RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
TUAN PEDRO


__ADS_3

Pagi ini Katarina terbangun dengan keadaan yang masih sangat lelah dari segala sisi.


"Nona, apakah nona dapat tidur dengan nyenyak di dalam kamar sempit ini?"


Pertanyaan dari bibi Meme membuat Katarina langsung duduk di atas tempat tidurnya.


"Bi, jika aku mengatakan jujur memang tempat tidur ini, kamar ini tidak akan pernah sebanding dengan kamar ku di kediaman keluarga Chou, namun aku mengucap syukur karena dengan aku berada disini, aku bisa mengetahui banyak hal yang sebelumnya tidak pernah aku ketahui."


Katarina mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada bibi Meme.


"Terima kasih jika nona Katarina pada akhirnya mau menerima keadaan nona saat ini, sekarang biarkan bibi membantu nona untuk mandi."


"Tidak perlu bi, biarkan aku melakukan nya sendiri, tuntun saja aku ke kamar mandi, agar aku bisa mempelajari letak kamar mandi tersebut, bibi harus melatih ku untuk menjadi wanita mandiri."


Katarina kembali mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme, agar bibi Meme tidak merasa khawatir terhadap Katarina.


"Baiklah jika hal tersebut yang nona Katarina inginkan."


Dan setelah mengatakan hal tersebut bibi Meme menuntun Katarina berjalan ke kamar mandi, bibi Meme menunjukan semua hal yang berada disana, kamar mandi yang tidak mewah seperti kamar mandi milik Katarina di mansion, dengan cepat Katarina mempelajari semua hal yang berada di sana, karena satu tujuan Katarina, Katarina ingin mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain lagi.


Dengan cepat Katarina membersihkan dirinya dan setelah itu Katarina langsung menuju ke dapur untuk belajar memasak.


Dengan setia bibi mengajari Katarina semua letak perabotan dapur dan juga beberapa masakan gampang agar Katarina yang tidak dapat melihat tetap bisa melakukan aktivitas memasak.


"Bagaimana bi rasa roti panggang buatan ku?"


Katarina memberikan roti panggang hasil buatan nya tersebut kepada bibi Meme dan bibi Meme memakan roti panggang tersebut sambil tersenyum.


"Sempurna, semua matang dengan sempurna nona belajar dengan sangat cepat."


"Terima kasih bi, semua juga berkat bibi Meme yang dengan setia mengajari aku."


Dengan bahagia Katarina langsung memeluk bibi Meme, pengasuh Katarina yang paling Katarina sayangi saat ini.


"Halo apakah ada orang di rumah?"


Tiba - tiba ada suara yang berasal dari teras rumah mengatakan hal tersebut.


"Siapa bi?"


"Entahlah nona, ayo kita lihat."


Bibi Meme dan Katarina yang saat ini masih berada di dapur segera melihat ke depan ke arah sumber suara tersebut.

__ADS_1


"Pedro."


"Bibi Meme."


Dan ada satu laki - laki muda berkulit hitam yang kini berdiri di teras serta menyambut kedatangan bibi Meme dan langsung memeluknya.


"Kenapa bibi tidak memberitahukan aku jika bibi akan kembali ke sini?"


Dengan masih memeluk bibi Meme, Pedro mengatakan hal tersebut.


"Maafkan bibi Pedro semuanya di luar rencana bibi."


"Ah seperti itu."


Lalu pandangan mata Pedro beralih ke Katarina.


"Siapa gadis cantik yang berada di sebelah bibi? mengapa bibi tidak mengenalkan dia kepada ku?"


Bibi Meme yang mendengarkan perkataan Pedro langsung kembali mengingat jika saat ini Katarina masih berdiri di sebelahnya.


"Ah Pedro maafkan bibi, perkenalkan ini adalah nona Katarina Chou."


"Halo tuan Pedro, perkenalkan aku adalah Katarina Chou, gadis kecil yang telah di asuh dengan kasih sayang oleh bibi Meme dan kini sudah bertumbuh menjadi dewasa."


"Hai nona Katarina, senang berkenalan dengan mu, aku Pedro laki -laki tampan yang tinggal di samping rumah bibi Meme."


Pedro membungkukkan badan membalas perkenalan Katarina.


"Nona Katarina, Pedro ini adalah seorang musisi jalanan, setiap hari Pedro ber nyanyi di pusat kota dan setiap Pedro ber nyanyi pasti banyak sekali orang - orang yang datang untuk mendengarkan."


Bibi Meme mulai menceritakan tentang Pedro kepada Katarina Chou.


"Ah seperti itu, kau pasti memiliki suara yang bagus, apakah aku boleh ikut kau untuk ke pusat kota jika aku bosan berada di rumah?"


Hal tersebut yang langsung keluar dari mulut Katarina ketika Katarina kini mengetahui apa pekerjaan Pedro.


"Dengan senang hati nona, aku akan mengajak mu untuk ke pusat kota dan mendengarkan nyanyian ku."


"Apakah sekarang kau akan pergi kesana Pedro?"


"Tepat sekali nona Katarina, sebentar lagi aku akan menuju ke pusat kota."


"Bi, bolehkah aku ikut bersama dengan Pedro?"

__ADS_1


Katarina langsung mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme, dan Katarina meminta izin kepadanya.


"Nona maafkan bibi, jika nona Katarina ikut Pedro sekarang ke pusat kota, bibi tidak bisa menemani nona Katarina untuk pergi karena bibi harus pergi ke ladang pagi ini."


"Bi tak perlu khawatir aku yang akan menjaga nona Katarina dengan baik."


Pedro mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme, bibi Meme hanya memandang tajam ke arah Pedro saat Pedro mengatakan hal tersebut, bagi bibi Meme cukup berat untuk mengizinkan Katarina untuk ikut Pedro ke pusat kota, namun melihat tatapan wajah Katarina bibi Meme pada akhirnya mengambil suatu keputusan.


"Baiklah nona, bibi mengizinkan nona untuk ikut dengan Pedro ke pusat kota dan kau Pedro kau harus menjaga nona Katarina dengan nyawa mu sendiri."


"Laksanakan bibi Meme."


Katarina tersenyum dengan ucapan Pedro dan setelah mengatakan hal tersebut Katarina dan Pedro pamit undur diri dari hadapan bibi Meme untuk menuju ke pusat kota.


Sementara itu di mansion keluarga Huang pagi ini.


"Papa, papa apakah pergi meninggalkan Lili lagi?"


Salah satu pertanyaan yang di lontarkan oleh seorang gadis kecil yang ini duduk di kursi sambil menikmati sarapan paginya.


"Sayang, papa akan berada di Negara C ini cukup lama untuk urusan bisnis, itu sebabnya papa akan menemani mu seperti yang kau inginkan."


Leo Huang mengatakan hal tersebut kepada putri kecil nya yang kini semakin sulit untuk tinggalkan tersebut.


"Janji."


Lili Huang mengatakan hal tersebut sambil mengarahkan jari kelingking nya ke arah Leo Huang.


"Papa janji sayang."


Leo Huang menyambut uluran jari kecil tersebut dengan tangan nya dan juga kecupan sayang di puncak kepala Lili Huang.


"Baiklah hari ini kemana saja nona muda papa ini akan pergi?"


"Hari ini aku akan pergi ke pusat kota ke salah satu sanggar lukis milik Mr. John pa."


"Hmmm, Mr. John?"


"Ya pa, bibi Ai yang mengajak ku ke sanggar lukis tersebut."


"Apa betul seperti itu bibi Ai?"


Leo Huang menanyakan kembali kepada bibi Ai tentang hal ini.

__ADS_1


"Ya tuan Leo, saya yang membawa nona muda ke sanggar tuan John, agar nona muda tidak merasa kesepian saat tuan Leo sedang tidak ada di mansion."


__ADS_2