RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
CINTA TAK TERBALAS


__ADS_3

"Aku akan menjenguk nona Katarina."


Jin Lee langsung mengernyitkan dahi.


"Kau sedang tidak mengikuti ku kan?"


"Tentu saja tidak, untuk apa aku mengikuti mu."


"Ya terserah kau saja."


Jin Lee segera kembali berjalan menuju ke ruang rawat Katarina tanpa memperdulikan lagi Wen Li yang berada di belakangnya.


"Kau, untuk apa kau disini?"


Begitu masuk ke dalam ruangan Jin Lee sangat kaget melihat Pedro yang sedang berbincang dengan Katarina.


"Ah tuan Jin Lee senang bertemu dengan anda kembali."


Pedro langsung berdiri dan menyambut Jin Lee dan juga Wen Li yang baru datang.


"Nona Wen Li, tuan Jin Lee selamat datang."


"Nona Katarina bagaimana keadaan anda?"


Wen Li yang sudah merasakan ketegangan akan terjadi segera mengalihkan pembicaraan.


"Aku sudah lebih baik sekarang nona Wen Li."

__ADS_1


"Ah seperti itu, semoga kau tetap baik - baik saja."


"Terima kasih non Wen Li."


Katerina tersenyum dengan semua perkataan Wen Li.


Wen Li melirik ke arah Jin Lee dan mendapatkan Jin Lee memberikan pandangan tajam nya ke arah Pedro, begitu pun sebaliknya.


Lama mereka berbicara di ruang rawat Katarina.


"Baiklah kami permisi dulu nona."


Di akhir cerita hal tersebut yang di katakan oleh Wen Li.


"Aku juga harus pulang, jaga dirimu dengan baik Katarina."


Pedro mengatakan hal tersebut sambil mengusap kening Katarina, dan tindakan Pedro tersebut membuat Jin Lee langsung mengepalkan ke dua tangannya.


Wen Li menarik tangan Jin Lee untuk segera keluar dari ruang rawat dan di ikuti oleh Pedro.


"Tuan Jin Lee tunggu!"


Begitu keluar dari ruangan Pedro memanggil Jin Lee dengan nada tegas.


"Aku peringatkan kembali kepada anda, bahwa jangan sekali - sekali anda untuk mendekati Katarina."


"Bagaimana jika aku tetap menolak semua hal yang telah kau katakan?"

__ADS_1


"Maka itu tandanya kau akan bersiap berperang dengan ku."


"Dan aku tidak takut jika aku harus berperang atau bersaing dengan mu!"


Dengan tegas Jin Lee mengatakan hal tersebut kepada Pedro.


"Jin Lee ayo kita pergi!"


Wen Li kembali menarik tangan Jin Lee karena Wen Li tau jika tidak segera di tarik maka akan terjadi perkelahian antara Pedro dan juga Jin Lee.


"Untuk apa kau lakukan itu kepadaku Wen Li?"


"Jin Lee apa kau tidak sadar kalian berdua memperebutkan istri orang, nona Katarina itu telah memiliki suami!"


"Aku tau dia telah memiliki suami, namun Leo Huang tidak akan pernah pantas untuk nya!"


"Lalu apa bedanya dengan mu Jin Lee?"


"Kau tanya apa beda nya dengan ku?"


"Ya laki - laki egois yang tak tau diri!"


Satu kalimat tegas telah di katakan oleh Wen Li kepada Jin Lee.


"Kau, hei Wen Li aku bukan laki - laki egois!"


Jin Lee mencoba untuk kembali berteriak kepada Wen Li, namun Wen Li sama sekali tidak memalingkan tubuhnya Wen Li terus berjalan menuju ke mobil nya.

__ADS_1


Air mata Wen Li mulai mengalir dengan deras ketika melihat Jin Lee orang yang dia mulai cintai memperebutkan wanita yang telah bersuami.


Rasa sesak di dalam hati Wen Li pendam seorang diri, tanpa perlu seseorang pun yang tau cinta tak terbalaskan kembali di alami oleh gadis cantik nan pintar seperti Wen Li gadis yang dulu nya mencintai Leo Huang kini telah berubah haluan.


__ADS_2