RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
DEWASA


__ADS_3

Baiklah terima kasih kakak Michael, satu Lagi lagi panggil aku dengan nama saja Lili."


Setelah mengatakan hal tersebut Lili beranjak dari tempat duduknya.


Michael menatap punggung gadis remaja tersebut yang semakin berlaru dari hadapan nya.


Detak jantung Michael sangat bergemuruh ketika mengingat apa yang telah dia lakukan tadi terhadap Lili.


"Tidak, tidak ini tidak boleh terjadi, kau tidak boleh memikirkan hal yang macam - macam Michael, nona Lili masih sangat muda, usia nya bahkan belum menjadi usia wanita dewasa, tidak - tidak ini tidak boleh."


Michael terus mengatakan hal tersebut sambil menggelengkan kepalanya, berharap sesuatu hal yang kini tergoda terlintas di pikirkan nya tidak di hidupi oleh dirinya menjadi semakin jauh.


"Baiklah Michael kau harus tetap melakukan tugas utama mu yaitu menjaga nona Lili dengan nyawa mu sendiri."


Setelah mengatakan hal tersebut Michael langsung bangkit berdiri dan berlalu meninggalkan taman dan segala pikiran demi pikiran yang semakin menggoda hatinya.


"Selamat malam papa."


Seperti biasa Lili selalu menyambut kedatangan Leo dengan pelukan mirip seperti apa yang selalu dilakukan oleh Katarina.


"Malam sayang."


"Papa lelah sekali?"


"Ya sayang papa sangat lelah hari ini banyak pekerjaan yang papa harus tangani."

__ADS_1


Leo mengatakan hal tersebut sambil naik ke lantai dua, pekerjaan yang sengaja diselesai kan oleh Leo sampai larut malam agar dirinya tidak memikirkan Katarina lagi.


"Mandilah papa, aku sudah menyiapkan air panas untuk papa."


"Terima kasih putri papa memang yang terbaik."


Dengan kasih sayang Leo mengusap kepala Lili sambil melepaskan dasinya.


"Sayang besok apakah kau mau menemani papa?"


"Tentu saja papa, besok adalah akhir pekan dimana sekolah Lili pasti lah libur, papa mau minta ditemani pergi kemana?"


"Esok hari ikutlah papa ke Kuba."


"Paman Gerald dan bibi Wen Li esok hari menikah dan mereka mengundang papa, jika papa tidak datang dengan mu dengan siapa papa harus datang ke pernikahan itu sayang."


Lili langsung tersenyum mendengarkan perkataan Leo.


"Tentu saja Lili akan mendampingi papa untuk hadir di dalam pernikahan paman Gerald, dimana pun dan kapan pun papa membutuhkan Lili, dengan senang hati Lili akan melakukan hal itu semuanya demi papa."


Lili langsung memeluk papanya dengan sayang sambil mengatakan hal tersebut.


"Ya, ya putri papa akan seperti ini sampai tiba saatnya akan ada laki - laki yang mengajak nya untuk pergi."


Setelah mengatakan Leo hal tersebut Lili langsung mengendurkan pelukannya.

__ADS_1


"Papa, Lili kan masih kecil."


"Ya masih kecil, usia mu memang masih tiga belas tahun, namun pemikiran mu sudah seperti wanita berusia dua puluh tahun, kau menjadi dewasa sebelum waktunya sayang."


Leo mengatakan hal tersebut sambil mencium kening Lili.


"Ah papa, pokoknya Lili akan tetap menjadi gadis kecilnya papa."


"Tidurlah sayang, papa juga ingin istirahat, esok hari kita akan berangkat pagi - pagi."


"Baiklah papa Lili akan tidur, tapi papa jangan lupa mandi."


"Pasti sayang."


"Selamat tidur papa."


Lili mengatakan hal tersebut sambil memeluk Leo.


"Selamat tidur Lili sayang."


Setelah mengatakan hal tersebut Lili segera berlalu dari hadapan Leo Huang.


"Sayang kau lihat dia sudah tumbuh menjadi seorang gadis dan mungkin sebentar lagi aku akan menerima kehadiran calon menantu kita."


Di tengah kesendirian Leo mengatakan hal itu, Leo mengatakan hal tersebut seolah - olah ada Katarina di samping Leo yang mendengarkan segalanya.

__ADS_1


__ADS_2