RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
PIKIRAN ASISTEN LEE


__ADS_3

"Dulu aku tidak bisa membantu Louisa untuk menyelesaikan masalah nya, bahkan kematian Louisia pun aku tidak mengetahui nya, sekarang ketika istriku Katarina sedang mengandung aku juga tidak bisa menjaga nya dengan baik, jika aku bisa menjaga nya dengan baik tidak mungkin semua hal ini terjadi."


Leo mengatakan hal tersebut sambil memandang ke arah Wen Li seakan - akan mencari kebenaran akan setiap pertanyaan yang telah di ajukan nya tadi.


"Jadi kau memberikan penghakiman terhadap dirimu sendiri hanya karena hal ini?."


Leo menganggukan kepalanya saat Wen Li mencoba untuk kembali bertanya.


"Leo, kau tidak boleh mengatakan hal ini, bagi Louisa dan bagi Katarina kau adalah laki - laki yang hebat, aku sangat yakin dua wanita ini tidak akan pernah sedikit pun memiliki pemikiran seperti yang kau katakan saat ini."


"Darimana kau begitu yakin jika mereka tidak memiliki pemikiran seperti itu?"


"Karena aku juga wanita Leo, memang tidak semua wanita memiliki sifat, karakter dan pemikiran yang sama, namun setiap wanita akan bisa merasakan apa yang di alami wanita yang lainnya."


"Aku yakin bagi nona Louisa dan Nona Katarina kau adalah laki - laki, suami yang begitu mencintai mereka dan juga bertanggung jawab, jadi aku mohon Leo jangan kau memiliki pemikiran demi pemikiran aneh lagi."


Wen Li berusaha untuk memberikan penguatan kepada Leo Huang, karena bagaimana pun juga saat ini Leo Huang harus tetap tenang.

__ADS_1


"Leo aku mohon untuk kau bisa tetap stabil di dalam masalah ini, kau tidak sendiri di dalam menghadapi nya, ada aku, Gerald dan semua orang yang mendukung mu, saat ini nona Katarina juga pasti mengharapkan hal yang sama, aku sangat yakin nona Katarina akan tetap tenang karena nona Katarina yakin kau akan bisa menyelamatkan nya."


Deg


Perkataan penguatan demi penguatan yang Wen Li berikan membuat Leo Huang kembali menatap Wen Li.


"Kau benar Wen Li, saat - saat seperti ini seharusnya aku tidak menjadi lemah, namun saat - saat seperti ini justru membuat aku harus tetap kuat."


"Ya Leo, lakukan itu semua demi nona Katarina, karena hadapan nona Katarina selain Tuhan adalah kau."


Wen Li mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk bahu Katarina.


"Sama - sama Leo, sebentar lagi kita akan mengadakan rapat untuk membahas hal - hal baru yang di temukan oleh Gerald di mansion, aku mohon kau harus tenangkan dirimu agar kita bisa mencari solusi untuk membebaskan nona Katarina."


Leo Huang langsung menganggukan kepalanya mendengarkan setiap perkataan Wen Li.


Sementara itu di mansion Steven Chou.

__ADS_1


"Kurang ajar!."


"Tuan Steven tenangkan diri anda."


"Bagaimana aku bisa tenang asisten Li, wanita ular itu ternyata memiliki rencana sendiri, kau lihat semua panggilan ku sama sekali tidak di jawabnya."


Tuan Steven menunjukan ponselnya yang sejak tadi terus melakukan panggilan.


"Nona Marsha memang sudah melanggar kesepakatan tuan Steven, tapi dengan begini kita bisa menjadi lebih aman."


Steven Chou yang mendengarkan perkataan asisten Li langsung mengernyitkan dahi.


"Apa maksud perkataan mu asisten Li?"


"Saat ini tentu hanya nama nona Marsha yang menjadi incaran keluarga Huang, dengan begitu tuan Steven tidak perlu khawatir lagi."


Steven terdiam lalu setelah itu tersenyum mendengarkan perkataan asisten Li.

__ADS_1


"Kau benar asisten Li."


__ADS_2