RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
STATUS UNTUK WEN LI


__ADS_3

"Terserah apa yang akan kau katakan Celine, tapi aku tidak akan pernah mencintai mu sedikit pun!"


Perkataan demi perkataan Pedro kini membuat hati dokter terluka, namun dengan sekuat tenaga dokter Celine mencoba untuk tidak menangis di depan Pedro.


"Aku muak berada disini!"


Selesai mengucapkan hal itu Pedro beranjak dari tempat duduknya dan langsung begitu saja meninggalkan dokter Celine sendiri di tempat tersebut.


"Aku mungkin aku telah salah mencintai laki - laki keras kepala seperti mu Pedro, namun seperti janji ku, aku akan membuat mu jatuh cinta dengan segala hal yang aku miliki."


Air mata dokter Celine terus menetes saat dokter Celine mengatakan hal tersebut secara perlahan, rasa cintanya terhadap Pedro yang begitu kuat membuatnya mau melakukan segala cara untuk bisa memiliki nya.


"Dasar dokter gila! sudah aku katakan aku tidak mau untuk menikah dengan nya, sudah aku katakan aku tidak pernah jatuh cinta dengan nya, tetap saja dia keras kepala seperti itu, jangan salahkan aku jika aku menyakiti perasaan nya "


Di dalam mobil hal tersebut yang Pedro katakan, dengan melajukan kendaraan dan dalam keadaan mabuk Pedro terus mengeluarkan sumpah serapahnya untuk dokter Celine.


Namun karena terlalu sibuk dengan sumpah serapah dan keadaan Pedro yang sedang tidak stabil, karena mabuk membuat Pedro tidak menyadari jika di depan ada satu kendaraan lain yang saat ini sedang melaju dengan kencang, Pedro terlambat untuk menghindari kendaraan tersebut dan tabrakkan beruntun pun terjadi di jalan raya.


"Baiklah aku akan segera kesana."

__ADS_1


Wajah dokter Celine seketika pucat ketika dokter Celine menerima kabar bahwa Pedro mengalami kecelakaan.


"Kita baru saja bertemu Pedro, kau baru saja mengeluarkan banyak kata - kata yang membuat hati ku sedih, sekarang aku mendengar kabar seperti ini."


Air mata Dokter Celine kembali menetes dengan deras ketika dokter Celine mengatakan hal itu, dengan segera dokter Celine beranjak dari tempat duduknya, meninggalkan tempat hiburan tersebut dan langsung menuju ke rumah Sakit.


Sementara itu di Negara C.


"Sampai kapan kita akan seperti ini Jin Lee?"


di hari yang sama di Negara C nampak Wen Li mengatakan hal tersebut kepada Jin Lee sambil melihat pemandangan dari balik mansion mewah milik Jin Lee.


Jin Lee langsung mendekat ke arah Wen Li, memeluk pinggang Wen Li sambil mengatakan hal tersebut.


"Kau masih menanyakan apa yang aku inginkan?"


"Ya tentu aku menanyakan apa yang kau inginkan, aku akan memenuhi semua yang kau inginkan."


"Apakah kau yakin jika kau bisa memenuhi semua keinginan ku?"

__ADS_1


"Ya tentu saja."


"Baiklah, aku menginginkan pernikahan."


Deg


Jin Lee langsung melepaskan pelukannya kepada Wen Li.


"Kenapa? kau mengatakan kau bisa memenuhi semua keinginan ku, sekarang kenapa kau diam Jin Lee?"


"Wen Li apakah tidak ada permintaan lain ?"


Wen Li langsung tersenyum tipis ketika Jin Lee mengatakan hal tersebut.


"Sudah aku duga kau akan mengatakan hal itu Jin Lee, kau tau aku seperti patung bagi mu, aku seperti boneka hidup mu."


"Wen aku tidak pernah mengatakan kau seperti itu!"


"Ya kau memang tidak pernah mengatakan hal tersebut secara langsung, namun segala sesuatu gerak gerik mu membuat aku memberikan pemikiran itu."

__ADS_1


"Aku juga ingin seperti wanita yang lainnya Jin Lee."


__ADS_2