
"Selamat pagi tuan Jin Lee."
Satu pelayan membungkukkan badan ketika pagi ini melihat Jin Lee mengunjungi kembali mansion tempat dimana Wen Li berada.
"Bagaimana keadaan nya?"
"Sejak dari kemarin nona Wen Li tidak mau makan dan tidak mau keluar dari dalam kamarnya tuan Jin Lee."
Jin kini terdiam dengan semua hal yang telah dikatakan oleh salah satu pelayan di dalam mansion tersebut.
"Baiklah, mana makanannya? biar aku yang membawa nya masuk ke dalam kamar."
Pelayan tersebut langsung menyerahkan satu mangkuk sup hangat beserta dengan nasi.
Jin Lee membawa nampan yang berisikan sarapan pagi tersebut masuk ke dalam kamar Wen Li.
Begitu Jin Lee masuk ke dalam kamar, Jin Lee melihat Wen Li terbaring lemah di atas tempat tidurnya.
"Wen Li ayo makan lah, pelayan mengatakan bahwa kau sudah beberapa hari ini tidak makan."
Jin Lee mengatakan hal tersebut sambil menggengam tangan Wen Li.
"Tangan mu dingin sekali? apakah kau baik - baik saja?"
__ADS_1
Jin Lee yang merasakan tangan Wen Li yang dingin kini begitu khawatir.
"Hei apakah kau baik - baik saja?"
Jin Lee mengatakan hal tersebut sambil menepuk - nepuk pipi Wen Li, namun Wen Li tidak mau bangun dan malah memejamkan matanya.
"Wen Li bangun! astaga kau pingsan!"
Dengan segera Jin Lee mengangkat Wen Li dari tempat tidurnya.
Dengan berlari Jin Lee membawa Wen Li masuk ke dalam mobil, dan langsung melajukan mobil tersebut ke arah Rumah Sakit.
"Aku tidak akan pernah memaafkan diriku sendiri jika sesuatu hal terjadi dengan mu Wen Li."
Di dalam perjalanan Jin Lee mengusap kepala Wen Li yang masih pingsan tersebut.
Lama ruangan unit Gawat Darurat tersebut menyala, Jin Lee begitu khawatir dengan kesehatan Wen Li, lama Jin Lee menunggu tindakan yang sedang dilakukan di unit Gawat Darurat.
"Keluarga dari Nona Wen Li."
Satu Dokter keluar dari ruang gawat darurat Dan mengatakan hal tersebut.
"Ya Dokter aku keluarga nona Wen Li."
__ADS_1
Jin Lee segera mendekat ke arah Dokter.
"Tuan Jin Lee apakah anda adalah ayah dari janin yang dikandung oleh nona Wen Li?"
Deg
Pertanyaan Salah satu dokter membuat hati Jin Lee tersentak.
"Ya Dokter aku adalah ayah dari janin tersebut."
"Kami mohon maaf tuan Jin Lee, janin nona Wen Li tidak dapat kami selamatkan!"
Seperti petir yang menyambar hati Jin Lee Ketika dokter tersebut mengatakan hal itu kepadanya.
"Apa maksud Dokter?"
"Nona Wen Li mengalami keguguran tuan Jin Lee, janin nona Wen Li rentan sekali mengalami keguguran."
"Bagaimana itu bisa terjadi Dokter?"
"Nona Wen Li tidak mendapatkan asupan makanan yang cukup, kondisi psikis nona Wen Li juga bisa menjadi penyebab keguguran itu tuan Jin Lee."
Rasa sesak kini menyeruak di dalam hatiJin Lee, perasaan tertuduh mulai menghampiri nya.
__ADS_1
"Tuan Jin Lee saat ini nona Wen sangat butuh penghiburan, saat nanti nona Wen Li sudah sadar kami harap tuan Jin Lee menyampaikan kabar ini dengan baik - baik."
Jin Lee yang tidak bisa mengatakan apa - apa lagi kini hanya bisa menganggukan kepalanya kepada Salah satu dokter yang memberitahukan hal ini.