RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
KENANGAN 8


__ADS_3

Tuan Daren dengan tenang memberikan satu kertas kepada bibi Meme yang semenjak tadi memang berada di samping Katarina.


"Bibi Meme bisa membacakan surat tersebut kepada semua orang yang saat ini hadir di dalam ruangan, agar kita semua mengetahui mengapa nona Katarina terpaksa harus di coret dari ahli waris keluarga Chou, dan tidak berhak sama sekali atas kekayaan dalam bentuk apapun jika itu milik keluarga Chou."


Tuan Daren mengatakan hal tersebut kepada semua orang yang saat ini berada di dalam ruangan.


"Kepada Katarina Chou dan Steven Chou, disini kami selalu ke dua orang tua mu akan memberitahukan jika suatu saat kami sudah tidak ada lagi di dunia ini, kami akan mempercayakan semua hal yang telah kami perjuangkan dengan keras, hanya kalian yang kami miliki dan hanya kalian yang pantas mendapatkan semua hal tersebut, namun semua hal tersebut akan hilang jika kalian tidak bisa menjaga kehormatan keluarga Chou."


Bibi Meme membacakan isi kertas yang di diberikan oleh tuan Daren kepadanya.


"Ini adalah surat wasiat."


"Kau betul bibi Meme, ini adalah surat wasiat yang di tulis oleh ke dua orang tua tuan Steven dan juga nona Katarina, salah satu dari mereka kini sudah melanggar isi surat wasiat tersebut, jadi dengan terpaksa kami sebagai kuasa hukum akan memberikan keputusan bahwa hanya tuan Steven yang akan menerima semua kekayaan keluarga Chou, dan nona Katarina sama sekali tidak berhak untuk mendapatkan apapun dari kekayaan keluarga Chou apapun bentuknya."


Semua orang yang berada di dalam ruang tersebut terdiam termasuk juga Katarina.


"Baiklah paman, jika surat wasiat mengatakan seperti itu aku akan mengikuti nya."


"Kami harap nona Katarina bisa menerima setiap konsekuensi yang telah nona lakukan terhadap keluarga Chou."


Deg


Perkataan tuan Daren membuat hati Katarina begitu sakit.


Konsekuensi? paman aku disini adalah korban!


Katarina mengatakan di dalam hati kemarahan nya tersebut, Katarina hanya bisa mengatakan hal tersebut di dalam hati, karena sampai saat ini tidak ada orang yang mempercayai ceritanya kecuali bibi Meme yang tidak memiliki kekuatan dan kekuasaan di keluarga Chou.


"Baiklah semua berkas telah selesai di tanda tangan, tuan Steven kini anda sudah sah menjadi ahli waris utama keluarga Chou."


Tuan Daren mengatakan hal tersebut sambil menjabat tangan Steven.


"Terima kasih paman, aku akan mengurus semua Perusahaan keluarga Chou dengan sangat baik."


Steven mengatakan hal tersebut sambil tersenyum kepada tuan Daren.


"Baiklah karena tidak ada yang perlu kita bahas, kami akan pamit undur diri."


Dan setelah mengatakan hal tersebut tuan Daren beserta tim pengacara keluarga Chou meninggalkan ruangan tersebut.


"Kak, apakah sampai saat ini kakak tidak percaya kepadaku?"


Katarina yang masih berada di dalam ruangan bersama dengan Steven mencoba untuk mengulangi perkataan nya lagi.


"Cih peduli apa aku dengan kasus mu itu."

__ADS_1


"Kak, kenapa kakak berkata seperti itu? baru kali ini aku mendengar kakak mengatakan hal tersebut kepada ku."


"Ya kau baru mendengarkan hari ini, dan hari ini juga kau harus pergi dari rumah ini!"


Steven berteriak dengan sangat kencang ketika mengucapkan hal tersebut kepada Katarina.


"Kak apa yang kau katakan? aku ini adik mu!"


Katarina yang sangat kaget dengan perkataan Steven mencoba mendekat ke arah Steven dan mengatakan hal tersebut sambil memegang tangan Steven.


"Lepaskan tangan ku buta!"


Steven mengatakan hal tersebut sambil menghentakan tangannya saat Katarina berusaha untuk mengenggam nya.


"Kak Steven apa yang terjadi dengan mu?"


"Apa yang terjadi dengan ku? kau mau tau?"


Dan detik itu juga Steven mendekat ke arah Katarina menarik rambut panjang Katarina.


"Kak sakit!"


Katarina mengatakan hal tersebut sambil berusaha untuk melepaskan cengkraman Steven.


"Kau tau, keluarga mu memperlakukan aku seperti sampah, ya aku memang hanya anak angkat nya, namun mereka memperlakukan aku seperti sampah, jika saat ini aku menguasai harta Chou, maka kau yang akan ku perlakukan seperti sampah!"


Katarina mengatakan hal tersebut sambil memegang rambutnya karena terus di tarik oleh Steven.


"Tuan Steven saya mohon lepaskan nona Katarina."


"Diam kau pelayan!"


Steven langsung membentak bibi Meme, ketika bibi Meme berusaha untuk memberikan pembelaan terhadap Katarina.


"Kau mau gadis buta ini aku lepaskan bukan?"


Steven mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme dan dengan cepat bibi Meme langsung menganggukan kepalanya.


"Baiklah, jika kau ingin aku melepaskan orang buta ini, kau harus segera membawa dia pergi dari hadapan ku sekarang, apa kau mengerti?"


"Mengerti tuan Steven"


Dan detik itu juga Steven melepaskan cengkraman tangannya dari Katarina, mendorong tubuh Katarina sehingga Katarina jatuh ke lantai.


"Kak, kak Steven."

__ADS_1


Katarina mengatakan hal tersebut sambil menangis, hari ini Katarina melihat sisi lain Steven yang selama ini tidak pernah dia lihat, sisi Steven yang selama ini bersama dengan nya adalah sisi Steven sebagai seorang kakak laki -laki yang sangat di kagumi karena begitu melindungi nya, hari ini kakak yang begitu dikagumi yang pada akhirnya mengusir nya dari rumah.


"Hei kau pelayan sudah aku peringatkan untuk membawa nya pergi, atau detik ini juga aku akan membunuh nya."


Setelah mengatakan hal tersebut, Steven mengambil pistol dari salah satu pengawal dan langsung mengarahkan ke tubuh Katarina


"Tuan Steven jangan tuan lakukan itu terhadap nona Katarina, nona ayo kita pergi."


"Bibi, aku tidak mau bi."


Katarina yang masih berada di lantai mengatakan hal tersebut sambil menangis dengan kencang.


"Nona kita tidak ada pilihan lain, kita harus pergi."


"Tidak bi."


"Tidak bisa nona."


Dan dengan sekuat tenaga bibi Meme menarik Katarina untuk berdiri dan dengan sekuat tenaga mengajak Katarina untuk meninggalkan ruangan itu.


"Tunggu bi."


Katarina pada akhirnya mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme dan membalikan badannya kepada Steven.


"Kak mungkin kakak saat ini sudah mendapatkan semua hal yang kakak mau, tapi suatu saat kakak akan kehilangan semuanya"


"Cih, aku tidak akan pernah percaya perkataan orang buta seperti mu, wanita gembel cepat pergi!"


Steven kembali mengarahkan pistolnya ke arah Katarina.


"Ayo nona."


Bibi Meme yang sudah sangat ketakutan segera memaksa Katarina untuk meninggalkan ruangan tersebut.


"Pengawal pastikan ke dua wanita itu tidak membawa barang apapun ketika mereka keluar dari rumah ini!"


"Baik tuan Steven!"


Setelah mengatakan hal tersebut beberapa pengawal mengikuti kepergian bibi Meme dan juga Katarina.


"Bibi kita mau kemana bi?"


Katarina mengatakan hal tersebut kepada bibi Meme sambil menangis, karena kini Katarina tidak mengetahui dimana dia akan tinggal.


"Nona, sekarang lebih baik kita membereskan barang - barang kita terlebih dahulu."

__ADS_1


"Tidak ada yang perlu untuk dibereskan, karena kalian tidak di izinkan untuk membawa apapun keluar dari rumah ini"


__ADS_2