
"Bagaimana keadaan nya dokter?"
Jin Lee ingin segera mengetahui hasilnya ketika kini Jin Lee telah berhasil membawa Katarina dan Katarina yang sudah berhasil di tangani dengan baik.
"Tuan Jin Lee, kami telah berhasil menyelamatkan janin yang berada di dalam kandungan nona Katarina, untuk sementara selama satu minggu nona Katarina tidak boleh turun dari tempat tidur."
"Syukurlah jika janin dan Katarina selamat."
"Ya tuan Jin Lee ini adalah mukjizat yang diberikan oleh Tuhan kepada nona Katarina."
"Ya dokter anda benar."
"Baiklah kami akan pergi, saat ini nona Katarina sedang istirahat di dalam kamar perawatan."
"Terima kasih dokter."
Tim dokter tersenyum kepada Jin Lee dan meninggalkan Jin Lee.
Jin Lee langsung masuk ke dalam ruang perawatan dan mendapatkan Katarina termenung memandang ke arah langit - langit kamar ruang rawat.
"Hei, bagaimana keadaan mu?"
__ADS_1
Dengan segera Jin Lee duduk di samping tempat tidur Katarina dan mengatakan hal tersebut.
"Kenapa kau menolong ku?"
Deg
Dengan tatapan mata yang tajam Katarina mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee.
"Kau tanya mengapa aku menolong mu?"
Katarina tidak banyak berkata - kata, namun hanya memandang tajam ke arah Jin Lee.
"Hanya orang gila yang tidak menolong ketika melihat seseorang melakukan bunuh diri di depan matanya."
Deg
Tatapan Katarina yang se dingin es, di tambah perkataan nya membuat Jin Lee sangat kaget.
"Hei ada apa dengan mu? aku belum pernah melihat mu emosi seperti ini."
"Ya selama ini aku terlalu lemah menjadi wanita sehingga bisa di perlakukan dengan luar biasa."
__ADS_1
Jin Lee langsung terdiam ketika melihat Katarina mengatakan hal tersebut, Jin Lee melihat air mata yang mulai keluar dari ke dua sudut mata Katarina.
"Apakah kau masih belum percaya kepadaku? jika kau sudah percaya aku bisa menjadi pendengar yang baik untuk mu."
"Kau akan menjadi pendengar yang baik jika kau pergi dari ruangan ini."
"Tapi kau perlu untuk di temani."
"Tinggalkan aku sendiri Jin Lee jika kau mengatakan aku adalah sahabat mu."
Dengan isak tangis Katarina mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee.
Berat bagi Jin Lee ketika dia harus meninggalkan Katarina dalam keadaan seperti ini, namun Jin Lee melihat jika memang betul saat ini Katarina sedang membutuhkan waktu tenang.
"Baiklah aku akan meninggalkan mu, namun dengan satu syarat kau tidak boleh melakukan tindakan bodoh seperti ini lagi."
Katarina tidak menjawab setiap perkataan dari Jin Lee, Katarina memalingkan wajahnya dari Jin Lee dan memilih untuk tetap menangis.
"Baiklah - baiklah, aku akan meninggalkan mu, percaya semua akan baik - baik saja, percaya bahwa semua masalah - masalah mu akan selesai dengan cepat."
Usai mengatakan hal tersebut Jin Lee membelai rambut Katarina, dan dengan perlahan meninggalkan Katarina di dalam ruang rawat sendirian.
__ADS_1
"Tuhan mengapa Engkau tidak mengizinkan aku untuk mati? mengapa nyawa ku, janin ini semuanya masih bisa selamat? aku ingin membuang dia, tapi mengapa seakan - akan Engkau selalu tidak setuju dengan setiap keputusan ku, kau tau Tuhan laki - laki jahat itu yang membuat aku sampai seperti ini, mengapa Engkau masih menginginkan aku untuk tetap hidup?"
Air mata Katarina terus mengalir saat Katarina menyampaikan semuanya, rasa perih, sakit bercampur menjadi satu, rasa marah Katarina yang sampai saat ini masih bisa selamat dari kematian.