RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
KEHADIRAN MALAIKAT KECIL


__ADS_3

Malam yang sama di Negara C, nampak satu wanita sedang duduk di atas balkon kamarnya


"Dimana dia, kenapa sudah selarut ini belum juga kembali."


Katarina duduk termenung di tengah malam sendirian, entah mengapa malam ini dengan sengaja Katarina menunggu kedatangan Leo.


Namun sampai larut malam Katarina tidak melihat kemunculan suaminya itu.


"Tuhan apakah aku harus mengatakan kebenaran ini?"


Katarina mengatakan hal tersebut sambil memegang alat tes kehamilan dengan garis dua yang tertera dari hasil tes tersebut.


"Apakah ini merupakan rencana Mu Tuhan dengan kehadiran malaikat kecil di dalam rahim ku?"


Katarina membelai perutnya yang masih rata sambil mengatakan hal itu.


"Jika benar ini merupakan rencana Mu apakah yang harus aku lakukan selanjutnya?"


Air mata Katarina kembali menetes ketika Katarina mulai memikirkan hal yang tidak - tidak.


"Secara hukum dia memang suami sah ku, namun aku tidak pernah mengetahui apakah ada cinta di dalam hatinya untuk ku?"


"Dengan sekuat tenaga aku berusaha untuk melepaskan rasa dendam ini, terlebih ketika malaikat kecil ini sekarang berada di dalam rahim ku."


"Namun aku sebenarnya ragu apakah dia laki - laki yang baik untuk malaikat kecil ku nanti?"

__ADS_1


"Semuanya masih tidak pasti."


Air mata Katarina terus menetes dengan setiap perkataan yang telah di ucapkan.


Malam yang semakin dingin, malam yang semakin larut, di dalam kesedihan, di dalam kesendirian Katarina terus menangis tanpa kata dengan setiap hal yang saat ini sudah terjadi di dalam hidupnya.


"Nona Katarina."


Satu panggilan membuatnya langsung menghapus air mata.


"Bibi Meme."


"Nona masuklah di luar dingin."


Bibi Meme yang sejak tadi sudah berada di depan pintu kamar sengaja tidak masuk ke dalam karena mendengarkan isak tangis Katarina.


Katarina segera berdiri dari tempat duduknya, memasukkan alat tes kehamilan ke dalam saku baju tidurnya, untuk saat ini Katarina tidak ingin siapapun mengetahui kehamilan nya.


"Aku sedang menunggu kedatangan Leo bi."


sambil berjalan menuju ke tempat tidur Katarina mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme.


"Mungkin tuan Leo banyak pekerjaan sehingga tuan Leo harus menginap di kantornya nona."


Bibi Meme mengatakan hal tersebut sambil menyelimuti Katarina yang sudah berbaring di atas tempat tidur.

__ADS_1


"Mungkin bi, terima kasih."


"Terima kasih untuk apa nona?"


"Terima kasih karena bibi tidak pernah meninggalkan Katarina, selamanya hanya bibi yang Katarina bisa miliki seutuhnya."


Bibi Meme memandang wajah Katarina saat mengatakan hal tersebut kepadanya, tersirat banyak beban yang Katarina pikul seorang diri.


Namun karena Katarina tidak menceritakan terhadap bibi Meme, maka pada akhirnya bibi Meme memilih untuk tetap diam.


"Sama - sama nona, selamat malam nona Katarina."


Bibi Meme mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Katarina.


Bagi bibi Meme, Katarina tetaplah gadis kecilnya, gadis kecil yang selalu ingin di lindungi.


"Selamat malam juga bibi Meme."


Bibi tersenyum mendengarkan ucapan Katarina, dengan cepat bibi Meme mematikan lampu kamar dan membiarkan Katarina terlelap.


Malam hari ini Katarina mencoba untuk memejamkan mata, malam hari ini Katarina mencoba untuk mengobati luka hatinya dengan cinta kasih yang diberikan oleh bibi Meme terhadap nya.


Sementara itu di Huang Corp.


"Kau akan pulang atau menginap di sini Leo?"

__ADS_1


Fei - Fei mengatakan hal tersebut sambil mengambil pakaian nya yang sudah di lempar oleh Leo Huang ke segala arah.


__ADS_2