RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
TEH PENYEJUK HATI


__ADS_3

Orang tua mu sudah meninggal nak, orang tua mu adalah kepala pelayan di rumah papa, maafkan papa yang harus membuat cerita ini demi kepentingan bisnis papa, karena pada saat itu para saingan bisnis papa menggunakan cara - cara yang sangat licik untuk menghancurkan bisnis papa termasuk cara kotor."


"Apapun alasan nya ini tetap tidak adil untuk ku atapun Jin Lee!"


Suara tinggi Leo Huang kembali terdengar di dalam ruangan tersebut.


"Leo tenanglah, aku mohon."


Tatapan mata Cassandra yang teduh pada akhirnya membuat Leo untuk lebih menurunkan lagi suaranya.


"Papa sama sekali tidak pernah membedakan mu maupun dengan Jin Lee, karena bagi papa kalian berdua adalah tetap anak - anak papa."


Suansana menjadi hening ketika tuan James selesai mengatakan hal ini.


"Tuan James kami percaya dengan semua ketulusan yang telah kau berikan, terima kasih atas kejujuran yang telah terungkap pada malam hari ini."


Gerald yang mengetahui bahwa telah terjadi ketegangan di malam hari ini berusaha untuk meredakan nya.


"Aku mohon Leo untuk menyingkirkan semua pikiran mu atau rasa sakit hati mu jika hal itu ada, karena saat ini ada hal yang lebih penting lagi yang harus kita lakukan."

__ADS_1


"Ada satu wanita yang kini harus kita lindungi bersama yaitu kau nona Cassandra."


"Aku?"


"Ya kau!"


"Kenapa harus aku?"


"Karena kau adalah saksi tunggal yang sangat di butuhkan oleh aparat di dalam mengungkapkan kasus kematian nona Katarina, esok hari para aparat akan mulai bekerja untuk mencari keberadaan Jin Lee."


"Dan aku yakin saat ini Jin Lee juga tidak tinggal diam, kita tidak pernah tau rencana kejutan apa yang akan di buat Jin Lee untuk kita dan siapa orang yang akan membantu Jin Lee kali ini."


"Yang bisa kita lakukan adalah berjaga - jaga saja, kasus ini sudah di limpahkan kepada aparat untuk itu kita tidak bisa melakukan tindakan sendirian semua harus ada izin dari aparat, nona esok hari kau harus memberikan banyak keterangan kepada penyidik."


"Apakah ada hal yang perlu kita bicarakan lagi? jika tidak kita akan bertemu besok malam di dalam pembicaraan kita selanjutnya."


Setelah mengatakan hal tersebut Leo langsung keluar dari ruang rapat, hatinya terlalu panas dengan pengakuan tuan James yang dengan mengatakan kebenaran di dalam ruang rapat tersebut.


"Nona Cassandra saat ini hanya kau yang bisa menenangkan hati anak ku Leo, aku menitipkan dirinya kepada mu."

__ADS_1


Tuan James yang masih berada di dalam ruang rapat mengatakan hal tersebut kepada Cassandra.


"Aku akan mencoba nya tuan James Huang."


Setelah mengatakan hal tersebut Cassandra langsung keluar dari ruang rapat dan mencari keberadaan Leo Huang.


Cassandra menemukan Leo Huang sedang duduk sendiri di taman belakang.


Langsung saja Cassandra menuju ke dapur membuatkan Leo teh lalu membawa teh tersebut ke taman sambil menghampiri Leo.


"Boleh aku duduk?"


Dengan tenang Cassandra mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang.


"Duduklah."


Cassandra tersenyum dan memberikan secangkir teh kepada Leo Huang.


"Minumlah, ini bisa menyejuk kan hati mu yang panas."

__ADS_1


"Terima kasih."


Leo Huang dengan datar mengatakan hal tersebut kepada Cassandra, lama mereka terdiam, lama mereka membisu, saling terdiam dengan pemikiran nya masing - masing.


__ADS_2