
"Selamat pagi sayang."
Satu ciuman mesra telah di daratkan oleh Leo Huang kepada Katarina, dan tepat di saat yang sama Katarina langsung bangkit dari tempat tidur dan menuju ke dalam kamar mandi.
"Sayang apakah kau baik - baik saja?"
Leo Huang yang melihat gelagat aneh Katarina langsung ikut turun dari tempat tidur.
"Sayang apakah kau baik - baik saja?"
Leo Huang mencoba untuk mengetuk pintu kamar mandi, namun tidak ada suara Katarina, yang terdengar adalah suara gemericik air.
"Hei sayang, apakah kau baik - baik saja?"
Dan pada akhirnya Leo Huang masuk ke dalam kamar mandi mendapatkan Katarina terus mengeluarkan isi di dalam perutnya.
Leo yang sudah mengerti akan kondisi wanita yang sedang mengandung segera memijit - mijit tengkuk Katarina.
"Bagaimana apakah sudah lebih baik."
Katarina langsung menganggukan kepalanya.
"Maafkan aku Leo."
"Maaf? untuk apa kau meminta maaf?"
__ADS_1
"Ini pasti bau, kau masuk ke dalam kamar mandi mengikuti ku, pasti bau."
Leo langsung tersenyum mendengarkan apa yang telah dikatakan oleh Katarina.
"Sayang, aku bukan laki - laki yang seperti itu, kau tau kan aku pernah melewati masa ini ketika Lili berada di dalam kandungan."
Deg
Hati Katarina terasa aneh saat Leo mengatakan hal tersebut, satu perasaan tak biasa kini mulai hinggap di hati Katarina.
"Leo aku ingin bertanya sesuatu hal kepada mu."
"Baiklah,aku akan menjawab nya, namun kita harus keluar terlebih dahulu dari dalam kamar mandi ini."
"Nah jadi apa yang akan kau tanyakan sayang?"
Dengan lembut Leo mengatakan hal tersebut kepada Katarina, setelah membawa Katarina kembali ke tempat tidur mereka.
"Leo apakah dulu nona Louisa seperti ini? pasti nona Louisia lebih berpengalaman karena nona Louisia adalah seorang dokter."
Leo Huang langsung mengernyitkan dahi ketika Katarina memberikan pertanyaan tersebut kepadanya.
"Jadi saat ini kau sedang membandingkan diri mu dengan Louisia?"
"Bukan membandingkan aku hanya ingin tau saja, aku merasa terlalu merepotkan mu akhir - akhir ini."
__ADS_1
Leo melihat wajah sendu Katarina yang kini semakin di kenal nya.
"Sayang, aku sama sekali tidak pernah membandingkan mu dengan Louisa, kau tau tidak ada satupun orang yang mau untuk di banding kan, semua memiliki cerita, semua memiliki kelebihan dan kekurangan masing - masing."
Katarina langsung kembali menatap wajah Leo mencari kebenaran akan setiap perkataan nya tersebut.
"Kau yakin Leo?"
"Sangat yakin, jadi sekarang kau tidak percaya kepadaku lagi?"
"Aku percaya kepada mu Leo, sangat amat percaya."
"Baiklah, jika kau percaya, sekarang kembali lah ke tempat tidur?"
"Untuk apa? aku ingin tetap menyiapkan sarapan dan segala kebutuhan mu sebelum kau berangkat bekerja."
"Kau bilang tadi kau percaya dengan ku bukan? jika kau percaya berarti kau harus mengikuti semua perkataan ku, jadi sekarang kembali ke tempat tidur lagi."
Pada akhirnya dengan patuh Katarina kembali ke tempat tidurnya lagi, dengan penuh kasih Leo Huang kembali menarik selimut untuk menutupi tubuh Katarina.
"Mencintai suami bukan hanya harus membantu menyiapkan segala sesuatu hal yang di butuhkan oleh suami nya, salah satu bentuk rasa cinta istri terhadap suami adalah istri yang memiliki rasa hormat, dan mau untuk diarahkan oleh suaminya."
"Saat ini aku ingin kau istirahat dan menjaga kandungan mu, segala sesuatu yang aku butuhkan akan di siapkan oleh bibi Ai."
Dengan lembut Leo mengatakan hal tersebut kepada Katarina sambil mendaratkan ciuman mesra di kening Katarina.
__ADS_1