RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
PENJAGA MANSION


__ADS_3

"Menambahkan lagi? cih aku baru saja melihat pergerakan Chou Corp yang saat ini sedang terus merugi, dan kau masih sombong dengan setiap perkataan mu itu."


Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil tersenyum sinis ke arah Steven.


"Jadi kau meragukan aku tuan muda Leo Huang yang sombong!"


"Aku tidak meragukan mu, tapi berbicara fakta yang saat ini sedang terjadi di Chou Corp."


"Aku tidak akan pernah membuat hidup mu bahagia tuan Leo."


"Dan aku tidak akan pernah takut terhadap ancaman mu tuan muda Steven."


Mata Elang Leo menatap tajam ke arah Steven.


Steven yang sudah tidak dapat berkata - kata banyak langsung masuk ke dalam mobil, dan mobil tersebut langsung keluar dari halaman mansion Leo Huang.


"Kalian tidak apa - apa?"


Leo langsung mendekat ke arah Katarina dan Lili yang sejak tadi berdiri melihat Leo Huang dan Steven yang sedang berbicara.


"Kami baik - baik saja Leo."


"Apa yang akan kau lakukan sayang dengan gunting taman itu?"


Leo langsung mengernyitkan dahi ketika melihat Katarina masih mengenggam gunting taman.


"Papa mama Katarina dan Lili tadi akan berkebun, namun semua tidak jadi untuk dilakukan karena ada paman itu datang kemari.

__ADS_1


"Berkebun?"


Leo langsung mengernyitkan dahi memandang ke arah Katarina dan Lili.


"Siapa yang memberikan mu izin dengan kau melakukan ini?"


"Leo aku bosan di dalam rumah, itu sebabnya aku ingin merapikan taman bunga yang ada di depan sana."


Leo hanya bisa menggelengkan kepala ketika mendengarkan perkataan Katarina.


"Sayang, ayo masuk ke dalam aku akan menjelaskan kepada mu, Lili sayang papa ingin berbicara dengan mama, apakah Lili bisa bermain dengan bibi Ai terlebih dahulu?"


"Tentu saja papa, Lili tidak akan menganggu kalian."


"Anak pintar."


"Kau pasti akan marah kepada ku kan Leo?"


Katarina seakan - akan sudah mengerti apa yang saat ini akan terjadi langsung mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang.


"Ayo ke dalam."


Leo langsung menggandeng Katarina masuk ke dalam kamar dan duduk di tepi tempat tidur.


"Sayang aku tau kau bosan, aku tau kau mungkin sangat bosan dengan semua hal yang saat ini sedang terjadi, tapi aku mohon untuk kau sedikit bersabar, saat ini kau sedang mengandung dan sudah menjadi tugas ku untuk melindungi mu dan juga anak kita nanti.


Leo mengatakan hal tersebut sambil mengusap - usap rambut Katarina.

__ADS_1


"Ya aku tau Leo, maafkan aku jika aku akhir - akhir ini banyak melanggar perintah mu."


"Ya,ya aku pasti akan memaafkan mu, lalu sekarang apakah ada hal yang sedang kau pikirkan?"


Leo Huang kembali bertanya kepada Katarina karena melihat Katarina masih murung.


"Aku tertekan Leo."


deg


Ungkapan hati Katarina sangat membuat Leo Huang kaget.


"Tertekan karena apa? apakah aku melakukan kesalahan lagi terhadap mu?"


Katarina langsung menatap Leo dan menggelengkan kepalanya.


"Bukan kau Leo."


"Lantas apa yang saat ini membuat mu tertekan?"


"Dari kemarin aku selalu bertemu dengan orang - orang yang ingin melakukan hal kasar terhadap ku, nona Louisa yang menampar ku, dan tadi kakak ku sendiri datang dan mengatakan hal tersebut kepada ku sungguh itu membuat aku tertekan."


"Aku mengerti, baiklah mulai sekarang penjagaan di mansion akan lebih ketat lagi agar tidak semua orang bisa keluar masuk tanpa persetujuan."


"Terima kasih sayang."


"Sama- sama."

__ADS_1


__ADS_2