RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
WEN LI JATUH CINTA LAGI


__ADS_3

Malam hari ini Wen Li sangat tercekat dengan semua hal yang telah diberitahukan kepada nya.


"Astaga Gerald aku baru mengetahui semua hal ini dari mu, aku tidak akan bisa membayangkan jika Leo Huang sampai tau mengenai kebenaran ini."


"Leo Huang,atau siapapun keluarga Huang tidak ada yang boleh mengetahui semua hal yang saat ini sedang terjadi tanpa kita mendengarkan bukti terlebih dahulu."


"Jadi itu sebabnya nona Chen memberikan foto Louisa terhadap mu?"


"Ya Wen Li, itu sebabnya Chen memberikan bukti ini kepada ku."


Wen Li langsung terdiam dengan semua hal yang kini dikatakan oleh Gerald.


"Gerald aku tau saat ini menjadi dirimu pastinya sangatlah sulit, namun karena kini aku adalah teman mu maka aku akan membantu mu sebisa yang aku mampu."


Wen Li mengatakan hal tersebut sambil memegang tangan Gerald.


Gerald menatap tajam ke arah Wen Li dengan setiap hal yang dikatakan Wen Li kepada nya.


"Kau sungguh akan membantu ku?"


Dengan sekuat tenaga Wen Li langsung menganggukan kepalanya.


"Kau harus tau jika kau mau membantu ku ada konsekuensi yang harus kau terima, apakah kau sanggup?"


"Apapun konsekuensi nya aku siap Gerald."

__ADS_1


Deg


Hati Gerald yang dingin langsung hangat dengan setiap hal yang dikatakan oleh Wen Li.


"Bagaimana jika kau terbunuh karena kau nekat untuk membantu ku? kau harus tau ini adalah dunia mafia, dimana ketika terlibat dengan dunia mafia maka banyak hal yang akan terjadi."


"Aku yakin aku tidak akan terbunuh."


"Kenapa kau begitu yakin bahwa kau tidak akan terbunuh?"


"Karena aku bersama dengan mu Gerald."


Deg


"Bagaimana jika pada akhirnya aku tidak dapat melindungi mu Wen Li?"


"Aku memiliki keyakinan bahwa kau akan melindungi ku, jadi untuk apa aku harus memiliki pikiran yang belum terjadi."


Tatapan teduh mata Wen Li langsung membuat Gerald maju mendekat ke arah Wen Li.


Suasana sepi di dalam mansion Gerald membuat Gerald langsung mendekatkan bibirnya ke arah Wen Li.


"Jangan Gerald, jangan aku mohon."


Deg

__ADS_1


Gerald langsung kembali tersadar begitu Wen Li mengatakan hal tersebut kepadanya.


"Maafkan aku Wen Li, maafkan aku, sungguh maafkan aku."


"Ya Gerald aku mengerti, baiklah jika tidak ada sesuatu hal apapun lagi yang perlu kita bicarakan aku akan kembali ke mansion."


Wen Li yang menyadari jika suasana malam hari ini semakin panas segera bangkit berdiri dari kursi di ruang tamu dan berjalan ke pintu keluar.


"Kau tidak marah kan Wen Li?"


Wen Li tersenyum kepada Gerald dan menggelengkan kepalanya.


"Selamat malam Gerald."


"Malam Wen Li."


Dan setelah mengatakan hal tersebut Wen Li menutup pintu mansion dan masuk ke dalam mobilnya.


"Astaga Wen Li, apa lagi yang saat ini terjadi di dalam hati mu?"


"Jantung ku berdegup sangat kencang, Wen Li mengapa kau begitu gampang untuk jatuh cinta seperti ini, apakah kau tidak sadar jika kau selalu terluka dengan laki - laki yang kau cintai."


"Sadar Wen Li, sadar ya kau harus sadar Wen Li, Gerald itu hanya sahabat mu saja, tidak lebih sadar Wen Li, kau harus sadar."


Dengan sekuat tenaga, di dalam mobil berkali - kali Wen Li mengatakan hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2