
"Selamat pagi."
Lili memberikan kecupan sayang untuk Katarina yang pagi ini bangun terlambat.
"Lili anak mama."
Katarina langsung memeluk tubuh Lili ketika melihat Lili memeluk nya dengan erat.
"Pagi Lili sayang."
Sejenak Katarina terdiam dengan semua hal yang saat ini dia tatap.
"Aku sudah ada di rumah?"
"Ya papa yang semalam membawa mama pulang."
"Papa? maksud mu papa Leo?"
Lili langsung menganggukan kepalanya saat Katarina mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Bagaimana bisa?"
"Papa Leo kan kuat, jadi papa yang menggendong mama sampai ke tempat tidur."
Deg
Wajah Katarina langsung memerah ketika Lili mengatakan hal tersebut kepadanya.
"Ah jadi seperti itu."
Lili tersenyum sambil menganggukan kepalanya.
"Ayo ma kita turun papa sudah menunggu kita untuk sarapan pagi."
Lili mengatakan hal tersebut kepada Katarina.
"Baiklah sayang."
Katarina mencoba untuk tidak memikirkan apapun lagi dan langsung memilih untuk bangun dari tempat tidurnya.
"Ayo ma."
Lili langsung menggandeng tangan Katarina dan mengajaknya keluar dari dalam kamar.
"Selamat pagi papa."
Leo Huang yang melihat Katarina dan Lili turun melirik sebentar lalu, kembali menguyah pizza nya.
"Pagi Lili sayang."
__ADS_1
Dengan tidak menatap ke arah Katarina Leo mengatakan hal tersebut kepada Lili.
"Nah mama duduklah di samping papa, bantu papa karena papa suka lupa yang mana garam Dan mana gula."
Detik itu juga Katarina langsung ingin tertawa namun semua hal tersebut terpaksa Katarina tahan.
"Makanlah nak."
Leo memberikan satu potong pizza kepada Lili.
"Papa mana pizza untuk mama?"
Lili langsung mengatakan hal tersebut kepada Leo yang memang sengaja tidak tidak mengambilkan pizza untuk Katarina.
"Lili juga mau papa memberikan pizza untuk mama."
Leo yang sebenarnya enggan untu melakukan hal itu pada hari ini terpaksa untuk melakukan nya.
"Baiklah ini pizza untuk mu juga sayang."
Suara Leo Huang seperti tercekak di dasar paling dalam saat Leo Huang menyebutkan kata sayang terhadap Katarina.
"Terima kasih Leo."
Katarina mengambil pizza pemberian Leo dengan tangannya yang gemetar, entah mengapa Katarina akan langsung mengingat kejadian malam itu ketika memandang wajah Leo Huang dengan dekat.
Setelah mengatakan hal tersebut Leo Huang segera berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Lili.
"Jaga diri sayang."
Leo mencium puncak kepala Lili dengan penuh kasih sayang.
"Papa mana ciuman seperti ini untuk mama?"
Lili yang melihat Katarina tidak perlakukan sama sepertinya segera protes agar Leo juga melakukan hal yang sama.
"Ah baiklah."
Leo Huang segera pergi ke arah Katarina lalu langsung mencium kening Katarina.
"Aku pergi dulu."
Katarina yang mendengarkan Leo berpamitan kepadanya langsung menganggukan kepalanya.
Sungguh sesuatu hal yang aneh ketika Katarina mendapatkan satu kecupan mesra Dari laki - laki yang telah memperkosa nya.
Laki - laki tersebut justru saat ini menjadi laki - laki terdekat nya.
"Sampai ketemu lagi papa nanti sore, pulang cepat ya pak kami merindukan mu."
__ADS_1
Perkataan Lili kembali membuat hati Leo tersentak, sudah lama sekali Leo tidak mendapatkan ucapan itu ketika keluar dari dalam rumah.
"Pasti sayang."
Leo kembali mengatakan hal tersebut kepada Lili dan sekaligus Katarina.
Dengan langkah ringan Leo keluar dari dalam rumah menuju ke parkiran mobil.
"Asisten Zoe ayo kita jalan, ini sudah siang."
"Jadi apa maksud papa dengan melarang ku untuk kembali ke Negara C?"
Hari ini Pedro begitu kaget ketika Pedro menghadap ke tuan Johnson dan mengetahui bahwa semua kerja sama Winner Corp telah di pindahkan ke tangan karyawan nya yang lain.
"Papa ingin yang berkonsentrasi dengan semua hal yang berada di Negara A saja Pedro."
"Tidak mungkin aku tidak akan pernah yakin jika itu alasan papa melarang ku kembali ke Negara C, katakan alasan papa yang sebenarnya."
Pedro yang masih tidak percaya dengan alasan tuan Johnson tetap meminta untuk kembali bertugas di Negara C.
"Hanya itu alasan papa Pedro, papa tidak memiliki alasan lain selain hal itu."
"Pedro kecewa dengan keputusan papa."
Detik itu juga Pedro langsung keluar dari ruangan tuan Johnson.
Dengan Pedro tidak bisa kembali ke Negara Maka peluang untuk bertemu dengan Katarina menjadi semakin sedikit.
"Aku sungguh tidak mengerti apa jalan pikiran papa."
Hari ini pada akhirnya Pedro memilih untuk pergi ke cafe menghabiskan sisa waktu hari ini dan tidak kembali ke kantor.
"Minum kopi pahit itu tidak enak tuan Pedro."
Satu wanita cantik datang menghampiri dirinya dan langsung duduk begitu saja di depannya.
"Kau,kenapa kau selalu muncul dimana - mana seperti hantu?"
Pedro kesal karena hari ini kembali bertemu dengan Dokter Celine.
"Aku bukan hantu, namaku Celine tuan."
"Terserah apa yang kau katakan, tapi bagiku kau seperti hantu yang selalu muncul dimana - mana."
"Ya sudah terserah anda saja, ada apa tuan? tampaknya anda butuh teman untuk bercerita?"
Dokter Celine mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada Pedro.
"Kau selain seperti hantu, kini kau juga mau tau urusan orang."
__ADS_1