RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA

RANJANG CINTA SANG TUAN MUDA
HUKUMAN CINTA LEO


__ADS_3

Deg


Lagi -lagi perkataan Lili membuat Katarina terdiam.


"Ma, ayo kemari."


Suara Lili langsung membuat Katarina yang terdiam kembali bergerak untuk memeluk Lili di atas tempat tidurnya.


Tidak cukup lama untuk membiarkan gadis kecil cerdas seperti Lili tertidur, Katarina yang mengetahui hal tersebut segera bangkit dari tempat tidurnya.


"Sungguh Lili seandainya mama boleh untuk memilih mama ingin tidur saja dengan mu, namun jika mama lakukan hal itu, esok jadi kau akan memberikan mama banyak pertanyaan kenapa mama tidak tidur bersama dengan papa."


Katarina mengatakan hal tersebut dengan perlahan sambil mencium kening Lili.


"Selamat tidur sayang."


Katarina mengatakan hal tersebut sambil mematikan lampu kamar Lili dan keluar dari dalam kamar.


Namun ketika Katarina menutup pintu kamar, satu tangan kuat merengkuh tubuhnya, menarik tubuhnyay hingga ke pojok ruangan.


Dengan kekuatan penuh tangan tersebut membungkam mulut Katarina yang sedari tadi ingin berteriak.


"Kau, kenapa kau membuat aku kaget!"


Katarina mengatakan hal tersebut kepada Leo yang kini telah mengunci nya.


"Kau tau bukan kalau aku alergi pedas, Dan kau dengan sengaja meletakan makanan pedas di dalam piring ku!"

__ADS_1


Leo mengatakan hal tersebut dengan tegas kepada Katarina.


"Ssssst, jangan berisik nanti Lili terbangun!"


"Terserah aku, ini adalah mansion ku, sekarang katakan kepada ku dengan jujur, kau sengaja melakukan itu kan?"


"Jika aku sengaja atau tidak apa yang akan kau lakukan?"


Katarina yang kini juga kesal terhadap Leo segera kembali mengatakan hal tersebut kepada Leo.


"Jadi kau ingin tau apa yang akan aku lakukan terhadap mu?"


Leo mengatakan hal tersebut sambil membisikkan kepada Katarina.


"Mundur Leo Huang."


"Mulut mu bau!"


Deg


Kata - kata itu yang tiba - tiba langsung terlontar dari mulut Katarina.


Dan dengan cepat Leo Huang menyambar bibir Katarina, memberikan hukuman kepada Katarina.


"Itu akibat nya mengatakan mulut aku bau."


Katarina yang berhasil menguasai diri kembali menatap Leo Huang.

__ADS_1


"Minggir tuan Leo Huang terhormat."


"Tidak mau!"


"Aku akan berteriak jika kau tidak mau untuk melepaskan ku."


"Berteriak lah, agar semua orang di mansion ini mendengarkan mu, mereka menertawakan tingkah mu yang berteriak karena di cium suaminya sendiri."


"Ah sudahlah."


"Dengan malam ini aku akan memberikan hukuman ekstra kepada mu karena kau telah berani menaruh makanan pedas."


Setelah mengatakan hal tersebut Leo Huang langsung menyambar bibir Katarina untuk yang ke dua kalinya.


Katarina pada akhirnya di buat tidak bisa bergerak dan menghindar dari sentuhan demi sentuhan yang Leo Huang berikan.


Malam hari ini Katarina menjalani, meneriman hukuman - hukuman cinta yang di berikan Leo Huang kepadanya.


Tidak ada lagi penolakan dari Katarina, tubuhnya menerima semua hukuman cinta tersebut dengan taat .


Satu ikatan cinta suami istri mulai terbangun dari pernikahan yang berawal karena alasan balas dendam.


"Kau tau, kau tidak akan pernah bisa melawan ku jika aku sudah melakukan ini terhadap mu, malam ini kau harus menerima hukuman cinta ku dengan baik.


Leo Huang mendaratkan ciuman nya berkali - kali di puncak kepala Katarina, ciuman sayang yang membuat Katarina yang masih bisa merasakan namun tidak mau untuk terbangun.


Apakah dendam ini sudah hilang Tuhan? kenapa perasaan ku begitu terasa lain, ketika laki - laki itu menyentuh ku dan memberikan aku kasih sayang dengan cara nya.

__ADS_1


Di dalam hati dalam posisi tertidur dan di dalam pelukan Leo Huang Katarina mengatakan hal tersebut di dalam hatinya.


__ADS_2