
Bibi Ai mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang.
"Jadi papa aku akan pergi dengan bibi Ai atau papa?"
"Kau pergi saja dengan bibi Ai, hari ini papa akan ke kantor sayang "
"Siap papa."
"Anak pintar papa."
Leo Huang mengatakan hal tersebut kepada Lili Huang dengan mengusap kepalanya.
"Baiklah papa berangkat dulu, jika ada apa - apa jangan lupa langsung kabari papa, apa kau mengerti?"
"Pasti papa, I love you papa."
Lili mengatakan hal tersebut sambil mencium pipi Leo Huang.
"Baiklah asisten Zoe ayo kita berangkat."
Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil bangkit berdiri dari tempat duduknya, Leo Huang laki - laki tampan berhati dingin akan seketika berubah menjadi lembut ketika berhadapan dengan putri kecilnya Lili Huang.
"Ayo nona Lili kita harus segera bersiap - siap."
Bibi Ai mengajak Lili untuk bersiap - siap berangkat menuju ke pusat kota.
Sementara itu kini Katarina dan Pedro sudah sampai di pusat kota.
"Pedro."
"Ya nona Katarina."
"Panggil aku Katarina saja."
"Ah baiklah ada apa Katarina?"
"Apakah kita sudah sampai di pusat kota?"
Katarina mengatakan hal tersebut kepada Pedro, karena Katarina mendengarkan suara kendaraan yang lalu lalang di hadapannya.
"Ya Katarina kita sudah sampai di pusat kota, ayo kemarilah."
Pedro mengatakan hal tersebut sambil menggandeng tangan Katarina.
"Disini, ya disini aku biasa bernyanyi dan bermain musik."
Seketika itu juga Pedro mengeluarkan satu biola usang dari tas yang sejak tadi di bawa nya.
"Apa yang kau bawa Pedro?"
"Ah ini, hanya biola tua milik ku."
"Biola? kau membawa biola?"
__ADS_1
"Ya biola, ada apa?"
"Bila kau tidak berkeberatan boleh aku yang memainkan biola tersebut?"
Pedro langsung mengernyitkan dahi begitu Katarina mengatakan hal tersebut.
"Jadi kau bisa memainkan alat musik ini?"
"Ya Pedro, kemarikan biola tersebut."
Katarina meminta biola yang di pegang oleh Pedro dan Pedro langsung memberikan biola tersebut kepadanya.
"Kau dengarkan aku akan memainkan biola ini."
"Baiklah."
Dan setelah mengatakan hal tersebut Katarina mulai memainkan biola usang milik Pedro, alunan demi alunan musik mulai terdengar, dan Pedro langsung tersentak ketika mendengarkan musik yang di mainkan oleh Katarina.
"Katarina kau sungguh luar biasa!"
Pedro dengan penuh kekaguman mengatakan hal tersebut kepada Katarina dan detik itu juga Pedro mulai bernyanyi di iringi oleh biola yang dimainkan oleh Katarina.
Alunan musik yang indah di sertai suara emas Pedro membuat orang yang melintas di depan mereka langsung berhenti dan menikmati apa yang mereka lakukan.
Satu per satu mulai memberikan apresiasi dengan cara memberikan uang di tempat yang telah di sediakan oleh Pedro.
Sementara itu satu mobil mewah melewati tempat dimana Pedro dan juga Katarina sedang melakukan pertunjukan.
"Nona Lili ada apa?"
Seketika mobil yang Lili Huang berhenti begitu Lili Huang mengatakan hal tersebut kepada bibi Ai.
"Ah itu yang di namakan musisi jalanan nona Lili."
Bibi Ai mengatakan hal tersebut kepada Lili Huang, Lili Huang terdiam dan mendengarkan semua nyanyian dan alunan musik tersebut dari balik kaca jendela mobil.
"Bi, boleh Lili turun?"
"Turun? untuk apa nona Lili?"
"Lili ingin mendekat ke arah paman dan bibi yang berada di sana."
Dari dalam mobil Lili menunjuk ke arah Katarina dan Pedro yang masih menggelar pertunjukan jalanan mereka.
"Nona, maaf bibi tidak bisa memenuhi permintaan nona Lili."
"Kenapa bi?"
"Karena tuan muda Leo Huang tidak mengizinkan nona Lili untuk bisa menghampiri orang yang tidak di kenal."
Lili Huang pada akhirnya hanya bisa terdiam dengan semua hal yang saat ini dikatakan oleh bibi Ai.
"Baiklah bi, jika papa yang meminta hal tersebut, namun apakah Lili nanti boleh meminta papa untuk hal ini?"
__ADS_1
Tatapan teduh gadis muda berusia enam tahun kini sedang berada di depan bibi Ai.
"Nona, lakukan apa yang memang bisa nona Lili lakukan dan jika tuan muda Leo Huang setuju maka bibi pun akan setuju."
"Baiklah, nanti aku akan berbicara kepada papa."
Lili tersenyum kepada bibi Ai dan detik itu juga mobil mereka langsung kembali melanjutkan perjalanan menuju ke sanggar.
Sementara itu di Huang Corp, hari ini telah kembali CEO berdarah dingin yang banyak di takuti oleh rekan bisnis yang bekerja sama dengan perusahaan Huang Corp.
"Selamat datang kembali tuan muda Leo Huang."
Semua peserta rapat langsung membungkukkan badannya dan memberikan hormat kepada Leo Huang pada saat Leo Huang masuk ke dalam ruang rapat, hari ini akan di gelar rapat besar dengan kehadiran semua rekan kerja Huang Corp.
"Selamat pagi kalian semua, kita akan langsung menuju kepada pembicaraan kita hari ini."
Leo Huang mengatakan hal tersebut kepada semua orang yang ada di ruang rapat.
"Katakan kepada ku perusahaan kita apakah sudah menemukan calon idola baru untuk masuk ke dalam industri musik?"
Semua terdiam dengan pertanyaan dari Leo Huang.
"Tuan Leo kami telah memilih beberapa kandidat yang telah terpilih dari ajang pencarian bakat."
Satu orang peserta rapat memberikan beberapa nama yang di yakin kan dapat memberikan kepuasan terhadap Leo Huang.
Dengan tenang Leo Huang membaca semua berkas yang telah di berikan.
"Kau bilang ini adalah calon idola? ini semua yang kau berikan adalah sampah!"
Dan seketika itu juga Leo Huang melemparkan semua berkas - berkas tersebut ke atas meja rapat.
"Tuan Jin Lee, aku harap kau bisa menemukan idola baru yang menjual dan menguntungkan banyak bagi perusahaan kita ini, kau adalah produser paling senior di antara yang lainnya, Kenapa pilihan mu masih seperti sampah? sungguh aku sangat kecewa."
Leo Huang mengatakan hal tersebut kepada tuan Jin Lee salah satu produser musik yang saat ini berada di dalam ruangan rapat.
"Maafkan saya tuan muda, saya berjanji secepatnya saya akan menemukan idola baru untuk memberikan keuntungan kepada Huang Corp."
"Ya dan aku tidak mau lagi jika harus melihat - lihat berkas sampah seperti tadi."
"Baik tuan muda."
"Kapan kau bisa melaksanakan pekerjaan mu itu dan kapan kau bisa memberikan hasilnya kepada ku?"
"Secepatnya tuan muda Leo Huang."
"Baiklah aku beri kau waktu satu bulan untuk kau bisa mencari idola baru, jika sampai kau tidak menemukan maka aku akan menganti posisi mu dengan orang lain, apa kau mengerti!"
Dengan tegas Leo Huang berkata seperti itu terhadap tuan Jin Lee.
"Mengerti tuan muda."
"Baiklah jika memang tidak ada yang harus dibicarakan cukup sekian pertemuan kita kali ini."
__ADS_1
Setelah mengatakan hal tersebut Leo Huang segera berdiri dan keluar dari ruang rapat.
"Tuan Muda, tuan besar ingin bertemu dengan anda."