
Aku tau kau akan kemari, aku tau kau akan mencari wanita yang kau sayangi, namun kau tidak akan pernah menemukan wanita ini, selamanya."
Marsha mengatakan hal tersebut sambil mencium ular peliharaan nya.
"Dia akan menjadi milik ku sama seperti kau yang telah merebut milik ku."
Terdengar suara tawa yang mengerikan dari Marsha yang bisa terdengar menembus dinding - dinding kastil.
Sementara itu di mansion Leo Huang.
"Jangan, jangan, jangan, jangan pergi, jangan pergi."
Seketika Leo Huang terbangun dan keringat dingin mengucur deras dari tubuhnya.
"Arrrrh mimpi itu, mimpi itu datang lagi."
Leo mengatakan hal tersebut sambil mengacak - acak rambutnya.
"Tuhan, apakah Kau sedang menghukum ku dengan setiap masa lalu yang pernah aku alami?"
Air mata Leo Huang kembali mengalir di tengah dingin nya malam saat tiba - tiba dia mengingat setiap masa lalu yang kelam yang pernah terjadi di dalam perjalanan hidupnya.
__ADS_1
"Maafkan atas setiap perbuatan yang pernah aku lakukan, maafkan aku Tuhan yang di masa lalu pernah tidak menghargai wanita, maafkan aku Tuhan jika di masa lalu aku pernah berbuat banyak kesalahan, namun satu yang pasti aku ingin berubah, aku ingin memiliki keluarga yang bahagia, aku ingin hidup dengan istri dan anak - anak yang aku cintai."
"Jadi aku mohon jangan Kau ambil istriku terlebih dahulu, karena aku belum bisa memberikan kebahagiaan untuk nya, aku mohon Tuhan."
Leo mengatakan semua hal tersebut di atas tempat tidurnya dalam keadaan menangis seorang diri.
Tidak ada yang mengetahui keterpurukan Leo Huang kecuali dirinya sendiri.
Malam hari ini Leo menumpahkan segala isi hatinya, menumpahkan segala ketakutan nya, segala rasa yang tidak bisa dia lukiskan lagi dengan kata - kata.
Rasa yang hanya di miliki oleh laki - laki dingin tertutup yang sempat melupakan perasaan cinta dan mencintai.
Kini laki - laki berhati dingin tersebut pada akhirnya kembali mengisi hatinya dengan kehadiran satu wanita yang sama sekali tidak di rencanakan di dalam kehidupan nya.
"Sayang, aku berjanji akan menjemput mu, ya aku berjanji akan menjemput mu dan tidak akan membiarkan mu terluka sedikit pun."
Di tengah malam di dalam kesedihan dan kesendirian Leo Huang berjanji kepada dirinya sendiri akan membawa Katarina pulang dalam keadaan selamat.
Kesombongan masih sangat terlihat jelas di dalam diri Leo Huang yang begitu yakin jika kekuatan yang dia miliki bisa membuat Katarina bisa di bawa Kembali untuk pulang .
Sementara itu di kastil Lady Dragon.
__ADS_1
"Minum! cepat minum!"
Satu orang wanita memaksa Katarina untuk meminum satu obat.
"Tidak aku tidak mau!"
Dengan sekuat tenaga Katarina melawan para wanita itu.
"Bagaimana apakah kalian bisa membuat wanita ini menelan semua obatnya?"
"Nona Marsha, maafkan kami, sampai saat ini kami belum berhasil membuat wanita ini menelan obatnya."
"Dasar bodoh!"
Marsha yang mengetahui jika para pengawal nya belum berhasil untuk membuat Katarina menelan obat tersebut segera maju mendekatkan diri ke arah Katarina.
"Berikan obat nya!"
Setelah mendapatkan obat tersebut Marsha segera meminta para pengawal untuk memegang ke dua tangan dan kaki Katarina.
"Dasar kau wanita pelacur."
__ADS_1
Marha mulai menampar Katarina berkali - kali, memukul mulut Katarina tanpa ampun hingga mulut Katarina berdarah dan Katarina kehabisan tenaga.