RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
ALAT CANGGIH MILIK CHANDRADINATA


__ADS_3

Bibi Ai yang seakan - akan mengerti arah pembicaraan Leo langsung menganggukan kepalanya.


Leo kembali berjalan ke arah parkiran mobil dengan hati yang sangat kacau berbagai firasat buruk telah menyapa nya namun Leo berusaha untuk menepis hal tersebut.


"Ayo Leo kita harus segera berangkat ke bandara."


Begitu Leo sampai di parkiran mobil terdengar suara tuan James yang langsung menyapa nya.


"Ya pa, Leo mengerti."


Dengan segera Leo membuka pintu mobil dan langsung ke dalamnya.


Mobil pun mulai melaju ke arah jalan raya menuju ke bandara.


Sesampainya di bandara keluarga Huang segera turun dari dalam mobil dan langsung menuju ke pintu khusus dimana Gerald dan para pengawal yang dikirim keluarga Chandradinata sudah menunggu.


"Selamat pagi tuan James, ini adalah para pengawal yang dikirimkan tuan Edward untuk membantu kita."


Gerald mengatakan hal tersebut sambil membungkukkan badannya di hadapan tuan James dan Leo Huang.

__ADS_1


"Baiklah ayo tuan Gerald kita tidak memiliki banyak waktu."


"Baik tuan James, rapat terakhir akan kita lakukan di dalam jet pribadi."


Tuan James dan juga Leo Huang langsung masuk ke dalam jet pribadi dan akhirnya jet pribadi itu pun lepas landas.


"Baiklah, terima kasih sudah berada di dalam pesawat jet ini tuan Leo, tuan James dan juga tuan Zoe, nona Chen dan nona Wen Li ada di pesawat jet berikut nya, para wanita ini akan ikut bersama dengan kita sebagai kelompok ke dua, tuan - tuan tenang saja ke dua wanita ini ahli di dalam menggunakan senjata api."


"Ya tuan Gerald aku mengetahui istriku Chen memang ahli di dalam senjata api."


Tuan James mengatakan hal tersebut sambil tersenyum.


Gerald menampilkan gambar di dalam layar laptopnya.


"Lokasi kastil Lady Dragon dekat dengan lautan, dan tidak ada rumah penduduk warga sipil yang berada di sekitar lokasi tersebut sehingga sangat aman jika terjadi baku tembak."


"Kita akan masuk melewati gerbang depan, tuan Richard telah membantu ku untuk menemukan kata sandi yang di pakai oleh pintu gerbang ini, kita akan melewati gerbang depan untuk bisa membuka jalan untuk nona Chen dan juga nona Wen Li."


"Tuan pakailah ini."

__ADS_1


Gerald memberikan alat kecil berbentuk tahi lalat kepada Leo dan juga tuan James untuk di gunakan.


"Ini adalah alat pelacak yang bisa digunakan untuk kita bisa berkomunikasi dengan semua anggota kita alat ini sudah di progam dengan baik oleh tuan Richard begitu sampai di Italia alat ini baru akan berfungsi."


Leo dan juga tuan James langsung menerima alat pelacak tersebut.


"Lalu jangan lupa pakai ini."


Berikutnya Gerald memberikan baju perlindungan kepada Leo dan juga tuan James.


"Ini baju adalah rancangan tuan Jin Lee jika kita akan menyerang musuh, selain sebagai baju anti peluru ini juga baju anti racun, dan baju ini bisa di gunakan untuk melawan para serangga penghisap darah di dalam kastil tersebut."


"Wah sungguh luar biasa peralatan canggih yang di miliki oleh keluarga Chandradinata.


"Ya tuan keluarga Chandradinata memiliki banyak musuh itu sebabnya kami selaku detektif milik Chandradinata wajib mengerti semua alat - alat canggih ini."


"Sebentar lagi kita mendarat dan kita akan langsung menuju ke kastil Lady Dragon."


Setelah mengatakan hal tersebut semua orang yang ada di dalam pesawat jet pun beristirahat sebentar sambil memandang ke arah jendela pesawat yang sudah berubah menjadi malam.

__ADS_1


__ADS_2