RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
JAGA LILI SAMPAI AKU KEMBALI


__ADS_3

Dasar kau wanita pelacur."


Marsha mulai menampar Katarina berkali - kali, memukul mulut Katarina tanpa ampun hingga mulut Katarina berdarah dan Katarina kehabisan tenaga.


"Minum, minum sekarang kau tidak akan bisa menolak nya lagi."


Dengan paksaan pada akhirnya Marsha berhasil untuk memasukkan obat tersebut ke dalam mulut Katarina.


Katarina yang sudah tidak memiliki tenaga terpaksa harus menelan obat illegal tersebut hingga masuk ke dalam tubuhnya.


"Lepaskan ke dua tangan dan kakinya."


"Baik nona Marsha."


Setelah mendengarkan perintah dari Marsha semua pengawal melepaskan kaki Dan tangan Katarina.


Katarina langsung terkulai lemah tak berdaya di hadapan mereka.


Dengan perlahan darah segar keluar dari jalan lahir.


Air mata Katarina menetes, ketika darah segar mengalir dengan sangat deras ketika merasakan darah yang terus mengalir keluar dari jalan lahir.


Ingin sekali Katarina bisa kembali berdiri dan segera lari ke rumah sakit untuk menyelamatkan kandungan nya ketika dia merasakan darah segar yang terus menerus mengalir dari jalan lahir.

__ADS_1


Tuhan tolong aku, aku ingin tetap hidup, aku ingin kembali kepada suami dan anak ku, jangan biarkan hidup ku berakhir di sini, Tuhan tugasku belum selesai.


Dengan air mata yang terus mengalir Katarina mengatakan hal tersebut di dalam hati, sungguh Katarina yang sudah tidak memiliki tenaga bahkan untuk menangis pun Katarina tidak memiliki tenaga, kini dengan perlahan pada akhirnya ke dua mata Katarina pun tertutup.


"Kau mengerti apa yang harus kau lakukan bukan?"


"Baik nona Marsha."


Marsha memberikan satu perintah kepada salah satu pengawal nya dan dengan dengan segera pengawal tersebut mengangkat tubuh Katarina.


"Malam ini sungguh merupakan satu pesta besar untuk ku."


Marsha meninggalkan tempat tersebut dengan penuh kemenangan, tawa kebencian terdengar jelas terdengar dari mulut Marsha.


Malam dengan satu cerita sedih menyapa ke dalam relung hati Katarina yang sudah tidak sadarkan diri.


Pagi ini Wen Li yang membuatkan sarapan menyapa Leo Huang yang baru saja turun dari dalam kamar.


"Kau tidak tidur semalaman yah?"


Wen Li mengatakan hal tersebut sambil memberikan roti bakar untuk Leo, Wen Li dapat melihat jelas bahwa ke dua mata Leo adalah mata yang tidak tidur semalaman.


Bagaimana aku bisa tidur jika istri ku di dalam bahaya Wen Li.

__ADS_1


Wen Li langsung terdiam dan berusaha untuk mengerti apa yang saat ini di alami oleh Leo Huang.


"Dimana yang lainnya?"


Leo mengatakan hal tersebut sambil duduk di di kursi makan berusaha untuk menelan sarapan paginya.


"Yang lainnya sedang bersiap - siap, sebentar lagi kita akan berangkat menuju ke Italia."


"Mereka sudah sarapan?"


Wen Li langsung menganggukan kepalanya.


"Hanya tinggal kau Leo yang belum bangun dan belum sarapan, jika kau sudah selesai segera bergabung dengan kami di parkiran mobil."


Setelah mengatakan hal tersebut Wen Li segera pergi dan tak beberapa lama Leo Huang mengikuti Wen Li untuk menuju ke parkiran mobil, namun langkah nya terhenti saat Leo melewati kamar Lili Huang.


"Bibi Ai."


"Ya tuan Leo."


"Jaga putriku dengan baik sampai aku Kembali."


"Pasti tuan Leo."

__ADS_1


Bibi Ai yang seakan - akan mengerti arah pembicaraan Leo langsung menganggukan kepalanya.


Leo kembali berjalan ke arah parkiran mobil dengan hati yang sangat kacau berbagai firasat buruk telah menyapa nya namun Leo berusaha untuk menepis hal tersebut.


__ADS_2