RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
PASANGAN UNTUK LEO


__ADS_3

"Jadi berhenti lah mengatakan bahwa ini semua adalah salah mu, berhenti mengatakan bahwa kau adalah laki - laki pembawa sial, tidak ada laki - laki atau wanita pembawa sial, karena kita semua di ciptakan Tuhan di dalam rencana besar-Nya yang luar biasa."


Tangan Cassandra mengatakan hal tersebut sambil membelai pelan kepala Leo Huang yang saat ini masih berbaring di atas pangkuan nya.


Cassandra melihat Leo Huang memejamkan matanya di atas pangkuan Cassandra.


Cassandra dapat melihat ketenangan yang luar biasa ada di dalam diri Leo Huang ketika melihat wajah nya sedang tertidur.


Masalah yang kau hadapi memang bertubi - tubi Leo Huang, namun aku percaya pasti kau dapat melalui semuanya dengan baik.


Cassandra mengatakan hal tersebut di dalam hatinya, saat melihat wajah Leo Huang yang tenang tersebut ingin sekali Cassandra untuk mencium keningnya, sejenak Cassandra ragu - ragu, namun pada akhirnya Cassandra mengecup kening Leo Huang dan membuat Leo Huang langsung kembali membuka matanya.


"Ah mmmaafkan aku Leo, maafkan."


Ciuman kening Cassandra yang kini telah diketahui oleh Leo Huang berhujung membangunkan Leo yang memang sudah nyaman tertidur di pangkuannya.


"Terima kasih."


Leo mengatakan hal tersebut lalu bangkit dan pangkuan Cassandra dan kini duduk di samping Cassandra.

__ADS_1


"Aku sungguh ingin melakukan hal itu karena aku ingin menghibur mu."


Cassandra kembali mengatakan hal tersebut sambil menundukkan kepalanya.


"Kemarilah."


Leo langsung mendekatkan dirinya kepada Cassandra dan Leo memberikan kecupan yang sama di kening Cassandra.


"Bagaimana jika sama - sama saling menghibur dan menguatkan sampai maut memisahkan kita berdua."


Deg


Hati Cassandra kembali bergetar hebat saat Leo mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Sssst tidak perlu kau jawab sekarang, aku tau kau masih terguncang dengan hal - hal yang terjadi di dalam hidup mu, simpak jawaban itu dan katakan di waktu yang tepat di saat au menanyakan nya lagi nanti."


Leo mengatakan hal tersebut sambil menyentuh bibir Cassandra dengan jari telunjuk nya.


"Sekarang sudah sangat malam, ayo kita kembali ke dalam, Gerald bisa marah kepada ku ketika melihat mu sakit nanti."

__ADS_1


"Terima kasih Leo Huang, kau mengerti kegelisahan yang aku rasakan."


Leo Huang hanya tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Leo Huang berdiri dan mengulurkan tangannya untuk membantu Cassandra berdiri dan mereka masuk ke dalam mansion Gerald.


Sementara itu di sudut ruangan nampak satu laki paruh baya sejak tadi sedang menatap ke arah jendela memperhatikan apa yang telah di lakukan oleh Leo Huang dan juga Cassandra.


"Tuan James belum tidur?"


Satu suara yang tiba - tiba terdengar di belakang tuan James yang masih menatap ke arah jendela.


"Ah kau Gerald, ya Gerald aku masih belum mengantuk malam hari ini."


"Nampaknya tuan James begitu memperhatikan Leo Huang?"


tuan James langsung tersenyum dengan pertanyaan yang Gerald ajukan.


"Ya Gerald, perjalanan hidup Leo sungguh sangat berliku, meskipun Leo bukan putra kandung ku, namun aku sangat sayang kepadanya seperti aku mencintai putra kandung ku sendiri, aku berharap Leo bisa menemukan wanita yang bisa tulus mencintai nya, wanita yang selalu ada bersama dengan nya, dan wanita yang tidak akan pernah menuntut akan masa lalu gelap dari Leo Huang."

__ADS_1


"Nampaknya apa yang tuan James inginkan sebentar lagi akan terwujud."


"Semoga saja Gerald."


__ADS_2