RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
AKU BUTUH BIBI BAIK PAPA


__ADS_3

Leo Huang berjalan keluar dari ruangan Dokter Celine dengan tatapan nanar, tatapan kesedihan yang tak dapat dirasakan oleh siapapun juga.


"Suster siapa nama tuan muda ayah dari gadis kecil tersebut?"


Dokter Celine yang masih berada di dalam ruangan menanyakan hal ini kepada salah satu perawat.


"Nama orang tua pasien adalah tuan Leo Huang dokter Celine."


Dokter Celine langsung terdiam dengan informasi yang di terima nya dari perawat.


"Louisa, ya Louisa dia adalah suami dari Louisa, berarti gadis kecil itu adalah putri dari dokter Louisa."


"Betul dokter Celine."


"Suster apakah ada kabar tentang menghilang nya dokter Louisa?"


"Sampai saat ini belum ada kabar lagi dokter Celine."


"Ini betul - betul menjadi sebuah misteri yang besar, dokter Louisa tiba - tiba saja menghilang dan sampai sekarang tidak di temukan lagi."


Dokter Celine yang merupakan rekan sejawat dari Louisa istri Leo Huang sampai saat ini masih merasakan keanehan dengan menghilang nya Louisa secara tiba - tiba dan sudah bertahun - tahun tidak ada kabar berita nya lagi.


"Baiklah suster biarkan gadis kecil itu menjadi pasien ku, apakah pasien ku masih bisa bertambah?"


"Masih bisa Dokter Celine."


"Bagus, terima kasih suster."


Setelah mengatakan hal tersebut Dokter Celine segera keluar dari dalam ruangan dan kembali untuk bertemu dengan para pasien.


Sementara itu Leo Huang kini sudah berada di depan pintu ruang rawat Lili, Leo Huang mulai mengatur nafas agar dirinya bisa tetap terlihat stabil di depan putri kecilnya tersebut.


"Baiklah, aku bisa untuk menghadapi ini."


Setelah mengatakan hal itu Leo Huang membuka pintu kamar ruang rawat, dan begitu pintu kamar terbuka, Leo Huang melihat putri kecilnya sedang terbaring di atas tempat tidur.


"Papa, kenapa Lili tidak boleh pulang?"


Pertanyaan polos yang ditanyakan kepada Leo Huang mampu membuat Leo Huang terdiam.


"Papa ada apa?"


Lili mengatakan hal tersebut sambil menarik - narik baju Leo.


"Iya sayang, Dokter yang belum mengizinkan mu untuk pulang, karena ada satu hasil pemeriksaan yang masih belum selesai."


"Papa boleh Lili bertanya?"


"Katakan saja sayang."

__ADS_1


"Apakah Lili sakit parah?"


Deg


Leo Huang kini menatap putri kecilnya tersebut dengan tatapan yang tajam.


"Semua akan baik - baik saja termasuk keadaan mu."


Dengan satu pelukan Leo Huang mengatakan hal tersebut kepada Lili.


"Papa tidak berbohong kepada ku kan?"


"Tidak akan sayang."


"Papa boleh Lili meminta sesuatu hal kepada papa?"


"Katakan saja sayang."


"Lili ingin kembali bertemu dengan bibi baik yang pernah ada di pernikahan kakek James, apakah papa bisa mempertemukan kembali Lili dengan bibi baik itu?"


Deg


Leo Huang yang sedang memeluk Lili segera mengendurkan pelukannya.


"Sayang papa tidak tau harus mencari bibi baik itu dimana, lagi pula apakah kehadiran papa tidak cukup untuk mu?"


"Lili tau pa harus mencari bibi baik itu dimana, papa tinggal bertanya saja kepada paman Jin Lee, karena bibi baik itu pemenang ajang pencarian talent milik paman Jin Lee."


"Baiklah papa akan menanyakan informasi bibi baik kepada paman Jin Lee, namun putri kesayangan papa ini belum menjawab pertanyaan papa, mengapa kau selalu ingin bertemu dengan bibi baik itu?"


"Baiklah Lili akan menjawab nya, tapi papa harus berjanji kepada Lili papa tidak akan marah mendengarkan jawaban dari Lili."


"Katakan saja sayang."


"Saat Lili di peluk bibi baik, Lili jadi merasakan pelukan mama, Lili rindu mama."


Deg


Satu pengakuan dari Lili yang membuat jantung Leo Huang berdegup sangat kencang, hatinya tersentak sangat keras, hari ini Leo Huang menyadari bahwa Lili bukan lagi anak kecil yang bisa dengan gampang di titipkan kepada bibi Ai pengasuh nya itu.


"Pa, apakah papa marah dengan jawaban dari Lili?"


"Tidak mungkin papa marah kepada mu sayang, baiklah papa akan berusaha agar esok hari bibi baik itu berada di rumah sakit untuk menemani mu."


"Terima kasih papa."


Lili mengatakan hal tersebut sambil mencium pipi Leo Huang.


"Sekarang tidurlah papa akan menemani mu."

__ADS_1


Leo Huang membaringkan dirinya di sebelah Lili dan memeluk putri kecilnya tersebut.


Tak beberapa lama kemudian Lili Huang pun tertidur dan setelah Leo melihat bahwa putri kecilnya tersebut telah tertidur dengan nyenyak Leo Huang segera bangkit dari tempat tidurnya.


"Jaga keamanan putri ku apakah kalian mengerti!"


"Baik tuan Leo."


Selesai memberikan perintah kepada pengawal Leo Huang segera keluar dari ruang rawat menuju ke ruangan eksklusif yang berada di dalam rumah sakit tersebut.


Rumah Sakit Negara C adalah Rumah Sakit yang bekerja sama dengan perusahaan Chandradinata, dimana di dalam Rumah Sakit tersebut pasti terdapat ruang eksklusif untuk para pemegang saham beristirahat.


"Asisten Zoe."


"Ya tuan Leo."


"Esok hari jemputlah wanita buta itu, Lili memintanya untuk datang."


"Baik tuan muda."


"Tetap sembunyikan identitas ku, katakan saja bahwa putri ku ingin bertemu dengan nya."


"Satu hal, sembunyikan terlebih dahulu tentang keadaan Lili saat ini dari media, dan juga dari keluarga ku."


"Baik tuan muda Leo."


"Sepertinya aku akan membutuhkan kehadiran wanita buta itu lebih banyak untuk putri ku."


"Apakah rencana tuan muda berikutnya untuk nona Katarina Chou?"


"Entahlah asisten Zoe, aku belum memikirkan apapun, kau boleh keluar, karena aku akan beristirahat di ruangan ini sampai besok pagi."


"Leo Huang meminta asisten Zoe untuk keluar, karena kini Leo Huang ingin beristirahat, asisten Zoe pun segera keluar dari dalam ruangan tersebut."


"Sial! aku begitu ingin menghancurkan mu, namun sekarang sepertinya putri ku sangat membutuhkan kehadiran mu, untuk sementara kau mungkin bisa dengan tenang menikmati semuanya, namun aku pastikan kau akan kembali ke Negara asal mu dan tidak terlihat lagi di sini."


Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil melepaskan dasi yang masih melekat di kemeja kantor nya.


Malam hari itu Leo Huang memilih untuk beristirahat di ruang eksklusif di dalam Rumah Sakit, Leo Huang ingin tetap menemani putrinya tersebut.


"Selamat pagi apakah betul ini kediaman nona Katarina Chou?"


Satu orang pengawal mengatakan hal tersebut di depan bibi Meme dan juga Katarina.


"Ya aku Katarina, siapa kalian?"


"Nona Katarina kami di minta untuk menjemput anda."


"Menjemput ku? siapa yang meminta kalian untuk menjemput ku?"

__ADS_1


"Nona muda yang meminta kami menjemput nona Katarina."


__ADS_2