
"Apa yang sedang kau pikirkan?"
Di dalam jet pribadi di dalam perjalanan kembali ke Negara C Leo Huang melihat Katarina terdiam sambil menatap jendela.
"Aku sedang memikirkan nona Wen Li."
Leo Huang tersentak dengan apa yang dikatakan oleh Katarina.
"Wen Li? untuk apa kau memikirkan dia?"
"Aku memikirkan perasaan nya, apa yang dia lakukan saat tiba - tiba tadi kita meninggalkan dia begitu saja saat dia menangis, apa yang akan dia lakukan di rumah sakit dalam keadaan seperti itu, apa yang akan dia lakukan di Negara Kuba sendirian, dalam kesedihan dan menemani Jin Lee, apa yang akan dia lakukan..."
"Ssssst, Kenapa pikiran mu terlalu jauh?"
"Leo aku tidak berpikiran terlalu jauh, namun nona Wen Li sampai merendahkan dirinya dengan berlutut di hadapan mu itu bukan perkara gampang, butuh keberanian."
"Tapi aku tidak melihat itu sesuatu hal yang spesial."
"Ya karena kau hanya melihat, kau tidak mencoba untuk merasakan apa yang saat ini dirasakan oleh nona Wen Li."
Leo langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan perkataan Katarina.
"Apakah setiap wanita seperti ini?"
"Seperti ini bagaimana?"
"Mereka bisa merasakan perasaan seseorang?"
"Tak semua wanita seperti itu, namun memang rata - rata hampir semuanya seperti itu Leo."
"Jadi sekarang apakah kau bisa merasakan hati ku?"
Deg
Hati Katarina kembali bergetar ketika mendengarkan Leo mengatakan hal itu kepadanya.
"Jangan kau mengalihkan pembicaraan ku Leo."
"Aku tidak sedang tidak mengalihkan pembicaraan ku, aku baru menyadari aku sangat membutuhkan mu, ketika Lili sakit."
"Lili sakit?"
"Ya dia sakit karena dia marah kepada ku."
"Apakah kau perbuat lagi Leo sampai Lili begitu marah kepadamu hingga dia sakit?"
"Karena menurut Lili kau pergi karena aku, bayangkan rasanya seperti tercabik - cabik Harimau saat Lili mengatakan dia tidak mau disentuh oleh ku karena aku jahat."
Katarina tersenyum melihat ekspresi Leo yang mengatakan hal tersebut.
"Hei kenapa kau malah tersenyum dengan semua hal yang aku rasakan?"
Dengan tangannya Leo membelai rambut Katarina saat mengatakan hal tersebut.
"Aku tidak menyangka jika laki - laki bermulut tajam seperti mu bisa juga merasakan hal itu."
"Ya, aku juga bingung, saat ini aku seperti sedang tidak menjadi diriku sendiri, aku tiba - tiba saja menyusul mu, sampai aku rela tertembak, dan aku memohon mu untuk kembali, sungguh rasanya itu bukan aku."
Leo mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Jadi apakah kau menyesal dengan semua hal yang telah kau alami?"
"Hahaha tentu saja tidak, pantang bagiku untuk mengatakan menyesal jika aku sudah bertindak."
"Lalu?"
"Lalu apa maksudmu?"
"Lalu untuk apa kau mau melakukan semua hal ini?"
Deg
pertanyaan Katarina membuat Leo tersadar dan mulai berpikir untuk apa dia rela melakukan semua hal itu.
"Kenapa kau diam Leo?"
Katarina mendekat ke arah Leo untuk menunggu perkataan Leo.
"Rahasia."
Dengan tersenyum Leo mengatakan hal tersebut kepada Katarina.
"Kau hanya cukup memberikan aku kesempatan, aku tidak butuh apa - apa, aku hanya butuh kesempatan, dan aku berharap kau bisa memberikan hal itu untuk ku."
Tatapan Leo begitu tajam kepada Katarina membuat Katarina semakin menundukkan wajahnya.
"Tak usah kau begitu, aku tidak akan tiba - tiba menerkam mu, atau memakan bibir mu seperti biasanya."
"Kau!"
"Kemarilah."
"Aku belum pernah memeluk mu dengan tulus semenjak kita menikah."
Deg
Jantung Katarina berdegup sangat kencang saat melihat Leo merentangkan tangannya.
"Tidak ada hitungan ke tiga, maka tangan ini akan kembali tertutup."
"Satu, dua..."
Dan Katarina langsung tenggelam di dalam dada bidang Leo Huang.
"Hei pelan - pelan, apakah kau tidak ingat jika aku memiliki luka tembak di punggung ku."
"Aku takut jika kau menutup kembali tangan mu itu."
"Dan kau tidak membiarkan aku untuk melanjutkan kata - kata ku."
"Memang ada kelanjutan nya?"
"Tentu saja ada, yang ingin aku katakan adalah aku akan kembali membuka tangan ini kapan pun kau meminta nya."
"Bagaimana jika pada akhirnya aku diam dan tidak meminta hal itu?"
"Maka seorang Leo Huang akan meminta hal itu kepada nona Katarina."
"Dengan cara apapun?"
__ADS_1
"Tidak perlu."
"Mengapa?"
"Karena aku aku tau hati mu yang lembut tidak akan pernah tega membiarkan aku berlutut terlalu lama."
"Kau benar Leo."
"Arhhh..."
"Kenapa? ada yang sakit?"
Leo Huang langsung panik ketika mendengarkan suara Katarina yang masih berada di dalam pelukannya..
"Perutku sakit."
Dengan cepat tangan Leo segera membelai perut Katarina yang masih rata.
"Anak papa, ya anak yang papa sangat cintai, tenanglah di dalam sana, papa berjanji tidak akan menyakiti mama lagi, papa berjanji akan menjadi papa yang baik untuk mu nanti, papa berjanji akan menjaga mama dan juga kau di dalam sana, supaya saat engkau sudah siap untuk melihat dunia papa bisa memberikan yang terbaik untuk mu, jadi tetap tenanglah di dalam sana."
Perkataan Leo Huang sukses membuat perut Katarina menjadi tidak sakit lagi.
"Ini ajaib, semua perkataan mu membuat perut ku tidak sakit lagi."
"Tentu saja, dia adalah keturunan dari Leo Huang, dan keturunan dari Leo Huang harus tetap menaruh hormat kepada papa nya."
"Terserah apa yang kau katakan, aku mengantuk Leo."
"Tidurlah jika kau mengantuk."
"Kau kuat?"
"Tentu saja, aku hanya tertembak di punggung bukan di jantung, tidurlah."
Leo Huang mengatakan hal tersebut sambil menciumi puncak kepala Katarina berkali - kali.
Hati Katarina begitu teduh saat Leo Huang mengatakan hal tersebut kepadanya, satu hal yang sejak dulu dirindukan oleh Katarina saat - saat seperti ini adalah saat - saat yang tidak dapat dibeli dengan banyaknya uang sekalipun.
"Leo, lalu apakah keputusan mu tentang Jin Lee tidak dapat di ubah kembali?"
"Bisa di rubah jika wanita yang saat ini berada di dalam pelukan ku yang memintanya."
"Sungguh?"
"Leo Huang anti untuk berbohong nona."
"Baiklah aku mau untuk kau bisa membebaskan Jin Lee."
"Baiklah, karena wanita yang berada di dalam pelukan ku ini yang meminta maka aku akan mengabulkan permintaan nya."
"Terima kasih Leo Huang."
"Sama - sama istriku, sekarang tidurlah."
Leo Huang kembali mendaratkan ciuman mesra di puncak kepala Katarina, dan tanpa butuh waktu lama Katarina langsung terlelap di dalam pelukan Leo Huang.
Apa yang dikatakan oleh papa James ternyata benar, kenapa tidak sejak dulu saja aku menerima keberadaan mu Katarina, terlalu lama aku menyadari jika kau ternyata sangatlah berharga.
Di dalam hati sambil sesekali mencium puncak kepala Katarina Leo Huang mengatakan hal tersebut.
__ADS_1
Kehadiran Katarina merubah semua kehidupan Leo Huang.