
"Selamat pagi."
Hari ini Wen Li terbangun di dalam mansion tuan Gerald.
"Aku masih di sini?"
"Pertanyaan mu sungguh sangat lucu, seharian kau menangis di dalam kamar sampai kau lelah dan tertidur, lalu sekarang kau mengajukan pertanyaan itu kepadaku."
"Ah maafkan aku tuan Gerald, aku sungguh - sungguh tidak ingat hal apapun."
"Panggil aku Gerald, aku bukan tuan mu."
"Maafkan aku Gerald."
"Bagaimana Keadaan mu?"
"Aku sudah lebih baik Gerald."
"Baiklah jika seperti itu aku dapat meninggalkan mu dengan tenang.
"Meninggalkan mu? kau mau kemana?"
"Apakah aku harus menceritakan semua hal kepada mu nona Wen Li?"
"Bukan maksudku seperti itu, tapi aku hanya ingin mengetahui saja kepergian mu."
"Kenapa kau merindukan aku?"
"Bukan Gerald, apakah sebagai teman aku tidak bisa mengetahui nya."
"Baiklah, aku akan pergi ke Negara C."
__ADS_1
Deg
Wen Li langsung terdiam dengan apa yang dikatakan Gerald kepadanya.
"Kenapa kau langsung diam begitu aku menyebutkan negara C?"
"Bolehkah aku ikut dengan mu untuk kembali ke Negara C?"
Gerald yang mendengarkan permohonan Wen Li langsung mendekatkan dirinya kepada Wen Li.
"Tidak boleh!"
Tatapan mata Gerald yang tajam membuat Wen Li terdiam seperti patung.
"Kenapa aku tidak boleh ikut dengan mu?"
"Karena kau pasti akan kembali mengejar laki - laki itu lagi."
"Tidak boleh."
"Baiklah, tanpa membutuhkan persetujuan mu aku bisa kembali sendiri kesana."
Dengan tersenyum tipis Gerald mendekatkan kembali dirinya kepada Wen Li.
"Kau tidak akan pernah bisa kembali ke negara C tanpa seizin ku, karena..."
"Karena apa Gerald?"
"Karena semua barang mu telah aku tahan, termasuk uang tunai yang kau miliki, jadi sekarang kau akan tetap disini, sampai aku kembali."
"Hei apa maksudmu seperti itu, aku bukan tawanan mu Gerald!"
__ADS_1
Wen Li mengatakan hal tersebut dengan sangat marah kepada Gerald.
"Ya sekarang, saat ini juga kau adalah tawanan, tawanan ku yang perlu aku jaga!"
Setelah mengatakan hal tersebut Gerald segera keluar dari kamar Wen Li dan meninggalkan Wen Li seorang diri di dalam kamar tersebut.
"Gerald apa bedanya kau dengan laki - laki yang pernah aku kenal, kalian laki - laki semuanya sama saja!"
Wen Li kembali berteriak marah kepada keheningan yang berada di dalam ruangan kamar tersebut.
"Apa sebenarnya fungsi ku untuk mu Gerald kenapa seolah - olah kau menjadikan aku tawanan mu seperti ini."
Wen Li kembali duduk menangis sendiri di dalam kamar mewah dengan hanya dia sendiri yang berada di dalam sana.
Sementara itu kini Gerald sudah masuk ke dalam jet pribadi miliknya.
"Semua sudah siap tuan Gerald."
"Baiklah, ayo kita berangkat."
Satu orang pengawal yang telah memberikan laporan segera meminta pengemudi untuk lepas landas dari bandara.
"Chen aku akan kembali, ya kembali untuk bertemu dengan mu, setelah semua hal yang telah kau perbuat kepadaku."
Tangan Gerald mengepal, mata Gerald memerah ketika menyebutkan nama nona Chen yang sepertinya meninggalkan satu bekas luka yang cukup dalam di hati Gerald.
Sementara itu di Negara C.
"Nona Chen ada surat misterius yang kami terima."
Salah satu pelayan memberikan sepucuk surat kepada nona Chen yang saat ini berada di dalam kamar.
__ADS_1