"Sebelum kau mengambil wanita mu, kau harus berhadapan dengan ku Leo Huang!"


Jin Lee mengatakan hal tersebut sambil mengeluarkan pistol dari dalam lacinya.

__ADS_1


__ADS_2