
"Nona Katarina maafkan aku, tadi ada telephone, ayo nona aku antarkan nona ke kamar mandi."
Satu karyawan yang sudah selesai menerima telephone kini menghampiri Katarina kembali.
Dengan susah payah Katarina menahan air matanya, dengan susah payah Katarina tidak mau untuk menangis di hadapan orang lain dan semua hal yang dia ketahui terbongkar.
"Nona tunggu aku di luar saja."
"Baiklah nona Katarina."
Katarina segera masuk ke dalam kamar mandi, dan detik itu juga hati Katarina yang hancur terluapkan dengan air mata yang mengalir dengan sangat deras.
Perasaan sesak, perasaan terluka, dan segala perasaan yang lainnya bercampur menjadi satu.
"Jadi selama ini aku sudah bersama dengan anak dari laki - laki yang telah memperkosa aku, jadi selama ini aku telah bekerja di tempat laki - laki yang telah melakukan pemerkosaan terhadap ku, jadi selama ini ... arrrrrh kenapa aku bodoh, kenapa aku di permainkan banyak orang sampai seperti ini."
Dengan perlahan dan berlinang air mata Katarina mengatakan hal tersebut di depan cermin, rasa yang perih dan sakit luar biasa mini dirasakan oleh Katarina, perasaan yang sangat sulit untuk di ungkapkan dengan kata - kata.
"Nona, apakah anda sudah selesai? apakah anda baik - baik saja?"
Terdengar ketukan dari karyawan yang telah mengantarkan Katarina dan saat ini sedang menunggu nya di luar.
__ADS_1
"Aku baik - baik saja nona, sebentar lagi aku akan keluar."
"Baiklah."
Setelah mengatakan hal tersebut Katarina segera menghapus air matanya.
"Kau telah mempermainkan aku Leo Huang, aku akan membalas semua perlakuan buruk mu terhadap ku, aku akan menyeret mu ke hadapan paman Daren dan kak Steven untuk kau bisa mengakui semua perbuatan mu, ya aku berjanji kau akan mendapatkan balasan yang lebih dari apa yang aku alami."
Dengan mengepalkan ke dua tangan Katarina mengatakan hal tersebut di dalam kamar mandi.
Katarina gadis yang sampai saat ini masih belum mengetahui siapa yang merencanakan semua hal ini masih membela Steven Chou yang berhasil menyembunyikan hal itu.
"Tidak ada satupun wanita yang bisa menerima pemerkosaan tuan muda, dan aku akan membalaskan semua hal pernah aku alami ini dengan berlipat - lipat rasa sakit hati, aku berjanji ya aku berjanji."
Selesai mengatakan hal tersebut Katarina berjalan ke arah pintu dan membuka nya.
"Sudah selesai nona Katarina?"
"Ya sudah selesai, terima kasih."
Katarina tersenyum kepada salah satu karyawan yang yang mengantarkan nya tersebut.
__ADS_1
Senyum yang kini tidak setulus seperti senyum nya yang biasa, senyum yang palsu saat ini sedang di lakukan Katarina.
Satu panggung sandiwara perlahan - lahan telah di bangun Katarina di dalam setiap aktivitas yang akan dia jalani.
"Tuan Leo hentikan tuan, takut sampai ada yang mendengarkan pembicaraan kita."
Asisten Zoe yang kini telah menyadari jika pintu kantornya terbuka segera mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang.
"Tidak akan ada yang mendengarkan semua perkataan ku asisten Zoe, semua orang sedang sibuk dengan aktivitas nya masing - masing."
Dengan tenang Leo Huang mengatakan hal tersebut kepada asisten Zoe.
"Tapi tuan."
"Sudahlah, lebih baik kau kembali ke dalam ruangan mu."
Leo Huang yang saat ini sedang malas untuk berbicara segera mengatakan hal tersebut kepada asisten Zoe.
"Baiklah tuan Leo."
Dengan berat hati asisten Zoe meninggalkan ruangan Leo Huang, asisten Zoe merasakan jika saat Leo Huang berbicara ada sepasang telingga yang sudah mendengarkan pembicaraan mereka, namun asisten Zoe tidak bisa berbuat apa - apa karena tidak memiliki bukti.
__ADS_1