RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
CIUMAN MALAM


__ADS_3

"Kenapa dingin?"


Malam ini Katarina dan Leo kembali tidur di dalam satu ranjang.


"Iya dingin."


Leo tersenyum melihat Katarina yang terbangun tengah malam karena selimut yang menutupi tubuhnya terlepas.


"Ya selimut mu terjatuh, kemarilah aku akan membuat badan mu hangat."


"Aku butuh selimut Leo."


"Ya dan aku yang akan menjadi selimut mu."


Dengan cepat Leo mendekatkan dirinya kepada Katarina agar Katarina bisa masuk ke dalam pelukannya.


"Bagaimana apakah sudah hangat?"


"Iya."


Jantung Katarina kembali berdegup sangat kencang ketika masuk ke dalam pelukannya Leo Huang.


"Nampaknya aku harus sering - sering memeluk mu, agar detak jantung mu tidak terdengar sampai seperti ini."


Deg


Pipi Katarina langsung bersemu merah ketika Leo mengatakan hal tersebut kepadanya, suansana kamar yang gelap membuat semua nya menjadi tidak terlihat.


"Aku malu Leo."


Leo tersenyum dengan pengakuan Katarina dan semakin erat memeluk tubuh istrinya tersebut.

__ADS_1


"Apa yang membuat mu harus malu di hadapan ku? kau adalah istriku, apa yang saat ini aku miliki adalah milik mu juga, tidak ada yang tidak akan pernah terlewatkan dari hadapan mu sayang, boleh aku memangggilmu dengan kata sayang mulai hari ini sampai maut memisahkan kita nanti?"


Katarina tidak mengatakan hal apapun kecuali hanya menganggukan kepalanya secara perlahan.


"Boleh aku meminta sesuatu dari mu sayang?"


"Apa itu Leo?"


"Aku ingin sekali mencium mu."


Deg


Katarina semakin mencengkram erat selimut yang kini menutupi tubuhnya bersama dengan Leo Huang.


"Tapi jika belum siap aku tidak akan pernah memaksa."


"Lakukan saja Leo."


"Kau yakin?"


"Iya."


"Baiklah aku berjanji tidak akan meminta lebih dari ini, selama ini aku menyentuh mu karena aku benci kepada mu, namun mulai hari ini dan seterusnya ketika aku menyentuh mu itu semua karena aku mencintai mu."


Setelah mengatakan hal tersebut Leo Huang langsung menyalakan lampu kamar yang terletak di meja kecil di sebelah tempat tidur mereka.


"Kenapa kau menghidupkan lampu?"


Katarina sangat kaget saat lampu kamar tiba - tiba menyala."


"Aku ingin menyentuh mu dalam keadaan aku bisa melihat semuanya, tidak dengan bayang - bayang di dalam kegelapan seperti tadi."

__ADS_1


Leo tersenyum menatap wajah istrinya tersebut.


"Apa aku menarik jika kau melihat ku seperti ini?"


Leo Huang langsung tertawa ketika mendengarkan pengakuan dari Katarina.


"Kenapa kau tertawa Leo? aku tidak menarik lagi?"


"Hei sejak kapan kau menjadi tidak percaya diri seperti ini?"


"Entahlah, mungkin sejak kau meminta aku untuk memberikan mu kesempatan, selama ini aku juga membenci mu."


"Ya aku tau itu."


"Lalu aku mau untuk memaafkan mu."


"Terima kasih sayang."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Leo Huang langsung mendaratkan ciuman manis di bibir Katarina, Leo Huang laki - laki yang sudah lama lupa akan kenikmatan cinta, malam ini kembali merasakan gairah tersebut.


Dengan kepintaran nya di dalam berciuman dengan waktu yang singkat Leo Huang terus mengendalikan permainan.


Dengan detak jantung yang semakin kencang Leo Huang mulai tak terkendali, dengan perlahan Leo Huang mulai membuka kancing baju Katarina.


"Leo sudah, ini sudah lebih dari cukup."


Perkataan pelan Katarina langsung membuat kesadaran Leo kembali.


"Maaf, maafkan aku."


Leo langsung menutup kembali baju Katarina bagian atas yang kini sudah terbuka.

__ADS_1


__ADS_2