RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
KEADAAN KATARINA


__ADS_3

"Apa maksud mu Wen? aku memenuhi semua kebutuhan mu, aku memanjakan mu, lalu apa lagi?"


"Ya kau memang melakukan hal itu kepada ku, namun kau tidak membiarkan aku memiliki hati mu, kau tidak membiarkan aku menjadi ratu di dalam hati mu, sampai saat ini mungkin aku hanya selir hati yang siap untuk di usir ketika sudah bosan nanti."


"Wen, aku, aku.."


Jin Lee tidak dapat melanjutkan kata - kata lagi karena semua yang dikatakan oleh Wen Li itu benar apa adanya.


"Aku tidak butuh semua ini Jin Lee, aku butuh status yang jelas dari mu, tidak ada satu wanita pun yang mau diperlakukan seperti ini Jin Lee tinggal bersama dengan satu orang pria tanpa ikatan yang jelas."


"Meskipun dia seorang nona malam yang menjadi simpanan, tetap jauh di lubuk hati nya yang paling dalam wanita itu pasti menginginkan menjadi pemilik hati yang sah dari satu laki - laki yang dapat memenuhi dengan baik semua kebutuhan, termasuk kebutuhan nya untuk di cintai, dengan posisi sebagai seorang istri."


Kata - kata panjang Wen Li membuat Jin Lee terduduk kembali di kursi, menutup seluruh wajahnya dengan ke dua tangan.


"Sudahlah aku seperti sedang berbicara dengan tembok kosong ketika aku mengatakan hal ini."


Seketika itu juga Wen Li langsung pergi dari hadapan Jin Lee yang masih berada di ruang tamu di mansion nya.

__ADS_1


"Kau tidak pernah tau apa alasan ku yang sebenarnya kenapa aku tidak bisa menikah dengan mu Wen Li."


Jin Lee mengatakan hal tersebut dengan perlahan sambil mengacak - acak rambutnya yang tidak gatal.


Hari itu hati Wen Li untuk yang kesekian kalinya kecewa karena Jin Lee tidak pernah memberikan status yang sah kepada Wen Li.


Satu status yang pastinya di rindukan setiap wanita yang menjalin hubungan dengan laki - laki yang di cintai nya.


Di dalam kamar Wen Li kembali menangis, ya menangis dan terus menangis karena hanya hal itu yang bisa di lakukan nya untuk saat ini.


Wen Li yang dipaksa tinggal oleh Jin Lee di mansion nya tanpa ikatan pernikahan yang sah.


"Ma apakah mama baik - baik saja?"


Lili yang melihat wajah pucat Katarina langsung kembali bertanya kepada Katarina


"Sayang mama baik - baik saja."

__ADS_1


"Hmmm, tapi yang Lili rasakan saat ini mama sedang sakit, bukan seperti itu papa?"


Leo yang sedang minum teh hangat nya langsung tersedak ketika Lili menanyakan hal itu kepadanya.


"Ya mungkin seperti itu sayang."


"Kenapa papa menjawab dengan kata mungkin? apakah papa tidak peduli dengan mama Katarina?"


Deg


Pertanyaan Lili langsung membuat Leo menatap Katarina, dari lubuk hatinya yang paling dalam tidak dapat di pungkiri bahwa semua perkataan Lili itu benar.


"Tentu saja papa peduli dengan mama Katarina."


"Baiklah jika papa memang peduli, Lili mau papa membawa mama ke dokter."


"Sayang, mama baik - baik saja, sungguh mama sehat."

__ADS_1


Lili yang mendengarkan perkataan Katarina kini menatap Katarina dengan tajam seakan - akan mencoba mencari tau apakah yang Katarina katakan itu benar.


"Baiklah Lili akan mencoba untuk percaya, namun jika beberapa hari ini Lili melihat keadaan mama tidak berubah mama tetap hrus pergi ke Dokter."


__ADS_2