RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
INGATAN WEN LI


__ADS_3

"Saat ini kita harus berkerja keras untuk mengumpulkan bukti agar Jin Lee bisa di hukum seseuai perbuatan nya."


"Jadi jangan kau kotori tangan mu itu hanya untuk membunuh Jin Lee."


Perkataan Gerald membuat Leo Huang terdiam.


"Ayo Leo kita harus beristirahat karena seperti nya kau akan semakin lama di Kuba."


Setelah mengatakan hal tersebut Gerald berdiri dari tempat duduknya dan di ikuti oleh Leo Huang.


Kini Leo masuk ke dalam kamar, Leo duduk di tepi tempat tidur.


"Sayang, maafkan aku, saat itu aku datang terlambat, jika saja pada saat itu aku bisa lebih cepat tentu kau tidak akan mengalami hal ini."


Dengan menutup wajah dengan ke dua tangannya Leo mengatakan hal tersebut.


Perasaan Leo tetap saja terguncang mengetahui kebenaran yang sedang terjadi, meskipun Gerald sudah mencoba untuk menenangkan Leo, namun tetap saja ada rasa perih di hati yang tentunya tidak akan langsung sembuh dengan seketika.


"Meskipun aku terluka aku tidak akan bertindak sendiri, aku yakin kau tidak mau untuk aku kembali menjadi Leo Huang yang kejam dan Leo Huang yang dingin."


"Perbuatan Jin Lee tetap harus mendapatkan hukuman, namun untuk kali ini aku akan menyerahkan semuanya kepada hukum yang berlaku."

__ADS_1


Leo mengatakan hal tersebut di dalam kamar, dalam posisi sendiri, saat ini tidak ada lagi yang Leo pikirkan kecuali bagaimana caranya agar dirinya bisa membuat Jin lee di hukum atas perbuatan nya.


Dengan sekuat tenaga Leo berusaha untuk tidak memiliki dendam apapun terhadap Jin Lee meskipun Jin Lee telah mengambil wanita yang dia cintai.


Jin Lee melakukan pembunuhan sadis terhadap wanita yang sangat berarti di dalam kehidupan Leo.


Hari ini Leo memilih untuk merenung di dalam kamar, Leo seakan - akan telah melupakan tujuan awal kedatangan nya ke Kuba yaitu untuk berbisnis.


Tujuan utama Leo kini sudah berubah menjadi mencari kebenaran tentang kasus dari istri yang sangat di cintai nya tersebut.


Sementara itu Wen Li yang telah kembali ke dalam kamarnya mulai merenung.


Gerald masuk ke dalam kamar, memeluk Wen Li dan mengatakan hal tersebut kepada nya.


"Gerald, aku sedang memikirkan cerita nona Cassandra."


Wen Li mengatakan hal tersebut sambil menyandarkan kepalanya ke dada bidang milik Gerald.


"Apa yang membuat mu begitu berpikir tentang nona Cassandra?"


"Tentang cerita Jin Lee yang depresi, saat itu pasti adalah saat setelah dia di bebaskan oleh Leo Huang karena telah menculik nona Katarina."

__ADS_1


"Ya saat aku melihat mu menangis meraung - raung karena laki - laki itu, lalu aku menggendong mu."


Wen Li langsung menatap Gerald sambil tersenyum.


"Terima kasih Gerald."


"Terima kasih untuk apa?"


"Terima kasih karena pada saat itu pada akhirnya kau mengurungku di dalam mansion ini dan kamu memilih untuk kembali ke Negara C sendiri."


"Ya, ya saat itu aku sebenarnya sudah tertarik dengan mu."


"Aku tau Gerald, namun tetap wanita butuh ungkapan dan kepastian di dalam cinta."


"Sayang boleh aku meminta mu untuk menghangatkan ranjang kita saat ini?"


Gerald menunjuk tempat tidur mereka dengan jari telunjuk nya, seakan - akan memberikan isyarat akan ada satu pertempuran yang sebentar lagi terjadi di ranjang tersebut.


"Ayo Gerald, kau tau aku tidak pernah menolak mu bukan?"


Gerald yang telah mendapatkan lampu hijau langsung menggendong Wen Li untuk memulai permainan panas mereka.

__ADS_1


__ADS_2