RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
RUANGAN GELAP


__ADS_3

"Ya ini aneh tuan Gerald, namun kelompok Lady Dragon selalu penuh dengan kejutan kita harus tetap berhati - hati."


Gerald yang mengerti akan maksud dari Michael Langsung menganggukan kepalanya.


Mereka terus melangkahkan kaki untuk menuju ke tangga lantai dua.


"Awas tuan Gerald."


Michael Langsung berteriak saat Gerald tidak sengaja menginjak satu benda kecil yang berada di lantai.


Tak beberapa lama asap putih mulai menyelimuti seluruh ruangan sehingga pada akhirnya mereka tidak bisa untuk saling melihat.


"Tuan Leo, tuan James tetap waspada."


Gerald langsung mengatakan hal tersebut melalui alat pelacak yang kini sudah terpasang pada telingga mereka.


"Ya kami akan lebih berhati - hati tuan Gerald."


"Saat ini kita tidak saling mengetahui siapa yang ada di samping kita, apakah dia rekan atau musuh kita, sepertinya mereka sengaja menggunakan asap ini untuk menyerang kita."


"Ya kau benar tuan Gerald."


Satu per satu kembali melangkahkan kaki dengan sangat hati - hati.


Dan tak lama kemudian mulai terdengar suara tembakan demi tembakan yang semakin lama semakin saling bersahutan.

__ADS_1


"Astaga sungguh merepotkan jika kita harus berhadapan dengan mafia wanita."


Leo mengatakan hal tersebut setelah selesai menembak satu pengawal Lady Dragon yang ternyata adalah seorang wanita.


Dengan langkah yang mantap Leo terus maju untuk bisa menemukan ruangan Katarina, tidak ada lagi rasa takut, karena yang ada di dalam pikiran Leo saat ini adalah bagaimana dirinya bisa menyelamatkan Katarina dari pasukan Lady Dragon.


"Tuan Leo dan tuan James bagaimana keadaan anda?"


"Kami baik - baik saja tuan Gerald."


tembak menembak terus terjadi di lantai satu, tembakan yang di lepaskan tanpa mengetahui apakah itu lawan atau kawan karena semuanya tertutup asap tebal.


"Papa, tuan James aku sudah berada di lantai dua, bagaimana dengan kalian?"


"Kami ada di belakang mu Leo."


"Jadi sekarang kita harus kemana."


"Tuan Leo ayo ikut aku."


Michael yang juga sudah mengetahui sisi kastil segera mengajak para rombongan untuk ikut di belakang mereka.


Michael bergerak dengan cepat untuk menuju pada ujung lorong lantai dua tersebut.


"Laba - laba penghisap darah tuan Leo awas hati - hati!"

__ADS_1


Gerald memperingatkan Leo ketika melihat satu laba - laba mulai menyerang nya.


"Ya aku tau tuan Gerald."


Dengan cepat Leo menembak laba - laba itu tanpa ampun dan terus berlari ke arah ujung lorong lantai dua.


"Ini pintu yang kita cari."


Gerald mengatakan hal tersebut kepada semua orang yang saat ini bersama dengan nya.


"Astaga kata sandi lagi."


"Tenang saja tuan Leo, kata sandi ini mudah untuk di pecah kan."


Gerald segera mendekatkan diri dan mengutak atik nya.


Tak beberapa lama pintu pun terbuka, satu ruangan panjang mulai terlihat di depan mata mereka semua.


"Kita semua harus tetap hati - hati karena kita tidak akan pernah tau apa yang sedang menantikan kita di depan nanti."


Michael mengatakan hal tersebut kepada semua orang agar lebih berhati - hati sebelum melangkahkan kakinya.


Semua orang langsung menganggukan kepala secara bersamaan.


Dengan langkah yang mantap semua orang mulai masuk ke dalam ruangan gelap yang panjang dan gelap tersebut.

__ADS_1


Tidak ada hal yang mereka temukan kecuali kegelapan dan kegelapan.


Sampai pada akhirnya semua lampu serasa ada yang menyalakan.


__ADS_2