
Jin Lee langsung mengernyitkan dahi ketika mendengarkan jawaban polos dari Katarina.
"Kenapa?"
"Aku tinggal dengan bibi ku tuan, bibi ku sudah tua, di banding kan dengan ku, bibi ku lebih membutuhkan sarapan pagi untuk bisa memberikan nya kekuatan bekerja di ladang."
Jin Lee langsung terdiam mendengarkan jawaban dari Katarina, kini Jin Lee baru sadar jika Katarina hanyalah salah satu gadis di luar sana yang saat ini sedang memperjuangkan hidup nya.
"Dimana ke dua orang tua mu nona?"
"Ke dua orang tua ku sudah meninggal karena kecelakaan, dan hanya aku yang masih hidup, namun karena kecelakaan itu membuat aku kehilangan penglihatan ku seperti sekarang."
"Jadi sebelum nya kau tidak buta?"
Dengan kuat Katarina langsung menggelengkan kepala.
"Tidak tuan, aku sama seperti gadis - gadis yang lain, yang sedang berlari mengejar mimpi ku, namun semuanya berhenti saat aku tidak dapat melihat."
Katarina menundukkan wajahnya sambil mengatakan hal tersebut, Jin Lee yang kini mengetahui jika Katarina sedang sedih langsung mengambil roti cokelat yang berada di atas meja nya.
"Jangan kau memasang wajah seperti itu di hadapan ku nona, ini makan lah agar kau tidak pingsan lagi, hari ini akan banyak kegiatan di tempat ini yang harus kau lalui."
Jin Lee memberikan roti cokelat kepada Katarina dan Katarina langsung memakan nya dengan sangat lahap, beberapa kali Katarina tersedak karena melahap roti pemberian Jin Lee terlalu cepat.
"Pelan - pelan nona, tenang saja tidak akan ada yang mau merebut roti itu dari tangan mu."
"Maafkan aku tuan, aku sangat lapar."
Setelah Katarina mengatakan hal tersebut Katarina kembali menghabiskan roti di hadapan Jin Lee.
Dengan tenang Jin Lee memandangi wajah Katarina, baru kali ini Jin Lee merasakan hal yang berbeda ketika memandang Katarina, ada rasa ingin memberikan perlindungan kepadanya rasa - rasa yang tidak biasa yang kini mulai hinggap di dalam hati Jin Lee.
"Apakah kau sudah selesai? jika sudah aku akan mengantarkan mu kembali kepada sahabat mu, dia bisa menerkam ku secara tiba - tiba jika mengetahui saat ini kau sedang bersama dengan ku."
"Ah Pedro, ya tuan pasti Pedro saat ini sedang mencari ku."
Mendengar tentang Pedro Katarina langsung berdiri dari tempat duduknya, namun kembali duduk
"Kenapa kau kembali duduk lagi."
"Aku tidak membawa tongkat dan aku masih belum bisa menghafal ruangan demi ruangan di dalam perusahaan yang sangat besar ini.
"Tadi sudah aku katakan aku yang akan mengantarkan mu, mungkin tongkat mu masih berada di tempat kau pingsan tadi, ayo kita kembali ke ruangan itu."
__ADS_1
"Terima kasih tuan Jin Lee."
Senyum Katarina yang sangat manis lengkap dengan lesung pipit yang di miliki nya mampu membuat Jin Lee sejenak terhipnotis.
"Tuan apakah kita bisa berangkat sekarang?"
Katarina yang sudah berdiri dari tempat duduknya sangat heran karena Katarina bisa merasakan jika Jin Lee belum beranjak.
"Ayo."
pandangan nya yang tajam terhadap Katarina langsung tersadarkan begitu mendengarkan suara Katarina.
Dengan cepat Jin Lee meraih tangan Katarina dan menuntun nya keluar ruangan.
Sementara itu di ruang kerja Leo Huang, hari ini terjadi kepanikan yang sungguh - sungguh membuat kepala Leo ingin meledak.
"Tuan, nona Lili kembali mengeluarkan darah dari hidung."
Salah satu pengawal mengatakan hal tersebut kepada Leo Huang.
Dengan gerakan yang cepat Leo Huang segera menuju ke ruangan eksklusif yang berada di ruang kerjanya dan mendapatkan darah segar terus menetes dari hidung Lili.
"Papa, apa yang terjadi dengan ku?"
Lili mengatakan hal tersebut sambil mengusap darah yang terus keluar dari hidungnya, sungguh pemandangan yang sangat mengiris hati Leo Huang ketika Leo Huang melihat putrinya terluka.
"Asisten Zoe batalkan semua kegiatan ku hari ini, batalkan rapat dan semuanya dengan segera!"
Dengan berteriak dan setengah berlari Leo Huang yang menggendong Lili mengatakan hal tersebut kepada asisten Zoe.
"Baik tuan Leo."
Leo Huang yang sudah tidak memperdulikan lagi jawaban asisten Zoe terus berlari membawa Lili untuk turun ke dalam parkiran mobil.
"Ada apa dengan mu?"
Di tengah perjalanan Leo Huang yang masih menggendong Lili tiba - tiba dikejutkan dengan kehadiran Katarina dan Jin Lee yang hendak menuju ke ruangan vokal Pedro.
Kaki Leo Huang menjadi susah untuk bergerak ketika untuk yang ke dua kalinya dia harus kembali berhadapan dengan Katarina.
"Bukan urusan mu Jin Lee!"
Leo Huang membentak Jin Lee dan segera kembali berlari membawa Lili di dalam gendongan nya menuju ke parkiran mobil.
__ADS_1
Wangi parfum ini, wangi parfum ini, aku seperti mengenal nya
Katarina langsung membalikan badan ketika kembali mencium wangi parfum yang sama.
"Tuan Jin Lee siapa laki - laki tadi?"
"Laki - laki itu adalah laki - laki tidak penting, ayo kita harus segera menuju ke ruangan vokal."
Jin Lee mengajak Katarina untuk kembali menuju ke ruang vokal.
Katarina mengikuti langkah kaki Jin Lee, namun hatinya sungguh sangat tidak tenang setelah mendengarkan suara dan wangi parfum dari laki - laki yang melewati nya tadi.
"Sial, kenapa di saat - saat seperti tadi aku harus kembali bertemu dengan wanita itu, arrrh sungguh - sungguh kau gadis benalu!"
Leo Huang mengatakan hal tersebut di dalam mobil sambil memukul - mukul kan tangannya di atas kemudi mobil.
"Papa sakit, papa sakit."
Tiba - tiba saja terdengar rintihan kesakitan dari Lili dan itu yang membuat pikiran Leo Huang kembali fokus.
"Iya sayang, sabar yah sebentar lagi kita akan tiba di Rumah Sakit."
Leo Huang mengatakan hal itu sambil membelai puncak kepala Lili dan setelah itu melajukan kendaraan nya dengan sangat kencang, mencoba untuk tidak memikirkan Katarina dan kembali berpusat hanya kepada putri kecilnya saja.
Sementara itu di Huang Corp.
"Astaga Katarina kau darimana? aku begitu khawatir ketika melihat mu tiba - tiba menghilang."
Pedro yang melihat Katarina masuk ke dalam ruangan vokal segera menghampiri Katarina yang datang di antar oleh Jin Lee.
"Aku baik - baik saja Pedro, lihat produser Jin Lee yang mengantarkan aku kemari."
Pedro langsung menatap mata Jin Lee dengan sangat tajam.
"Nona Katarina sekarang giliran anda."
Belum sempat Pedro menjawab Katarina tiba - tiba saja satu karyawan menghampiri mereka dan meminta Katarina untuk merekam permainan musiknya.
"Ah baiklah, Pedro nanti saja aku akan menceritakan nya kepada mu."
Katarina segera mengikuti karyawan tersebut ke satu ruangan.
"Apa yang kau mau tuan Jin Lee?"
__ADS_1
Tanpa basa basi Pedro mengatakan hal itu kepada Jin Lee.
"Tuan Pedro kau tidak perlu tau apa yang aku mau."